SLIDER

Monday, July 24, 2017

Bikepacking WBL "Prolog Sidoarjo - WBL"


Semenjak memulai gowes jauh ke kota - kota tetangga, saya dan partner saya miss nana selalu menggunakan sepeda lipat. Selain bagi saya ergonomis bentuk sepeda lipat sangat pas buat ku, juga yaaah namanya sepeda lipat bisa dilipat sesuai dengan fungsinya untuk memudahkan perjalanan jauh kami. Nhah baru kali ini nih, kita mendapatkan kesempatan untuk bisa gowes jauh menggunakan MTB.


PROLOG
Senin 3 Juli 2017

Satu dan lain hal sepeda kita sudah berada dirumah simbok di Sidoarjo. Sebetulnya aku sudah memesan tiket kereta untuk berangkat ke Sidoarjo hari Senin tgl 3 Juli. Namun karena teman ada yang mengirim pick up ke Sidoarjo untuk suatu hal, aku dan ms. Nana ikut naik pick selain sebagai penunjuk jalan nanti nya juga sebagai teman si masnya.  Pick up datang jam 11 malam, ada Da dan juga Tayux, karena si mas driver itu teman nya Tayux.  Kita berangkat sekitar pukul 11.40 an malam hari minggu 2 Juli.  Ada sesuatu yang membuatku terkejut ketika bertanya sama si Mas nya, "Udah sering ke Surabaya mas?" , "Belum pernah, makanya tadi saya tanya lewat pantura atau selatan?" lhaiskeee ha ha ha, maka aku pun tertawa dan bilang ya sudah mas gpp nanti kalau ilang, kita ilang bareng. 

Beruntung aku memilih jalan Pantura, masih teringat jalan ini ketika kita bikepacking ke Tuban dan saya pergi ke Lamongan. Si mas juga cukup sigap mengikuti petunjuk arah ke Surabaya. Dan ternyata bukan saja dia belum pernah ke Surabaya ternyata dia juga tidak tahu seberapa jarak Semarang Surabaya :D. setiba di Kragan sebelum masuk Tuban dia bertanya, "Ini ke Surabaya, masih jauh? Sama jarak Semarang Kudus?" ahahahahah aku jawab "yaaaah masih mas 2.5 kalinya" hi hihi dan tiba di lamongan masuk pom bensin, akupun memaksa dia istirahat, dan dia pun mengiyakan setelah mungkin bertanya pada petugas pom bahwa dan tahu bahwa masih jauh jaraknya.  Tiba digresik aku memutuskan untuk masuk lewat jalan Tol saja, keluar Sidoarjo dari situ aku udah hafal jalan menuju tempat yang kita tuju halaaah. Alhasil kita tiba dengan selamat dan sehat walafiat di rumah Simbok. 

Dirumah simbok kita merakit sepeda, packing dan lain sebagainya, setelah selesai aku berpamitan dengan si masnya meminta maaf dia harus pulang sendirian ke Semarang, tapi aku sudah meminta Octa untuk mengantar si mas hingga di pintu masuk gerbang Tol, kemudian sudah kuberi petunjutk untuk mengikuti tol saja hingga pintu keluar gresik. Singkat cerita si mas tiba dengan sehat walafiat di Semarang malam harinya. 

Dan pagi itu, sebelum melanjutkan perjalanan, aku dan miss Nana di antar Simbok terlebih dahulu ke Toko Sepeda di daerah waru sidoarjo, untuk merepompa sepeda. Setelah di pompa aku dan simbok berpisah, aku langsung lanjut gowes ke Wonoayu Krian, menuju rumah kakakku, Simbok agak berat melepas ingin menemani tapi setelah kuyakinkan aku sudah tahu jalannya akhirnya Simbok melepas kita. 

