SLIDER

Monday, May 22, 2017

Viking BIking 2 Semarang


 
Viking Biking adalah salah satu kampanye bersepeda yang digagas oleh beberapa negara skandinavia melalui kedutaan besarnya di Indonesia, dengan menggandeng salah satu organisasi non profit yang giat mengkampanyekan kegiatan bersepeda yaitu Bike To Work.  Nhah untuk tujuan kampanye inilah, tugas bike to work menjembatani antara Kedutaan untuk bisa berdialog dengan jajaran pemerintah daerah yang tentu saja pemangku kewenang kebijakan pemerintahan yang dapat membantu kenayaman dan fasilitas bagi pesepeda. Dan tentu saja merupakan salah satu public figure yang tentu saja iklan berjalan jika para pejabatnya bersepeda tentu akan menggerakkan masyarakatnya juga. Sebenarnya kegiatan viking biking itu sendiri sudah diadakan semenjak tahun 2015 saat pak Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur jakarta dan kala itu ada 4 negara yaitu Denmark, Swedia, Norwegia dengan Indonesia. nhah seiring berjalan nya waktu memang beberapa negara mulai goyah. Namun ternyata Denmark masih terus konsisten untuk mengkampanyekan sepeda. Maka semenjak tahun 2017 inilah viking biking diantara Indonesia dan Denmark lah dimulai kembali, untuk pelaksanaan yang 1 yaitu di Jakarta tanggal 3 Mey 2017  nhah untuk Semarang Viking Biking yang ke2 akan dilaksanakan tanggal 17 Mei 2017.
 

Dan dikarenakan Semarang itu merupakan salah satu daerah yang jauh dari Jakarta, maka B2W Indonesia pun memberi sampur kepada B2W Semarang untuk menjembatani pelaksanaan Viking Biking di Semarang. Sungguh mengadakan kampanye ataupun event yang melibatkan jajaran pemerintahan apalagi duta besar dari Negera luar di daerah itu bukanlah hal yang mudah. Teman - teman dari B2W Semarang, jauh - jauh hari sudah harus bolak -balik berkoordinasi dengan ESP3 kedutaan besar Denmark di Semarang yang terletak di Bappeda. Setelah itu bebarap bulan juga harus rapat dan berkoordinasi kembali dengan berbagai pihak antara lain, dishub, kominfo, dinas umum, dll yang dipimpin dan dilaksanakan di Bapeda. Kemudian juga bebragi informasi dengan B2W Pusat dan kedutaan besar Denmark yang ada di Jakarta. Meskpun kalau di Jakarta pelaksanaany secara santai dan rileks, bagi pemerintahan daerah Duta Besar itu bukan tamu semabrangan. Sehingga beberapa protokoler harus tetap dihormati. Memang awal - awal terkesan a lot, namun akhirnya semua mengerti bahwa ini adalah murni kampanye bersepeda, meskipun melibatkan beberapa jajaran pemerintahan. 


Pak Budenk, Pak Budcam dan om Putut

Rombongan Dishub yang akan ikut bersepeda

Speda Dishub

Chritiania
Okay setelah koordinasi terakhir ini Jumat tanggal 12 Mei, mengatur ini itu, bagaimana ini itunya. So hari Selasa tanggal 16 Mei, para teman - teman B2W Pusat telah tiba di Semarang ada om Putut, Nte Ria, Om Nuge dan Om Bravo serta om Sugeng. Siang itu mereka segera mengadakan technical meeting bersama ESP3 di Bappeda. Kemudian sorenya kembali kita berkoodinasi bersama B2W Semarang dan Indonesia. dan suweeer deh, meskipun udah beberapa kali koordinasi, dan meeting ini itu. Ternyata pelaksanaanya tidak lah mudah. Udah H-1 saja, masih banyak koreksi dan tempat yang harus kita lakukan. Benar - benar terkadang bikin putus asa, eh beneran putus asa deh. Kita pun masih bekerja hingga malam hari mempersiapkan segala hal. 


rombongan VIP




Berfoto bareng

Dan pagi harinya pukul 4 pagi, teman - teman B2W sudah bersiap di Gubernuran, akupun menyusul, teman - teman sudah mulai menata mempersiapkan banner, dan juga 20 Sepeda yang dibawa disediakan untuk tamu VIP dan teman  - teman juga. Mendekati pukul 6 pagi, para jajaran SKPD dan juga pesepeda sudah mulai berdatangan. Hingga akhirnya waktu start tiba puku 06.30, Casper Duta Besar Denmar untuk Indonesia beserta staf telah tiba, mengecek sepeda yang mereka bawa dari Denmark, sepeda khas yang mirip becak, atau disebut Christiania. Pak Ganjar sang Gubernur Jawa Tengah pun telah tiba dan langsung menjadi sorotan banyak orang buat foto bareng bahkan bagi yang ga tahu si Casper adalah duta besar, dia pun disuruh motretin ha ha haha. 



