SLIDER

Wednesday, August 19, 2015

Berburu Pesawat di Desa Kalipancur "Abandoned Spaceship Shutle"



Space calling Houston .. Space calling houston ... 

Eits berasa di film film Nasa ye ... ?? 

Ya kayaknya sekarang yang lagi nge hits di Semarang tuh ini pesawat yang ditelantarkan di daerah kalipancur. Well sebetulnya sih udah lama 2 tahun lalu kalau ga salah, kita pernah melihat bangkai pesawat tersebut, ketika mengambil jalan pintas dari Sampangan menuju perumahaan grand greenwood, nhah itu kan masuk kampung dan melewati hutan di seberang sungai aku udah ngeh itu kenapa ada pesawat disitu yaa?? Apa habis jatuh tapi kok kagak ada beritanya, mau nyamperin tapi kok diseberang sungai, mau masuk darimana dan akhirnya terlupakan .. .. Udah lama lupa eeeh ternyata kembali nge hits. Dan akhirnya terjawab sudah kini kita tahu bagaimana mencapainya. 
sebelum start


Tersebutlah ketika niat gowes kita ke Curug Lawe berhasil terpatahkan oleh review negatif akan keramaian curug di saat libur long wikend, maka tujuan gowes pun kita ganti menuju daerah Kali Pancur, mencari reruntuhan pesawat yang lagi nge Hits . Jadi pagi itu minggu tanggal 16 Agustus 2015, jam setengah tujuh kita sudah mulai berkumpul di depan Museum Mandala Bakti. Ada 8 orang, eh termasuk saya ini bersembilan ding, akan memulai petualangan Gowes mencari jejak pesawat. Rute yang akan kita tempuh adalah Suyudono,  banjir kanal, sampangan, jembatan besi dan setelah jembatan besi belok ke kanan masuk ke daerah Jalan Dewi Sartika (ini adalah rute yang bebas tanjakan kalau dari kota). 




lembah kalipancur
Dan so ternyata gowes pagi itu berakhir atau sengaja berubah menjadi gowes narsis, meski jarak yang ditempuh tidaklah jauh, namun kita menghabiskan banyak waktu buat berfoto. Yaah mau gimana nanggung dapat pemandangan bagus jika ga dimanfaatin. Setelah foto - fiti cengar cengir kita pun tiba di desa Wisata lembah Kali Pancur.  



Desa wisata ini terleta di Jalan Candi Penataran, Manyaran Semarang.  tepatnya kalau kalian dari arah  Manyaran menuju Goa Kreo, desa ini terletak tepat sebelum jembatan Kalipancur setelah turunan. Ada papan namanya kok Gede, masuk aja. Gerbang nya yang sebelah kiri ya. Seingat ku sih dulu belum ada papan namanya, tapi sepertinya pemerintah Kota semarang sedang gencar membangun desa wisata, salah satunya desa Wisata Kalipancur ini. Dengan lahan yang cukup luas, desa wisata ini dibuat konsep seperti miniatur berbagai negara. Di beberapa spot (stasiun istilahnya) ada miniatur bangunan - bangunan di berbagai negara, (Jepang, Belanda dan lain lain). Ada juga stasiun mini zoo and farm, yang berisi kandang peternakan juga berbagai hewan.  Oiya di desa ini juga sepertinya disewakan untuk event - event tertentu lho, kemarin sepertinya ada resepsi pernikahan, juga reuni. Karena memang pada dasarnya desa wisata ini sepertinya akan dibangun konsep Restaurant dan salah satu bangunan unik untuk restauran tersebut adalah badan Pesawat, yang terletak di Stasiun 4 wahana Kalipancur ini. Ya pesawat yang dimaksud memang tinggal badanya saja, didalamnya sudah tidak ada kursi dan yang lainya. Tipe pesawat nya sih tipe pesawat komersial ekonomi bukan airbus, tidak ada turbin di sayap pesawat.  tidak ada pantri dan tinggi di dalam badan besawat sepertinya Cuma 2 meter. 
pada pecicilan kan


uhuk eheem
Pesawat ini merupakan spot favorit para tukang selfie dan instagramer lho, kalian bisa cek sendiri kita bisa explore dari berbagai Angle untuk mendapatkan foto yang unik didalam maupun di luar pesawat. Tapi sayangnya dan memang mungkin udah sifata alami orang Indonesia ya, ada aja yang buang sampah entah plastik atau botol minuman, heran apa susahnya sih buang ke TEMPAT SAMPAH!! Kemarin sih udah sempet sy ambil ga tahun ntar - ntar deh. 