Dari toko sepeda yang ada di jalan Pahlawan aku cukup mengikuti jalan Pahlawan tersebut, menuju wonoayu. Tanpa banyak kendala aku mampu ingat dan menyusuri jalan menuju PerumTAS 3 tempat tinggal kakakku di Wonoayu. Tiba sekitar pukul 12 siang, meski sudah tahu kalau aku suka nyepeda namun ketika melihat aku datang dengan sepeda tetap saja terkejut. kita pun beristirahat, setelah perjalanan semalaman tanpa tidur. Rencana sih pengen NR ke Sidoarjo malam harinya, namun kita putuskan seharian ini kita pakai untuk istirahat saja karena beberapa hari ini bakalan gowes jauh. Malam harinya pun kita cukup berjalan - jalan bersama ponakan - ponakankku ke bunderan atau alun alun mini di dekat perumahan.

Day 1 Selasa, 4 Juli 2017

Setelah mengecek jarak dari rumah kakak ku ke WBL sekitar 110km an via Surabaya, dan 90km an Via legundi, kita memutuskan untuk berangkat pagi - pagi sekali agar bisa mutar - muter Surabaya dan tidak kemalaman di jalan. Namun apa daya ternyata kita semua tidur nyenyak malam itu rencana bangun pagi pun hanya tinggal rencana karena kita terbangun sudah pukul 5 lebih. Kita pun telah selesai bersiap pukul 6.30 pagi dan akan segera berangkat namun ternyata kakak ku meminta kita menunggu terlebih dahulu memaksa kita sarapan. Ya sudah akhirnya kita menunggu kakak ku menyiapkan sarapan, pagi itu kita sarapan nasi pecel beserta lauknya. Ketika kita akan berangkat kakak ku memaksa kita membawa bekal juga membungkus nasi :D karena takut ga kopen akhirnya kita Cuma menerima bekal jajannya saja. Kita meninggalkan rumah kakakku sekitar pukul 08.00 lebih. Oleh kakak ipar ku kita di beri petunjuk tinggal mengikuti jalan saja dan membawa kita hingga gresik. 

didepan rumah sepupu difoto dishare di grup keluarga

itu rumah sepupu

jalan wonoayu
P.S. kakaku sempat memaksa kita nebeng mobil kakakku hingga krian dia masih mengira sepeda yang kubawa itu sepeda lipat .. :p , sebelum berangkat kakak sepupuku sempat meminta foto kita terus dia share di grup WA keluarga alhasil jadi bahan pertanyaan terus dah :p

Ketika akan berangkat aku dan miss nana sempat bimbang mau Via Surabaya atau legundi, namun aku putuskan untuk lewat legundi saja karena kita berangkat sudah terlalu siang. Perumahan wonoayu kita cukup belok kiri dan terus saja mengikuti jalan. Meski sempat beberapa kali aku cek GPS karena ada beberapa jalan yang seingatku jalan yang kulalui bersama kakakku dulu. Namun dari GPS kita cukup jalan luruuuuuus teruuuuus mengikuti jalan … cukup bosan juga karena rute yang kita lalui ya Cuma ituuuuu saja, lurus saja. Tiba di krian kita langsung saja lurus hingga bypass krian menuju legundi. Memasuki bypass kita sempat berhenti sebentar di suatu minimarket untuk membeli air. Selanjutnya kita kembali melanjutkan perjalanan. Kita sudah mendapat bocoran sebelumnya bahwa jalur legundi akan diwarnai dengan trek rolling jadi sudah cukup siap dengan jalan rolling yang kita hadapi. Selain itu yah namanya juga bypass banyak sekali mobil mobil besar truk dan kontainer yang menjadi teman seperjalanan kita selain juga diselimuti oleh cuaca panas. Dan cuaca semakin panas sehingga beberapa kali kita harus berhenti di mini market untuk membeli air. Dari proliman Terminal Bunder, kita sempat salah belok, sehingga kita masuk ke kota Gresik. Aku sadar ketika melihat papan petunjuk dan begitu aku cek GPS yaaap kita salah belok, tapi ya sudahlah anggap untuk pengalaman sebagai ganti tidak lewat kota surabaya. Jadi kita menikmati saja suasana Kota Gresik meskipun kita tidak banyak berhenti untuk foto - foto namun harus banyak berhenti untuk cek rute. Aku mengambil rute via GKB alias perumahan Gresik Kota Baru, setelah melewati taman makam Pahlawan. 