Mr. Casper yang ramah dan Idola
Rombongan pun dilepas oleh pak ganjar, meyusuri rute yang telah disurvey sebelumnya, yaitu pahlawan, jl Ahmad Yaini, MT. Haryono, bubakan dan kota lama, di Gereja Blenduk kita berhenti sebentar, dan kita mendapat kesempatan untuk masuk melihat kedalam Gereja. Selanjutnya kita pun lanjut via polder tawang, dan rombongan kita mendapat sambutan dari orang - orang dijalan. Bisa dibilang kita beruntung dengan adanya protokoler daerah, yang mengatur lalu lintas di beberapa titik, juga para dishub yang ikut mengawal dengan sepeda mereka. Sehingga kita tidak terlalu disibukan menjadi marshal. Cukup mengawasi dari jauh saja dan fokus ke rombongan inti. Dari kota lama kita lanjut via jalan pemuda dan mampir kemabli ke Lawang Sewu. Bisa di tebak di setiap titik pemberhentian rombongan pak Ganjar dan Casper banyak menjadi rebutan buat foto. Untunglah sang duta besar Pak Casper sangat ramah untuk diajak foto - foto, terutama para cewek - cewek, FYI bagi kalangan cewek pak Ganjar dan Mr. Casper ini termasuk orang good looking. Alhamdulillah rombongan kembali tiba dengan selamat di Gubernuran, via jl. Pandanaran, Taman KB, dan masuk dari Pintu Samping. 


Para teman - teman rombongan, sebagian memang sudah lepas di jalan karena harus ke Kantor untuk Bekerja, yang bisa ikut hingga gubernuran, mereka di Jamu seadanya oleh teman - teman dinas umum dari protokoler bapeda. Untuk Mr. Casper dan Pak Ganjar, kembali melanjutkan acara di temani oleh Om Putut sebagai ketua Umum B2W Indonesia, membicarakan maslah kebijakan dan kampanya Sepeda di Semarang.
Mr. Casper yang tampaknya sangat senang, dengan antusias banyaknya pesepeda Semarang yang mengikuti Viking Biking di Semarang ini mengutarakan niatnya untuk mengadakan lagi di Semarang, hadeeeeeeeh. 

Konferensi Pers di Bantu pak Ian dari ESP3


membahas mengenai berbagai hal

oke saya nampang sedikit ya
Kita bersyukur, acara telah berjalan dengan lancar, meskipuk mungkin memang banyak kekurangan, usaha kita berbulan - bulan sebelumnya, rapat, meeting koordinasi, dan melek malam bangun pagi untuk event ini.  Terimakasih buat teman - teman dan segala pihak yang telah membantu terselenggaranya Viking Biking Di Semarang, ESP3 bu Astri, Mr. Ian, Bapeda dan jajaranya kominfo, dishub, Skpd , SKPD terkait dan tentu saja Pemrov jateng dan pemkot Semarng, tentu saja terimakasih kepada Kedutaan Besar Denmark yang aktif berperan serta dalam kampanye penggunaan transportasi ramah lingkungan yaitu sepeda, juga teman - teman dari B2W Indoneisa. Dan yang paling besar tentu para Pesepeda Kota Semarang yang masih aktif bersepeda dan ikut menghadiri kampanye ini, semoga semangat bersepeda tetap menyebar dan ada. Yaah bagi yang nyangkem seenaknya saja itu kan yang cuman mikir perut saja.  Sampai ketemu di Viking Biking Berikutnya 

Serius tapi P$antai Road to 7amselinas Gowes Ke Pantai TIrang




Semarang adalah kota pesisir dan mempunyai garis pantai yang panjang, meskipun terkenal akan 2 pantai nya yaitu maron dan Marina, semarang juga mempunyai beberapa pantai lainya. Kalian dapat cek tulisan ku mengenai beberapa pantai di Semarang. Memasuki bulan - bulan mendekati pelaksanaan Jamselinas 7 di semarang teman - teman komselis pun mulai rajin mengadakan gowes bareng menelusuri beberapa tempat yang  jarang terjamah di semrang. 
para pesepeda yang ikut gowes
Hmm kenapa intro gue kayak tulisan ilmiah ya .. Berasa nulis thesis. Okaay jadi begini awal mulanya, miss nana yang ngajakin gowes minggu pagi dan aku yang lagi pengen gowes santai ke pantai, lagi ngobrol nih di facebook, nhah kemudian om Tayux yang notabene masih ketua Komselis yang sah ikut nimbrung nih di komen mau gowes ke mana, trus dijawab tuh , pengen mantai, trus diiyain sama tayux mau pantai mana, kita jawab tirang aja. Nhah tak berapa lama tuh flyer  udah jadi aja Gowes serius tapi P$santai .. Lhaiiisk semangat nya itu lhas lheees aja. 
Sebentar kaki saya aja belum turun udah lanjut aja
Okaay paa hari H .. Eh belum tepatnya sabtu malam, seperti biasa kalau di kost itu entah kenapa kadang sering insomnia sementara, paahala kalau iruam jam 7 aja uah teler, malam itu beneran kagak ngantuk, alhasil cuman menikmati film downloadan aja eh, seupergirl season 1, hampir 16 episoe tuh ditonotton, hingga mendengar suara azan , kirain the azan isya, begitu lihat jam eh lhaadlaah azan subuh to ini, hadeeeh yaah sambil nunggu agak agak jam 5 setengah enam gitu, aku mah berbaring sebentar, eeh ga isangka meremnya kelamaan, hingga bangun bangun uah jam setengah 7 aja, alias 6.30 nhah lhoh itu kan waktu kumpul buat gowes .. Hadeeeeh begitu cek hp uadh pada nyariin, langsung eh kasih kabar, aku baru bangun. 

