SLIDER

Monday, May 27, 2013

Gowes Joglosemar-Borobudur di Hari Waisak




Gowes Joglosemar, akhirnya kesampaian juga setelah lama saya ingin sekali merasakan rute joglosemar. Berawal dari keinginan miss nana untuk mengunjungi borobudur dan mengikuti ceremonial waisak. Maka hari kamis 23 Meii saya berangkat ke semarang untuk menjemput miss nana. Keesokan harinya kita lanjut Gowes menuju Magelang. Berangkat sekitar puukul 05.30, kita tiba di ungaran sekitar pukul 08.00 untuk sarapan di tempat favorit kita. Perjalanan keluar dari semarang tentulah penuh dengan tanjakan tajam dan trek cenderung menanjak. Tiba di ambarawa kita istirahat sebentar di minimarket untuk mengisi perbekalan karena trek setelah ini tidak kalah dengan trek sebelumnya yang full dengan tanjakan.
 



Keluar dari ambarawa kita agak dimanjakan dengan turunan yang kemudian disambut dengan tanjakan panjang yang tiada akhir. Hingga akhirnya kita tiba di Kopi Eva untuk istirahat kembali dan makan siang seadanya. Melanjutkan perjalanan kembali yang tetap diwarnai dengan berbagai tanjakan kita pun akhirnya tiiba di magelang sekitar pukul 15.00, kita beristirahat di pom bensin karena perutku yang mulas. Setelah sedikit membahas apakah kita akan stay di magelang dan gowes ke borobudur esok pagi, atau langsung lannjut ke borobudur. Setelah bertanya mengenai jarak dan arah ke borobudur. Maka kita pun memutuskan untuk lanjut gowes ke borobudur. Rute yang kita ambil adalah kota mungkid. Dalam perjalanan melewati mungkid kita melewati rangkaian mobil yang membawa api abadi mrapen untuk dipakai dalam acara waisak esok paginya.
 





Dan kita pun tiba di kawasan borobudur sekitar 16.30, sore itu borobudur sangat ramai, setelah cukup narsis kita mencoba mencari penginapan meskii sedikit pesimis karena di longweekend dan hari waisak biasanya penginapan sudah penuh. Akhirnya kita mendapat penginapan yang terletak beberapa ratus meter dari pintu utama borobudur. Namun Cuma satu malam karena sudah dibooking esok harinya. Maka malam itupun kita pakai untu istirahat.
 



Sabtu Keesokan harinya atas bantuan tante elvi (seoarang traveler) kita mendapat kontak untuk menghubungi seseorag yang masih menyediakan penginapan dan untunglah masih ada tempat, meski letaknya cukup jauuh sekitar 2km dari candi. Yaitu berupa homestay di rumah penduduk di desa di belakang candi borobudur. Maka setelah mendapat tempat menginap dan menaruh barang  kita lanjut gowes ke puncak tumbu untuk melihat borobudur dari puncak bukit. Sebetulanya puncak ini adalah wisata sunrise borobudur namun karena ingin melihat treek terlebih dahulu kita pun mengunjungi puncak ini ternyata trek nya menanjak dan beberapa ratus meter kita harus offroad menuju puncak pandang yaa sudah .. Namun pemandanganya cukup worth it :D
 



Dari puncak tumbu kita pun lanjut mencari tempat untuk memarikir sepeda kawasan borobudur kala itu sudah dipadati dengan para penduduk sekitar maupun wisatawan dan pencari berita yang menunggu arak - arakan api dari candi mendut menuju candi borobudur. Borobudur yang terbuka untuk umum kala itu semakin penuh dengan pengunjung bahkan lautan manusia.  Saat ceremony waisak berlangsung memang terjadi kekacauan karena kurang siapnya panitia dan kurangn respect nya pengunjung. Bagaimanapun jumlah panitia berbanding sangat kecil dengan pengunjung yang ada. Dan hujan yang turun sebagai berkah pun tidak menghalangi beberapa pengunjung untuk tetap tiinggal menyaksikan pelepasan lampion namun sayang harus batal karena hujan yang tidak kunjung reda.
  









Dengan basah kuyup kita pun kembali ke homestay sekitar pukul 11malam. Setelah mandi dan bersih bersih kita pun istirahat, untunglah bapak dan ibu cukup baik dengan membuatkan kita teh panas untuk menghangatkan badan. Pagi itu hari minggu 26 Mei kita bangun agak malas - malasan. Setelah mandi, bapak dan ibu mempersilahkan kita untuk sarapan :D. Sekitar pukul 8 kita pun pamit untuk kembali melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan kita bertemu dengan stephan seorang bikepacker dari jerman, setelah ngobrol dan bahwa dia akan gowes ke muntilan untuk mengunjungi beberapa candi terus lanjut ke jogja. Akhirnya kita menawarkan apakah mau gowes bareng karena tujuan kita sama.
 



Maka tujuan pertama adalah candi mendut, stephan sangat senang karena menurut dia candi mendut tidak ada di petanya :p. Dari candi mendut kita menuju candi ngawen yang kita sendiri bahkan tidak tahu tapi ada di peta stephan. Maka perjalanan kita lanjutkan karena tidak ada papan petunjuk mengenai candi ini, maka otomati petunjuk yang kita dapat adalah dari penduduk sekitar. Ternyata benar selama perjalanan kita bahkan tidak menemukan satu petunjuk sama sekali. Jalan yang cukup mblusuk ternyata kearah muntilan. Bahka tiba di lokasi candi tidak ada papan nama mengenai candi tersebut.
 


Candi ngawen terdiri dari 5 candi namun Cuma satu yang berhasil di restorasi, dibangun pada abad ke IX dan X, peralihan pada masa hindu dan budha. Karena candi ini dibangun diatas tanah gembur dimana air resapan sering keluar ke permukaan maka oleh pemerintah dibangunlah saluran air untuk mengalirkan air dari bawah candi.
 



Selesai mengeksplor candi ngawen perjalan kita lanjutkan menuju jl. Magelang - Jogja, sebelumnya kita mampir ke warung makan untuk makan siang. Disini kita berbagi kisah dengan stephan yang ternyata menyukai makanan indonesia. Lanjut menuju Jogja ternyata trek cenderung menurun .. Wheeeew kita pun tiba di jogja sekitar 14.00 kemudian lanjut untuk mencari lokasi bikepacker shop indonesia yang terletak di Pajeksan. Berdasar info kita bisa menitipkan Stephan ke pakjo untuk tinggal beberapa hari. Namun karena pakjo sedag keluar, kita terpaksa berpisah dari stephan di malioboro. Karena kita harus lanjut ke solo.  Berat sih, meninggalkan stephan yang belum mendapat tempat untuk menginap (yang free atau murah). Apalagi dia masih kecapkean karena 5 hari perjalanan dari jakarta menuju borobudur dan baru istirahat beberapa jam.




Akhirnya kita pun lanjut ke solo dan tiba sekitar  pukul 6 sore atau lebih. Tanpa beristirahat maka aku pun menunggui miss nana untuk langsung pulang ke semarang dengan bus.

Begitulah perjalanan Gowes kita kali ini sekali lagi dapat mencoretkan kisah perjalanan yang unik dan berbeda :D thanks untuk miss nana dan juga stephan untuk perjalanan yang menyenangkan :D

WH05.28.05.2013

1 comments:

  1. tahun depan lagi yaaaaa???

    (dengan catatan kalau Waisak tiba pada hari Sabtu :) )

    ReplyDelete