beli air dulu sebelum masuk bypass

bypass krian

Di taman GKB miss nana sempat menanyakan apakah aku ingin makan? Aku yang belum merasa lapar dan menghitung jarak kita baru 40km, belum ada setengah jarak aku menolak, coba kalau dia bilang mau mampir ke Mcdot yaaa aku mau mau sajaa. Akhirnya kita pun menyusuri GKB plus sedikti Narsis dengan Ikon GKB yang kayaknya masih baru. Keluar dari gerbang GKB kita kembali ke Jalur Pantura terlihat dari kendaraan berat yang lalu lalang :D. akhirnyaaaa .. Tanpa perlu cek GPS kita kembali menyusuri jalur pantura hingga manyar waktu sudah menunjukan pukul 13.00 setelah lega kembali ke jalur pantura perutku kali ini menunjutkan gejala lapar pengen diisi. Dan pas melihat ada spanduk Bebek Urap, karena penasaran akupun mengajak mampir untuk makan siang. 

gerbang kota gresik



taman GKB

ikon GKB
Kita makan siang di bebek Urap Cak Ipul Manyar, memesan dua prosi Nasi bebek seharaga 25ribu dan segelas es the seharga 5 ribu yang ternyata porsinya jumbo. Ketika kita memarkir sepeda tiba - tiba terdengar suara mendesis yang berkepanjangan ternyata berasal dari ban depan cleopatra yang tiba - tiba kempes anginnya. Setelah selesai makan kita bertanya kepaa cak ipul dimanakah tambal ban terdekat yang ternyata hanya 100 meter dari rumah makan. Ketika kita bawa ke tukang tambal ban setelah di cek ternyata bukan hany bocor namun sobek hampir 10 cm sendiri, seangkan kita sama sekali ga bawa ban cadangan beruntung si bapak mau membelikan ke toko sepeda terdekat. Setelah menunggu tidak cukup lama kita kembali melanjutkan perjalanan. 



bebek urap cak ipul

nunggu ban diganti



Tidak banyak bicara dan berhenti kita kembali melanjutkan perjalanan, hingga kilometer ke 60 kita kembali berhenti di suatu warung bakso dan mie ayam bukan untuk makan tapi untuk menikmati segelas es the eh tepatnya 3 gelas es the untuk bersama. Setelah itu kita pun melanjutkan perjalanan terus hingga alas jati panceng, trek naik turun lebih terasa di daerah panceng ini, di salah satu titik kita berhenti sebentar untuk berfoto. Setelah itu kemudian kita lanjut mengayuh pedal hingga memasuki perbatasan lamongan. Kita kembali berhenti untuk berfoto sebelum kembali mengayuh pedal nonstop hingga paciran. Sebetulnya sih tergoda untuk foto - foto di pinggir laut. Tapi takut kemalaman :(. 

Kita pun tiba di kawasan WBL sekitar pukul 16.30 WIB, kita sempatkan berfoto - foto di depan gerbang dan kawasan WBL. Setelah puas kita menuju tempat penginapan kita di suatu gang sebelah maharani Zoo. Sore itu masih sekitar pukul 17 lebih. Kita cukup kaget dengan penginapan yang ternyata lebih besar dari yang kita perkirakan. Cukup lama kita memanggil yang jaga hingga maghrib tiba masih belum ada yang muncul. Akhirnya setelah cukup lama menunggu muncul juga namanya pak Imron penjaga wisma. Dan menunjukkan kamar kita. Sebetulnya kita memesan kamar non AC untuk 2 hari, demi menghemat budget namun karena menginginkan istirahat yang nyaman setelah perjalanan jauh dan perjalanan jauh berikutnya maka kita pun meminta kamar AC saja. 