Beruntung kamar mandi kagak ada yang pakai, dan perut bekerja sama, sehingga ga perlu menghabiskan waktu lama di toilet.  Saat menanyakan posisi, aku diberitahu bahwa rombongan masih belum berangkat, masih berkumpul di taman pandanaran. Jadi aku pun memutuskan untuk menyusul ke taman pandanaran. Alhasil setelah negebut ke taman Pandanaran, tiba di taman ternyata rombongan sudah bersiap untuk berangkat, belum juga turun dari sepeda, sudah diserahi kamera oleh Avitt, dan rombongan pun berangkat. Entah ga tahu ni badan apa pikiran refleks aja langsung berangkat ngebut ke depan buat cekrak - cekrek ambil gambar, padahal pikiran rasanya belum nyadar nih. 
 

Untunglah rute yang diambil adalah rute umum jalan raya, menyusuri Jl. Mgr sugiyo pranoto, hingga bunderan Kalibanteng dan masuk via graha padma. Aku pun sudah langsng menentukan spot spot buat ambil gambar. Sumpah aku belum bangun itu 100% bahkan untuk menyadari kamera yang saya bawa apa aja belum ngeh, settingannya apa juga ga ngeh, jenisnya apa, white balance nya gimana juga ga ngeh. 


spot intagramable di Pantai Tirang
Nhah masuk dari graha padma tinggal cari aja tuh jalan ke pantai tirang, gampang kok letaktnay di pojokan entah pojokan mana, cari aja nanya sama orang. 



instagramable spot di Pantai Tirang
 Satu yang spesial dari pantai tirang ini adalah, satu - satunya pantai yang masih punya bibir pantai dengan pasir meskipun berwarna hitam. Cuman jalan akses nya itu yang susah banget, karena di belah oleh sungai, maka untuk mengakses ke pantai tirang, kita harus melewati jembatan, nhah jembatan ini cuman bisa di laluli oleh motor, mobil tidak bisa. Makanya pantai ini jarang terjamah, belum lagi setelah melewati jembatan, meskipun aksesnya sama seperti maroon pasir dan batu batu makadam, namun jalurnya setelah itu menyempit oleh hutan mangrove. Kalau aku lihat nih, sungai yang memisahkan pantai tirang dan maroon cukup besar. Terkadang sih kepikiran seandainya ini sungai dibersihin dari sampah - sampah, direvitalisasi bisa kan ya itu dibuat wisata bahari, sampan dan pantai - pantai juga dibersihin .. Aah imajanisasi.

Jembatan Penghubung

Okay kembali kecerita, jadi gegara nhih jalan ancur banget, beruntung meskipun dua malam sebelumnya itu hujan deras, namun seharian kemarin cuaca nya terik sekali, sehingga jalurnya tidak dibuat lebih hancur dengan lumpur. Cukup pantat kita aja nih yang capek gegara lewat bebatuan. Tiba di pantai rombongan pun segera mencari spot, pagi itu pantai cukup ramai karena ada rombongan lain yang sedang menanam mangrove. Dan seperti biasa suasana pantai ditambah iklim semarang yang terik, kita pun tidak berlama - lama setelah hunting foto dan pesawat. Biar kagak lebih hitam kita pun memutuskan untuk segera kembali mengisi perut. 


Kali ini kita mengambil rute yang berbeda, dibantu dengan avit si ratu krapyak, kita kali ini tidak masuk ke graha padma, namun menyusuri jalan di perkampungan sekitarnya, sehingga tidak perlu naik fly over. Tadinya sih sepertinya mau mencari pecel namun gegara si penjual baru buka dasar, meja aja baru ditata so kita bergeser mencari soto. Nhah setelah sarapan dengan perut kenyang ditambah matahari yang terik jadi lebih aman saja teman - teman yang lain pada pesan grab tuh hi hi hi … :D Nikmat sepeda lipat mana lagi yang kau dustakan. 

Demikian gowes seru pagi itu ke pantai tirang .. See you again next time.