kita take off dulu yaa

bagian dalam pesawat kalipancur

berasa artis kan
Dan seperti biasa, kita pun meghabiskan waktu yang sepertinya hampir satu jam lebih buat foto - fiti meski space nya terbatas tapi ada aja ide ya buat foto and gaya. Setelah akhirnya kita mulai kelaparan, baru kita berhenti dan bersiap untuk pulang. Kali ini rute yang kita tempuh sama (yaah kembali menghindari tanjakan). Tiba disampangan kita mampir ke warung burjo untuk menikmati sarapan. 

Nhah sudah tahu kan salah satu tempat yang bisa di explore buat berfoto dan nongkrong di semarang, kalau ada waktu bisa deh kalian main ke Kalipancur, tapi ingat ya, jangan di CORAT CORET dan jaga KEBERSIHAN.


nyarap Burjo
Oiya selain mengabadikan dalam bentuk foto kalian bisa melihat tingkah polah kita dalam bentuk video, klik disini ya Video


Friday, August 14, 2015

Dolan Semarang "Wana Wisata Penggaron"

 
Sebagai Ibu kota propinsi jawa tengah Kota Semarang yang terletak di daerah pesisir mempunyai wilayah yang beragam, selain sebagai kota pelabuhan kontur kota semarang juga berbukit - bukit. Selain wisata bahari tentu saja semarang juga kaya akan wana wisata nya, banyak beberapa wisata curug alias air terjun yang dapat ditemukan di beberapa kabupaten semarang. Ada satu wana wisata yang sangat dekat dengan kota semarang yaitu wana Wisata Penggaron alias Hutan Penggaron.  Sepertinya banyak orang - orang semarang (teman - teman saya khusunya) yang tidak tahu dimana keberadaan hutan penggaron ini. Banyak yang mengira hutan penggaron ini terletak di daerah Penggaron semarang :p. Padahal Hutan penggaron ini terletak di kawasan administratif kota Ungaran. 



Hutan pengaron tepatnya berada di desa susukan, kecamatan Ungaran. Eiits jangan salah dengan desa susukan yang terletak di gunung pati ya. Untuk mencapai hutan penggaron ini kalau dari semarang lewat jalan raya ungaran saja, begitu memasuki kota ungaran perhatikan di kiri jalan ada Bappeda kabupaten semarang akan ada Papan Petunju "Hutan Pengaron" masuk gang saja lurus terus akan ada petunjuk nya kok untuk menuju hutan penggaron ini.  Wana wisata ini berjarak sekitar 18 kilometer dari pusat kota semarang dan hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari kota ungaran.  Dengan jarak yang lumayan dekat seharusnya wana wisata ini dapat berkembang sebagai salah satu potensi wisata untuk melepas kepenatan dari kesibukan dan kebisingan kota. Kita tidak akan menyangka behwa 1 kilometer keluar dari hutan ini sudha jalan raya menuju perkotaan. 



Wana wisata yang masih binaan Perum perhutani tingkat I kota semarang ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, misalnya kemping, latihan kepramukaan, jungle treking, outbond dan lain sebagainya.  Menurut info ada banyak burung - burung dan hewan liar yang dapat di amati di hutan ini.  Area di dalam wana wisata ini juga di bagi menjadi beberapa bagian, untuk tempat kemping atau camping ground sudah ada sendiri terletak di bagian bawah setelah melewati hutan - hutan pinus. Sedangkan setelah pintu masuk kita dapat berjalan keatas hingga puncak untuk menikmati pemandangan dari atas, tidak lupa ada area bermain sebelum jalan keatas menuju puncak namun sayang tidak terawat. 