alas panceng

Setelah melepas panier dan bersih - bersih, kita berjalan - jalan menikmati suasana kawasan wisata dan mengunjungi minimarket untuk membeli air. Tidak lupa membeli makan malam untukku di suatu kedai lamongan pinggir jalan di depan gang. Nasi lele plus tahu tempe yang ternyata sepaket dengan terong goreng. Awalnya cukup khawatir dengan harganya karena dekat kawasan wisata. Namun saat membayar ternyata harganya cukup terjangkau nasi lele plus tahu tempe dengan 2 gelas es the hanya 15 ribu rupiah. Waaaah.
Malam itu kita beristirahat cukup nyenyak namun kedinginan gegara AC yang super dingin. :D
panceng

WBL yeaaay

Monday, May 22, 2017

Viking BIking 2 Semarang


 
Viking Biking adalah salah satu kampanye bersepeda yang digagas oleh beberapa negara skandinavia melalui kedutaan besarnya di Indonesia, dengan menggandeng salah satu organisasi non profit yang giat mengkampanyekan kegiatan bersepeda yaitu Bike To Work.  Nhah untuk tujuan kampanye inilah, tugas bike to work menjembatani antara Kedutaan untuk bisa berdialog dengan jajaran pemerintah daerah yang tentu saja pemangku kewenang kebijakan pemerintahan yang dapat membantu kenayaman dan fasilitas bagi pesepeda. Dan tentu saja merupakan salah satu public figure yang tentu saja iklan berjalan jika para pejabatnya bersepeda tentu akan menggerakkan masyarakatnya juga. Sebenarnya kegiatan viking biking itu sendiri sudah diadakan semenjak tahun 2015 saat pak Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur jakarta dan kala itu ada 4 negara yaitu Denmark, Swedia, Norwegia dengan Indonesia. nhah seiring berjalan nya waktu memang beberapa negara mulai goyah. Namun ternyata Denmark masih terus konsisten untuk mengkampanyekan sepeda. Maka semenjak tahun 2017 inilah viking biking diantara Indonesia dan Denmark lah dimulai kembali, untuk pelaksanaan yang 1 yaitu di Jakarta tanggal 3 Mey 2017  nhah untuk Semarang Viking Biking yang ke2 akan dilaksanakan tanggal 17 Mei 2017.
 

Dan dikarenakan Semarang itu merupakan salah satu daerah yang jauh dari Jakarta, maka B2W Indonesia pun memberi sampur kepada B2W Semarang untuk menjembatani pelaksanaan Viking Biking di Semarang. Sungguh mengadakan kampanye ataupun event yang melibatkan jajaran pemerintahan apalagi duta besar dari Negera luar di daerah itu bukanlah hal yang mudah. Teman - teman dari B2W Semarang, jauh - jauh hari sudah harus bolak -balik berkoordinasi dengan ESP3 kedutaan besar Denmark di Semarang yang terletak di Bappeda. Setelah itu bebarap bulan juga harus rapat dan berkoordinasi kembali dengan berbagai pihak antara lain, dishub, kominfo, dinas umum, dll yang dipimpin dan dilaksanakan di Bapeda. Kemudian juga bebragi informasi dengan B2W Pusat dan kedutaan besar Denmark yang ada di Jakarta. Meskpun kalau di Jakarta pelaksanaany secara santai dan rileks, bagi pemerintahan daerah Duta Besar itu bukan tamu semabrangan. Sehingga beberapa protokoler harus tetap dihormati. Memang awal - awal terkesan a lot, namun akhirnya semua mengerti bahwa ini adalah murni kampanye bersepeda, meskipun melibatkan beberapa jajaran pemerintahan. 