Tuesday, April 25, 2017

TDP-8 Tour De Pangandaran -8 a series of unfortunate event


Adalah suatu keberuntungan atau ketidak sengajaan ketika aku bisa mengikuti salah satu event terbesar di kota Tasikmalaya, kota yang jauh dari asal yaitu Tour De Pangandaran Kala itu yang ke-7 itupun berkat menemani miss Nana my bikingsoulamte yang notabene adalah ketua B2W Semarang, kala itu penyelenggaraan TP-7 dibarengkan dengan event gathering B2W se-Indonesia dan miss Nana "Memaksa" kita untuk ikut. klik link cerita disini ya. Sebenarnya udah dari dulu pernaha mendengar mengenai event TDP tapi habis itu lupa, hingga TDP -7 baru tahu dan ngeh lagi. Kala itu sih kita pernah bilang setidaknya pernah ikut sekali .. Jikalau nanti ga bisa ikut lagi. Nhah ditahun 2017 ini TDP memasuki event yang ke-8 tadinya sih belum ada niat untuk ikut namun ternyata para pelorers yang pernah mendengar cerita soal event TDP mengutarakan keinginan mereka untuk ikut event TDP-8. ya sudah akkhirnya kita berenam pun bersama berniat menabung untuk mengikuti event TDP-8. 


Setelah dihitung berapa biaya yang dikeluarkan seirit mungkin, kalau tahun lalu kita naik bus menuju tasik hari kamis malam, menginap semalam istirahat seharia maka tahun ini kita memutuskan berangkat menggunakan kereta ekonomi Pasundan jurusan Solo-Bandun, yang ternyata jadwalnya bisa sesuai jika digabung dengan kereta Kalijaga via Semarang jadi kita bisa berangkat hari jumat dan tiba jumat malam di tasikmalaya. Tugasku yang mengurus tiket mencari penginapan dan memastikan bocah-bocah bakal aman di Tasik dan pangandaran nantinya. Ketika memesan tiket Pasundan dan Kahuripan untuk pulangnya, sudah ada kejadian gegara ada ibu - ibu yang marah - marah menyerobot antrian aku jadi ga fokus salah tulis nama kereta alhasil kudu ganti dan kena 15% biaya. Tapi semua lancar. Tapi ada satu berita mengejutkan saat memesan tiket yaitu KA Kalijaga tidak lagi berhenti di Purwosari .. Alamaaaak maka rencana kita sudah berantakan lagi satu, karena kita tidak bisa langsung ganti kereta melainkan harus berpindah dari St. Balapan saat turun dari Kalijaga dan menuju Purowsari untuk naik KA Pasundan, ya Tuhan kenapa PT KAI mengubah jadwal kereta saat saya sangat membutuhkan KA Kalijaga dari Purwosari.
Tibalah hari H

Hari Jumat 21 April 2017
Bertepatan dengan hari Kartini, keberangkatan kita ke Tasikmalaya, anak - anak plus miss Nana, minus Hesti berangkat dari Semarang Poncol menggunakan KA Kalijaga, untunglah mereka semua tepat waktu (bangunnya), saya cukup menunggu di Solo sambil mengecek kabar mereka. Namun baru beberapa saat saya dapat kabar bahwa kereta Kalijaga berhenti karena kabarnya ada motor yang tersambar kereta .. Astagaaaaah para pengemudi itu jiaaan. Cukup deg - degan dan was - was karena apakah kereta akan berhenti lama dan tiba tepat waktu, maka  saya selalu mengecek perjalanan kereta dan sudah sampai mana, karena kalau yakin bahwa kereta terlambat maka saya akan langsung ke stasiun untuk menukar tiket pasundan dengan KA Kahuripan yang berangkat sore hari. Untunglah kemudian kereta berjalan lancar, jika kuhitung - hitung KA akan tiba sekitar pukul 12 siang, masih ada waktu. 



Maka sambil menunggu saya membelikan nasi untuk mereka makan siang, kemudian menuju balapan untuk menjemput mereka, namun alaaamaaak ada kejadian lagi, jalan di menuju balapan di tutup dan dialihkan karena ada rombongan Ibu presidan,haiiish padhal kalau memutar membutuhkan waktu lama, untunglah bapak Polisi berbaik hati mempersilahkan saya mlipir menuju St Balapan, sambil menunggu saya dibuat was - was lagi, karena ternyata kereta harus berhenti beberapa kali untuk langsir hadeeeeeh …. Waktu bakal mepet nih mana saya ntar harus ke warung ambil pesenan nasi geprek …. Maka sekeluar mereka dari stasiun saya langsung ngebut menuju purwosari .. Khi khi cuckup di kejar waktu ya. 

Tiba di purwosari kita masiha da 15 menit sebelum kedatangan kereta, begitu kereta Datang kita menempatkan diri namun ternyata gerbong kita berada di ujung paling bontot kita pun berlari menuju gerbong paling balakang, mana ketika menaikan sepeda, beberapa spot udah terpakai tas dan kardus, mana sebelum kita semua naik masih sudah ada pengumuman kereta akan diberangkatkan udah deh pada panik, mana si Tami masih belum sempat naik lagi … hadeeeh  untunglah pada akhirnya kita semua berhasil naik, setelah menata sepeda. Kita pun bisa bernafas lega dan menertawakan kejadian yang telah kita alami sepagian ini. Perjalanan menuju tasik cukup lancar meski mengalami keterlambatan 30 menit dari jadwal. Kita tiba di tasikmalaya pukul 20.00 WIB. 