Well sedangkan cerita saya bisa menyambangi wana wisata ini juga sebetulnya karena kebetulan ... Meskipun sebetulnya sudah sejak lama semenjak saya melihat papan nama "Hutan Penggaron" ketika melintasi kota ungaran saya ingin sekali gowes mampir ke wana wisata tersebut, namun hingga 2 tahun kemudian rencana tersebut belumlah kesampaian. Hingga suatu saat ketika aku dan miss nana gowes ke arah banyumanik untuk mencari Goa Sari yang sepertinya telah hilang tergerus pembangunan perumahan maka aku pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Hutan Penggaron. Mungkin karena hutan ini sepertinya memang sangat jarang tersentuh manusia yang berekreasi namun sepertinya justru menjadi tujuan bagi orang orang yang berpacaran. 


Well kalau kalian memutuskan untuk melepas penat dari kebisingan kota wana wisata penggaron dapat kalian jadikan salah satu tujuan, untuk rekreasi bersama keluarga maupun kemping. Tapi ingat dijaga kelestarian hutan nya, jangan dicorat coret maupun buang sampah sembarangan ya.

Lokasi Wana Wisata Penggaron:
GPS Waypoint: 7°6?54.52?S (Latitude) 110°25?14.16?E (Longitude)
Google Map Refference ( -7.115145,110.4206)

Wednesday, August 12, 2015

Dolan Semarang "Gowes Curug Semirang"


Curug atau air terjun merupakan salah satu tujuan wisata yang banyak ditemukan di kabupaten semarang. Salah satu curug yang paling mudah untuk dicapai dan dekat dengan pusat kota adalah Curug Semirang, atau air terjun semirang.  Air terjun yang secara administratif terletak di dusun Gintungan, Desa Gogik, kecamatan ungaran Barat kabupaten Semarang.  Dari arah solo maupun semarang jalan masuk menuju Curug Semirang terletak di depan Hotel Ungaran Cantik atau samping Telkom Ungaran, tepatnya sebelum gerbang Batas Kota Ungaran. Akan ada papan petunjuknya, ikuti saja jalanya kamu akan melalui STIKES NGUDI WALUYO, terus ikuti jalan hingga melewati jembatan, kamu bisa belok kiri dan mengikuti jalan hingga dusun Gintungan, atau lurus terus hingga mentok dan belok kiri semua jalan akan membawa ke dusun gintungan. 

gerbang selamat datang


jalan treking yang terkadang berundak undak

trek treking menuju air terjun

sungai yang harus di seberangi
Memasuki wilayah dusun gintungan jalanan mulai menyempit dengan tanjakan curam dan berkelok, tiba di tempat parkir kamu bisa melihat kota ungaran dari atas. Untuk mencapai pintu gerbang kamu harus berjalan dulu sekitar yaah 400 kilometer lah, dengan jalan tanah dan makadam di sisi kiri ada jurang dan kanan sungai kecil. Kemudian  Beli tiket nya terlebih dahulu murah kok sekitar 5000 rupiah. Setelah itu untuk mencapai curug dari pintu masuk kamu harus berjalan alias treking terlebih dahulu sepanjang 900 meter. Diawal mula medan cukup mudah dilalui namun saat turun hujan berhati - hatilah karena tanah pasti cukup licin. Mendekati air terjen kita akan menyeberangi sungai kecil dan jalanan mulai menyempit dengan pepohonan yang rimbun. 

sungai kecil yang harus kita seberangi

puncak air terjun

jalan mendaki menuju desa Gogik

gerbang selamat datang


Tiket Semirang cuma 5000 rupiah
 Curug semirang sendiri mempunyai ketinggian penerjunan air sekitar 45 meter, tidak banyak tempat berpijak di sekitar Area air terjun selain bebatuan besar dan sedikit tanah lapang. Di sekitar air terjun banyak kios - kios penjual yang ramai di wiken dan hari libur. Curug semirang sendiri juga akan ramai di hari libur juga wiken. Tapi sepi di hari biasa. Para pengunjung biasanya memanfaatkan untuk bermain air, dan berfoto - foto. 

air terjun semirang



kios buat ganjal perut

Saya sendiri sudah kali ketiga ini berkunjung ke curug semirang, dua kali menggunakan motor dan sekali ini bersepeda. Iyaa bersepeda dari Semarang ke Curug semirang, memang sih jaraknya Cuma 30 an kilometer tapi tentu saja full tanjakan. Apalagi ketika kita memasuki wilayah air terjun semirang. 