Pak Budenk, Pak Budcam dan om Putut

Rombongan Dishub yang akan ikut bersepeda

Speda Dishub

Chritiania
Okay setelah koordinasi terakhir ini Jumat tanggal 12 Mei, mengatur ini itu, bagaimana ini itunya. So hari Selasa tanggal 16 Mei, para teman - teman B2W Pusat telah tiba di Semarang ada om Putut, Nte Ria, Om Nuge dan Om Bravo serta om Sugeng. Siang itu mereka segera mengadakan technical meeting bersama ESP3 di Bappeda. Kemudian sorenya kembali kita berkoodinasi bersama B2W Semarang dan Indonesia. dan suweeer deh, meskipun udah beberapa kali koordinasi, dan meeting ini itu. Ternyata pelaksanaanya tidak lah mudah. Udah H-1 saja, masih banyak koreksi dan tempat yang harus kita lakukan. Benar - benar terkadang bikin putus asa, eh beneran putus asa deh. Kita pun masih bekerja hingga malam hari mempersiapkan segala hal. 


rombongan VIP




Berfoto bareng

Dan pagi harinya pukul 4 pagi, teman - teman B2W sudah bersiap di Gubernuran, akupun menyusul, teman - teman sudah mulai menata mempersiapkan banner, dan juga 20 Sepeda yang dibawa disediakan untuk tamu VIP dan teman  - teman juga. Mendekati pukul 6 pagi, para jajaran SKPD dan juga pesepeda sudah mulai berdatangan. Hingga akhirnya waktu start tiba puku 06.30, Casper Duta Besar Denmar untuk Indonesia beserta staf telah tiba, mengecek sepeda yang mereka bawa dari Denmark, sepeda khas yang mirip becak, atau disebut Christiania. Pak Ganjar sang Gubernur Jawa Tengah pun telah tiba dan langsung menjadi sorotan banyak orang buat foto bareng bahkan bagi yang ga tahu si Casper adalah duta besar, dia pun disuruh motretin ha ha haha. 



Mr. Casper yang ramah dan Idola
Rombongan pun dilepas oleh pak ganjar, meyusuri rute yang telah disurvey sebelumnya, yaitu pahlawan, jl Ahmad Yaini, MT. Haryono, bubakan dan kota lama, di Gereja Blenduk kita berhenti sebentar, dan kita mendapat kesempatan untuk masuk melihat kedalam Gereja. Selanjutnya kita pun lanjut via polder tawang, dan rombongan kita mendapat sambutan dari orang - orang dijalan. Bisa dibilang kita beruntung dengan adanya protokoler daerah, yang mengatur lalu lintas di beberapa titik, juga para dishub yang ikut mengawal dengan sepeda mereka. Sehingga kita tidak terlalu disibukan menjadi marshal. Cukup mengawasi dari jauh saja dan fokus ke rombongan inti. Dari kota lama kita lanjut via jalan pemuda dan mampir kemabli ke Lawang Sewu. Bisa di tebak di setiap titik pemberhentian rombongan pak Ganjar dan Casper banyak menjadi rebutan buat foto. Untunglah sang duta besar Pak Casper sangat ramah untuk diajak foto - foto, terutama para cewek - cewek, FYI bagi kalangan cewek pak Ganjar dan Mr. Casper ini termasuk orang good looking. Alhamdulillah rombongan kembali tiba dengan selamat di Gubernuran, via jl. Pandanaran, Taman KB, dan masuk dari Pintu Samping. 


Para teman - teman rombongan, sebagian memang sudah lepas di jalan karena harus ke Kantor untuk Bekerja, yang bisa ikut hingga gubernuran, mereka di Jamu seadanya oleh teman - teman dinas umum dari protokoler bapeda. Untuk Mr. Casper dan Pak Ganjar, kembali melanjutkan acara di temani oleh Om Putut sebagai ketua Umum B2W Indonesia, membicarakan maslah kebijakan dan kampanya Sepeda di Semarang.
Mr. Casper yang tampaknya sangat senang, dengan antusias banyaknya pesepeda Semarang yang mengikuti Viking Biking di Semarang ini mengutarakan niatnya untuk mengadakan lagi di Semarang, hadeeeeeeeh. 