Tidak lupa kita selalu memantau keadaan Hesti, sebetulnya hesti bisa bernagkat lebih sore naik bus, namun agar amannya Hesti pun kita barengkan dengan kenalan sepeda kita yang juga akan berangkat TDP yaitu Pak Sur, dari hesti kita mendapat kabar dia ketinggalan charger jadi harus irit batreee hadeeeeh ada ada saja. Beruntung setiba di stasiun Tasik, ada beberap orang yang menolong kita menurunkan sepeda, setelah membuka sepeda kita. Beruntung juga ingatanku tentang letak stasiun tasik dengan telkom masih ada, jadi aku sudah tahu arah jalan dari stasiun ke Telkom itu cukup dekat. Keluar dari stasiun kita menuju telkom dan anak - anak pun terkejut ternyata kita hanya menempuh beberapa ratus meter saja, mereka cukup lega :D. 

Tiba di telkom kita sudah bertemu dengan teman - teman B2W ada om Tekad, om Sugeng, nte Ria, om Putut, Om Eka, juga atlet sepeda asli Pangandaran Yazi dan lain - lain.  Beruntung juga ternyata kita mendapat jatah kamar dari nte Ria sykurlah kita tidak jadi ngemper, kita bisa beristirahat setelah kejadian - demi kejadian beruntun yang kita alami seharian ini. Setelah beramah tamah, kemudian makan menikmati tutug oncom, dan camilan yang di sediakan, kita pun menuju hotel Abadi yang letaknya cukup dekat dari telkom, dan saat itu pula aku sadari itu adalah Hotel dimana aku pernah menginap ketika Srikandi 2012 lalu hoo hoo hooo. 


Malam itu aku, tami, dwi dan Avit memutuskan untuk keluar berjalan - jalan mencari minuman segar alias es The, dan saat itu juga anak - anak mendapati shock culture bahwa sangat sulit untuk mendapatkan es teh manis yang nasgitel di Tasikmalaya, apalagi es hi hi hi beruntunglah di depan hotel masiha ada warung buka dan kita sempat menikmati es the meskipun Cuma the celup. Tapi cukup melegakan tenggorokan. Kitapun kembali ke hotel dan beristirahat.


Hari Sabtu 22 April 2017 the D Day

Akhirnya tibalah hari H, aku terbangun sekitar pukul setengah lima pagi, sempat menanyakan kabar Hesti, miss nana mengatkan belum ada kabar lagi, dipikiranku hesti sudah akan sampai di Tasik.  Namun selesai mandi aku mendapat kabar bahwa beberapa jam lalu Hesti memberi kabar bahwa Bus hesti masih berada di Majenang gegara ada trailer terguling .. Whaaat?? Bakalan terlambat dia nih. So aku ke kamar Dwi, Avit dan Tami untuk membahas jika Hesti turun Banjar saja, namun betapa kagetnya lagi ketika tahu dari Avit bahwa dia dapat berita dari Hesti bahwa dia memutuskan untuk gowes bersama pak Sur dan Om Rusli orang C5 magelang .. Whaaaat lagi!!! Mejenang ke Tasik masih jauuuuh binget dan aku tahu trek nya rolling banget .. So segera aku sebisa mungkin mengontak Hesti dan memberi tahu bahwa dia langsung menuju Banjar saja, nanti kita ketemu disana. 


Setelah selesai kepanikan pagi itu, kita kebawah untuk menikmati sarapan nasi goreng, untunglah rasa nasi gorengnya cukup sesuai di lidah kita. Selesai sarapan kita langsung menuju telkom yang sudah berjibun para pesepeda, kita pun tidak sempat berfoto di wall of fame nya, ktia Cuma berdiri menunggu di depan garis start saja sambil menanti peluit pemberangkatan. Disaat menunggu inilah kita bertemu dengan beberapa kenalan, seperti nte Lies Ramona dari Ambarawa, om Hendrit dari Batang yang pernah mengawal kita saat ke Cirebon. Sekitar pukul 8 pagi, bendera start sudah dikibarkan, maka kita pun mulai start, disaat itulah kita mendapat kabar dari Hesti bahwa akhirnya mereka memutuskan untuk mencegat pick up menuju Banjar syukurlaaaah. Kita bisa agak lega menikmati etape pertama Tour De Pangandaran. Kita pun menikmati gowes dengan cukup santai sambil berfoto dan bernarsis ria. 
 


Untuk rute TDP-8 ini masih sama seperti TDP-7 yaitu Tasik via Manonjaya, Cimaragas, Banjar, ,Jl Gerilya, jalan Banjar - Pangandaran, tepung kanjut, banjarsari. Kalipucang, Emplak. 

Di beberapa titik saaat berhenti di Cimaragas aku menyempatkan diri share location ke hesti agar dia ngeh dimana kita berada. Setibanya di perbatasan kota Banjar, kita pun berhenti sejenak, dan mencoba mengontak hesti mencari keberadaanya namun masih belum ketemu, hingga akhirnya ketika mau memasuki kota Banjar yang ada  kita beberlok kekanan arah pangandaran via jalan Gerilya, kita berhenti sejenak selain berfoto juga ingin membeli es the dan juga sekalian mencob amengontak Hesti. Dan akhirnya ketahuan bahwa Hesti berada di jalan Lingkar Selatan Banjar yang tentu saja sekitar 15 km di belakang kita, alhasil segera saja kit memberi tahu Hesti tentang keberadaannya, dengan share loc dan memberi petunjuk arah. 



Ketika kita memasuki tanjakan tepung kanjut, well bisa di rasakan dari orang - orang yang banyak berhenti dan mungkin ada beberapa yang loading, ternyata lumayan curam juga ya, well awalnya sih nanjak lumayan tapi setelah itu kelokan tajam dan nanjak lumayan tinggi, terjadi sedikit insiden ketika aku dipanggil dan melihat ke belakang ternyata Dwi terjatuh. Ketika aku turun ternyata sepeda Dwi bermasalah , kita pun meminggirkan dan mencoba memeriksa ada apa. Sebenarnya di sepanjang perjalanan sih emang aku sudah merasa Oddie bermasalah karena selama perjalanan udah bunyi kiryeet kriyeet. Ketika di tepung kanjut crank nya seret, sempat ku cek kayaknya RD nya, cukup lama ngutak ngutek, untung ada om Tekad dan om Sugeng lewat aku bisa pinjam minyak, setelah itu lumayan lancar kita melanjutkan perjalanan, namun tidak lama Dwi udah berhenti lagi, dan nampak sedih ternyata Oddie trouble lagi, masih seret, aku sudah mencoba membujuk dia untuk gantian dengan sepedaku namun dia merajuk dan menolak .. Hmm padahal biasanya juga mau … maka aku coba betulin lagi, namaun gegara ga bawa tool jadi ya ga bisa banyak untung ada om om yang meminjami tool, sehingga bisa bongkar roda belakang, setelah di cek juga normal sproket nya, mur baut juga, maka berpindah ke crank, ternyata crank nya terlalu mepet frame, sehingga bushguardnya pecah dan membuat seret. Maka kuputuskan melepas bushguard crank, alhasil semua lancar kembali. Disaat inilah hesti berhasil menyusul kami, dan kita pun berkumpul kembali berenam. 

Meskipun sepertinya kita udah ketinggalan jauh, tapi tetap kita pun memutuskan beristirahat dulu, buat menata hati heleeeh menikmati es the buat hesti dan memberi waktu hesti untuk istirahat. Setelah cukup istirahat kita kembali melanjutkan perjalanan, namun baru beberapa ratus meter, Tami sudah memanggil ternyata ban pockie kempes pes, aku meminta Hesti menyusul dwi dll di depan sementara aku menemani Tami, kita menuntun mencari tambal ban. Beruntung ada beberapa pesepeda yang istirahat, kita pun meminjam pompa untuk sementara memompa pockie dan melanjutkan perjalanan. Ketika bisa menyusul hesti avit dll. Aku memutuskan menambal ban pockie di tukang tambal terdekat. Sambil menunggu ban pockie di tambal kita beristirahat dan menikmati minuman dingin yang dijual si Bapak. Saat ini lah Dwi bilang crank sebelah kanan oddie sepeda dwi kocak, nampaknya cuman baut, so aku pinjam kunci T ke bapak buat mengencangkan, saat itu ada pemotor yang lewat mencoba membantu mengencangkan dengan kunci motornya, ga cuman yag kanan dia juga mengencangkan baut crank yang kiri. Okee laaah. Selesai menambal ketika kita akan jalan, Oddie sepeda Dwi menjadi tambah  trouble karena crank nya sama sekali tidak bisa diputar alaamaaaak … akhirnya kita berhenti dulu lagi untuk mencoba membetulkan sebisanya, dengan mengendorkan baut dan mengencangkan lagi, sementara sudah bisa. 


Selesai semua kita pun kembali melanjutkan perjalanan, yaah meski sendirian dan pelan - pelan di barisan paling belakang, tujuan kita cek point 1 Toserba Samudra untuk makan siang, masih sekitar 20 an kilometer lagi padahal sudah menunjukan jam 12 siang. Di kilometer 50 an memasuki jalan rolling, kita melihat performa hesti menurun, iya mungkin dia kelelahan semalamam kejebak macet, terus gowes dari majenang, naik pick up sampai banjar dan belum sempat istirahat juga makan, lelah danlapar tentu menurunkan performa. So aku minta kita tukar sepeda saja, aku naik rockie element putih si hesti dan dia naik urbano. Kita kembali melanjtukan perjalanan sambil aku mendorong hesti. 