Konferensi Pers di Bantu pak Ian dari ESP3


membahas mengenai berbagai hal

oke saya nampang sedikit ya
Kita bersyukur, acara telah berjalan dengan lancar, meskipuk mungkin memang banyak kekurangan, usaha kita berbulan - bulan sebelumnya, rapat, meeting koordinasi, dan melek malam bangun pagi untuk event ini.  Terimakasih buat teman - teman dan segala pihak yang telah membantu terselenggaranya Viking Biking Di Semarang, ESP3 bu Astri, Mr. Ian, Bapeda dan jajaranya kominfo, dishub, Skpd , SKPD terkait dan tentu saja Pemrov jateng dan pemkot Semarng, tentu saja terimakasih kepada Kedutaan Besar Denmark yang aktif berperan serta dalam kampanye penggunaan transportasi ramah lingkungan yaitu sepeda, juga teman - teman dari B2W Indoneisa. Dan yang paling besar tentu para Pesepeda Kota Semarang yang masih aktif bersepeda dan ikut menghadiri kampanye ini, semoga semangat bersepeda tetap menyebar dan ada. Yaah bagi yang nyangkem seenaknya saja itu kan yang cuman mikir perut saja.  Sampai ketemu di Viking Biking Berikutnya 

Serius tapi P$antai Road to 7amselinas Gowes Ke Pantai TIrang




Semarang adalah kota pesisir dan mempunyai garis pantai yang panjang, meskipun terkenal akan 2 pantai nya yaitu maron dan Marina, semarang juga mempunyai beberapa pantai lainya. Kalian dapat cek tulisan ku mengenai beberapa pantai di Semarang. Memasuki bulan - bulan mendekati pelaksanaan Jamselinas 7 di semarang teman - teman komselis pun mulai rajin mengadakan gowes bareng menelusuri beberapa tempat yang  jarang terjamah di semrang. 
para pesepeda yang ikut gowes
Hmm kenapa intro gue kayak tulisan ilmiah ya .. Berasa nulis thesis. Okaay jadi begini awal mulanya, miss nana yang ngajakin gowes minggu pagi dan aku yang lagi pengen gowes santai ke pantai, lagi ngobrol nih di facebook, nhah kemudian om Tayux yang notabene masih ketua Komselis yang sah ikut nimbrung nih di komen mau gowes ke mana, trus dijawab tuh , pengen mantai, trus diiyain sama tayux mau pantai mana, kita jawab tirang aja. Nhah tak berapa lama tuh flyer  udah jadi aja Gowes serius tapi P$santai .. Lhaiiisk semangat nya itu lhas lheees aja. 
Sebentar kaki saya aja belum turun udah lanjut aja
Okaay paa hari H .. Eh belum tepatnya sabtu malam, seperti biasa kalau di kost itu entah kenapa kadang sering insomnia sementara, paahala kalau iruam jam 7 aja uah teler, malam itu beneran kagak ngantuk, alhasil cuman menikmati film downloadan aja eh, seupergirl season 1, hampir 16 episoe tuh ditonotton, hingga mendengar suara azan , kirain the azan isya, begitu lihat jam eh lhaadlaah azan subuh to ini, hadeeeh yaah sambil nunggu agak agak jam 5 setengah enam gitu, aku mah berbaring sebentar, eeh ga isangka meremnya kelamaan, hingga bangun bangun uah jam setengah 7 aja, alias 6.30 nhah lhoh itu kan waktu kumpul buat gowes .. Hadeeeeh begitu cek hp uadh pada nyariin, langsung eh kasih kabar, aku baru bangun. 