Akhirnya tibalah kita tepat jam 2 siang kurang 10 menit di Toserba Samudra, kita sempat menikmati makan siang. Di cek point ini aku memutuskan untuk me Loading, dengan banyaknya trouble dan kondisi Hesti yang tidak fit, meskipun bisa lanjut takutnya kalau nanti ngedrop atau rusak di jalan, udah ga ada loadingan. Karena di etape ini di sediakan truk panitia untuk loading. Setelah konfirmasi kita pun me loading sepeda. Kali ini semua kompak untuk loading, meski di Jisok kemarin anak2 pada melanjutkan etape sendiri, kali ini kita semua loading. Aku juga tidak mungkin meninggalkan teman - teman loading di pick up sendiri. So kita pun melanjutkan sisa etape via pick up. 


Namun ternyata perjalan tidak semulus yang dibayangkan, selepas tanjakan emplak memasuki pangandaran, terjadi kemacetan panjang karena perbaikan jembatan, sehingga pick up berhenti hampir tidak bergerak hadeeeeeh … rasanya pengen turun saja jalan atau nyepeda. Ketika kurang 4 kilometer  dari finish truk dan pick up berhenti kukira kita mau diturunkan ternyata drivernya isoma dulu hadeeeeeeeeeeeeeh nanggung rasanya pengen bongkar muatan sendiri. Beruntung kita bertemu dengan Zen, jadi bisa melepas penat sambil ngobrol. Kita pun tiba di pangandaran jam setengah 6 an, udah ga bisa menikmati pantai dan sunset. Yasudahlah ketika kita sudah ingin istirahat, orang yang kupesenin penginapan masih sibuk agak susah dihubungi, so sambil menunggu kita menikmati makan malam di dekat panggung finish. Setelah ketemu dengan orang yang kupesanin hotel kita di antar di pondok melati tempat kita menginap kamar nomor 20 dan 27, seperti yang telah diberitahukan. 


Tiba di hotel ternyata kamar 20 dan 27 letaknya dilantai 1 dan 2, sempat minta tukar tapi tidak ada kamar kosong lagi, kita sempat minta tukar kamar dengan rombongan sepeda lain, namun ternyat akamar nomor 20, adalah seperti pondok kecil yang ada ruang tamu dan terdiri dari 2 kamar. So kita Cuman ambil kamar 20 saja, saya  pun meminta pada joki yang mengantar kita untuk membatalkan pesanan kamar no 27, kemudian si joki mnghubungi om yang kupesanin kamar.  kujelasin kondisinyaNamun dia bilang udah pesan ga bsia dibatlana so Ok, aku pun bertanay berapa sisa pembayaran jadinay, dia bilang sih sama so OK that’s wwaaaaw .. Aku sempat berpikir ini adalah berkah kejadian yang telah kita alami. 


Jadi malam itu kita segera mandi membersihkan diri, kali ini ga ada yang malas - malasan, semua pengen membersihkan diri. Setelah mandi dan bersiap kita akan menuju hotel beach view untk menikmati doorprize malam, namun ternyata hujan turun, setelah menunggu sedikit reda kita pun nekad menuju panggung. Untunglah malam itu avit berungtung mendapatkan doorprize meski kita gagal mendapat hadiiah utama sepeda. Meski pada capek kita kembali ke penginapan, tiba di penginapan kita memesan bakso yang mangkal di depan, eeeh kok pada dapat energi lagi, kecuali tami yang sudah molor di kursi. Yang lain masih ha ha hihi, bahkan ketika sudah masuk kamar pun, dikamar sebeleah mereka masih rame. Malam itu kita beristirahat memulihkan energi.

Minggu 23 April 2017 and the Drama goes on ....

Okay hari ini hari istirahat, namun demi berburu sunrise, anak -anak merelakan diri bangun pagi, meski tidak perlu mandi yang penting sudah siap buat foto narsis. Kita pun berangkat menuju pantai timur. Eh iya kecuali Avit yang lebih memilih untuk melanjtukan tidurnya. Kita pun berjalan menuju pantai timur, di perjalanan bertemu dengan Ayung Lim dari IDFB .. Hmmm kalau saya tidak kenal dan tidak kenal saya berarti baru (bergabung) di dunia per - "persepedaan" :p eh tapi aku sering kayak tahu namanya dari perjual belian kayakany, kita pun menikmati sunrise meski pun terbalut mendung, sambil nongkrong sebentar di pantai Timur, kemudian melanjutkan perjalanan , ke cagar alam Pangandaran dimana tahun lalu aku dan miss Nana terpaksa lewatkan karena takut ketinggalan evak ke tasik.



pantai pasir putih pangandaran



Kali ini kita mencoba mengeksplore memuaskan diri, namun karena meski sudah membayar tiker sebesar 20 ribu, untuk masuk ke dalam obyek yang didalam kita masih di minta iuran meski sukarela, jadi untuk beberapa spot seperti goa - goa kita lewatkan, karena maklum kita bokek dan lagi kita juga harus sewa senter .. Maaf kita beneran lagi ngirit :p, namun untunglah kita masih bisa bermain hingga pantai pasir putih, juga mencoba merasakan air dari Goa Rengganis yang katanya bisa bikin awet muda seperti Dewi Rengganis :p. usai berkeliling cagar alam, kita kembali ke penginapan, istirahat sebentar kemaddian kita mulai mandi dan berkemas sekitar pukul 10 pagi. Lalu check out dan menuju pantai barat untuk berfoto. Saat berfoto ini kita bertemu om Aryo lampung, juga beberap orang dari BCC Batam yang ternyata adalah anak buah dari Wowok Mardi teman kita alias suami dari Yani :D. 



setelah mencari makan siang di daerah pantai dengan menu dan harga yang berwisata sekali kita lanjut keluar pangandaran menuju terminal mencoba mencari kendaraan untuk kembali ke Tasik, tadinya mau cari sewa pick up, namun ternyata setelah nego dengan bus, kita pun dikenai tarif 80 ribu plus sepeda, karena sepeda dimasukkan ke dalam dengan membongkar kursi paling belakang. Kita menerima tawaran tersebut, beruntung penumpang dari pangandaran tidak banyak sehingga bus cukup longgar ketika kita naik. Sepanjang perjalanan cukup lancar, bahkan di tempat kemacetan perbaikan jembatan juga lumayan lancar. Namun lepas dari banjarsari memasuki manonjaya, bus melewati jalan berliku berkelak kelok tajam yang jauh dari trayek nya ternyata bus menghindari adanya kemacetan di suatu jalan (hasil translate seadanya dari bahasa roaming).  Memasuki kota banjar waktu menunjukan masih cukup sore jam 4 an kalau ga salah, sebetulnya ada keinginan untuk turun di Banjar saja, namun mengingat teman - teman ada keinginan untuk kulineran dan narsis di kota Tasik, aku simpan saja keinginan itu. Bus kembali melanjutkan perjalanan, memasuki ciamis bus mulai ramai, dan langit mulai menunjukkan tanda - tanda mendung. Dan betul saja, memasuki kota Tasik hujan lebat pun turun, kita sempat kebingungan, setelah berkonsultasi dengan kondektur bahwa kita tujuan kita adalah stasiun tasikmalaya awak bus berbaik hati, dia mengutarakan akan menurunkan kita di stasiun kereta namun kita ikut mereka muter dulu, kita pun menerima mengingat hujan yang turun sangat deras. 


Kita tiba di stasiun sekitar pukul setengah 6 malam, hujan masih mengguyur dan beruntung Bus benar - benar mengantar kita hingga di gerbang depan Stasiun, jadi kita tidak begitu terguyur air hujan. Karena hujan maka niat kita bernarsis di Tasikmalaya pun pupus sudah, kita hanya ngemper di depan bangunan yang sepertinya adalah kantor stasiun yang sudah tutup. Beruntung ada penjual nasi goreng keliling dengan harga dan rasa yang bersahabat sehingga kita tidak perlu bingung mencari makan, dan kita diijinkanmakan di warung depan stasiun yang ternyata adalah orang Surabaya. 




nyepeda dini hari
Sambil menunggu keberangkatan kita masih ngobrol di emperan, malam ini karena kelelahan dan otot lenganku cidera, aku memutuskan menggunakan jasa poter saja. Kita memasuki stasiun sekitar jam 8 lebih, lalu kita berisitirahat sambil menggu keberangkatan kereta, disini kita ngobrol ngobrol bercanda dengan petugas kebersihan lumayan menghibur. Kereta Kahuripan datang tepat waktu, dibantu porter dan petugas kebersihan, sepeda kita naik dan ditata dengan lancar, kita pun lega, kondektur yang memeriksa tiket kita pun ramah, dan menyapa kita dia tahu kita baru saja ikut event tour de pangandaran. Namun sayangnya saat di Ciamis, ada rombongan MTS yang bepergian dan semuanya membawa koper meletakkan koper mereka sembarangan, tepat di bordes, bahkan entah siapa memindahkan sepeda urbano ku di bordes dan menumpukinya dengan rockie hadeeeeeeeeeeeeeeh .. Maka aku dan Hesti pun terpaksa kembali menata sepeda kita kembali. 

Perjalanan ini kita lalui dengan lancar, meski kecapekan, beruntung semua lancar dan tiba di stasiun Purwosari pukul 3.41 pagi, kita dini hari pun bersepeda menuju stasiun Balapan. 

Teman - teman yang lain kembali ke Semarang dengan Kereta Kalijaga. Saya kembali kerumah untuk istirahat.
Hadeeeh begitulah kisah kita di event TDP-8  banyak drama yang seakan mengikut kita kemanapun .. :D