Beruntung kamar mandi kagak ada yang pakai, dan perut bekerja sama, sehingga ga perlu menghabiskan waktu lama di toilet.  Saat menanyakan posisi, aku diberitahu bahwa rombongan masih belum berangkat, masih berkumpul di taman pandanaran. Jadi aku pun memutuskan untuk menyusul ke taman pandanaran. Alhasil setelah negebut ke taman Pandanaran, tiba di taman ternyata rombongan sudah bersiap untuk berangkat, belum juga turun dari sepeda, sudah diserahi kamera oleh Avitt, dan rombongan pun berangkat. Entah ga tahu ni badan apa pikiran refleks aja langsung berangkat ngebut ke depan buat cekrak - cekrek ambil gambar, padahal pikiran rasanya belum nyadar nih. 
 

Untunglah rute yang diambil adalah rute umum jalan raya, menyusuri Jl. Mgr sugiyo pranoto, hingga bunderan Kalibanteng dan masuk via graha padma. Aku pun sudah langsng menentukan spot spot buat ambil gambar. Sumpah aku belum bangun itu 100% bahkan untuk menyadari kamera yang saya bawa apa aja belum ngeh, settingannya apa juga ga ngeh, jenisnya apa, white balance nya gimana juga ga ngeh. 


spot intagramable di Pantai Tirang
Nhah masuk dari graha padma tinggal cari aja tuh jalan ke pantai tirang, gampang kok letaktnay di pojokan entah pojokan mana, cari aja nanya sama orang. 



instagramable spot di Pantai Tirang
 Satu yang spesial dari pantai tirang ini adalah, satu - satunya pantai yang masih punya bibir pantai dengan pasir meskipun berwarna hitam. Cuman jalan akses nya itu yang susah banget, karena di belah oleh sungai, maka untuk mengakses ke pantai tirang, kita harus melewati jembatan, nhah jembatan ini cuman bisa di laluli oleh motor, mobil tidak bisa. Makanya pantai ini jarang terjamah, belum lagi setelah melewati jembatan, meskipun aksesnya sama seperti maroon pasir dan batu batu makadam, namun jalurnya setelah itu menyempit oleh hutan mangrove. Kalau aku lihat nih, sungai yang memisahkan pantai tirang dan maroon cukup besar. Terkadang sih kepikiran seandainya ini sungai dibersihin dari sampah - sampah, direvitalisasi bisa kan ya itu dibuat wisata bahari, sampan dan pantai - pantai juga dibersihin .. Aah imajanisasi.

Jembatan Penghubung

Okay kembali kecerita, jadi gegara nhih jalan ancur banget, beruntung meskipun dua malam sebelumnya itu hujan deras, namun seharian kemarin cuaca nya terik sekali, sehingga jalurnya tidak dibuat lebih hancur dengan lumpur. Cukup pantat kita aja nih yang capek gegara lewat bebatuan. Tiba di pantai rombongan pun segera mencari spot, pagi itu pantai cukup ramai karena ada rombongan lain yang sedang menanam mangrove. Dan seperti biasa suasana pantai ditambah iklim semarang yang terik, kita pun tidak berlama - lama setelah hunting foto dan pesawat. Biar kagak lebih hitam kita pun memutuskan untuk segera kembali mengisi perut. 


Kali ini kita mengambil rute yang berbeda, dibantu dengan avit si ratu krapyak, kita kali ini tidak masuk ke graha padma, namun menyusuri jalan di perkampungan sekitarnya, sehingga tidak perlu naik fly over. Tadinya sih sepertinya mau mencari pecel namun gegara si penjual baru buka dasar, meja aja baru ditata so kita bergeser mencari soto. Nhah setelah sarapan dengan perut kenyang ditambah matahari yang terik jadi lebih aman saja teman - teman yang lain pada pesan grab tuh hi hi hi … :D Nikmat sepeda lipat mana lagi yang kau dustakan. 

Demikian gowes seru pagi itu ke pantai tirang .. See you again next time.