Jika ingin berkunjung ke curug semirang jangan lupa ya jaga kebersihan nya .. Jaga kelestarian nya, ga usah corat coret batu atau pohon.

Saturday, August 1, 2015

Bikepacking Bali Cerita 1 - Mimpi itu ga bisa ilang gitu aja



Katanya sih kalau kamu punya mimpi jangan pernah kamu lepaskan, kita tidak akan pernah tahu kapan mimpi tersebut menjadi kenyataan. Saya sendiri bermimpi dan berkeinginan untuk bersepeda menyusuri pulau Bali dan Lombok, keinginan yang saya impikan apabila saya telah lulus kuliah. Namun ternyata kuliah yang tidak juga lulus dan dengan pendapatan seadanya jauh dibawah UMR dan jam kerja yang tidak akan bisa cuti. Saya pun sempat pesimis akankah bisa mewujudkan mimpi tersebut namun ternyata kesempatan berkata lain. Adanya peluang ternyata memberi saya kesempatan untuk bisa mewujudkan mimpi tersebut.  Berbekal modal ijin yang telah saya ungkapkan sebelum - sebelumnya dan tepat di saat libur akhir tahun juga awal puasa, maka dimulailah perjalanan kita ke Bali dan Lombok selama dua minggu. 

Dengan budget dan waktu yang mepet, saya harus merencanakan perjalanan ini sebaik - baiknya, googling tempat yang bisa kita kunjungi, membuat rute, mencari jalan dan tentu membuat Itenary untuk membatasi dan menentukan budget yang akan kita keluarkan nantinya.

Day 1 Sunday, June 21,  2015

Hari pertama kita berangkat dari Solo menggunakan kereta Sri Tanjung menuju banyuwangi, stasiun tujuan kita adalah stasiun Banyuwangi Baru yang terletak di Ketapang Banyuwangi, dan notabene merupakan stasiun terakhir. Selama perjalanan kita tidak mendapatkan masalah dengan barang bawaan kita dan juga sepeda yang kita bawa. Kereta berangkat tepat waktu Pukul .08.10 WIB, dan tiba tepat waktu juga pukul 21. 15 WIB di stasiun Banyuwangi Baru. Segera kita menuju tempat kita akan menginap, yaitu Wisma Mulia, dimana kita telah berburu penginapan ini ketika kita ke Baluran bulan kemarin. Selain dekat dengan pelabuhan harga penginapan ini cukup murah 60 ribu semalam. Ya tentu saja dengan fasilitas seadanya namun cukuplah untuk istirahat semalam.

sunrise dari geladak kapal

Setelah cek in di wisma kita keluar untuk mencari makann malam di depan pelabuhan ketapang. Selesai makan malam kita kembali ke wisma untuk istirahat.

Day 2 Monday, June 22, 2015

Hari senin, hari pertama kita akan mengayuh sepeda kita menuju Bali. Hari ini sebetulnya kita berencana untuk berangkat menyeberang sekitar pukul 4.00 WIB bersamaan dengan waktu sahur. Namun ternyata kita masing - masing masih merasa capek dengan perjalanan sehari sebelumnya dimana kita menempuh waktu 13 jam perjalanan dan tidur larut malam, akhirnya kita pun berangkat pukul 05.00 WIB. Dengan tiket ferry sebesar 8.500 Rupiah untuk kendaraan Golongan I alias Sepeda Gayung, kita berdua langsung naik ke kapal. Suasana di ferry pagi itu sangat lenggang, hampir tidak ada Bus, hanya beberapa Truk yang ikut ke ferry , penumpang pun hanya beberapa. Pagi itu kita menikmati sunrise di atas geladak kapal sambil menuju Bali.

bersiap masuk ferry

penumpang nya sepi

rombongan ngaben

 
Dengan waktu tempuh sekitar 45 menit kita pun akhirnya tiba di pelabuhan Gilimanuk pukul 7.30 WITA. Yeaaah Bali meeen Bali …. Setelah menata bawaan, kita segera meninggalkan pelabuhan dan mulai mengecek peta untuk perjalanan hari pertama ini ktia menuju Kuta. Setelah melihat dan menentukan rute kita memulai mengayuh sepeda kita, melewati area Taman Nasional Bali Barat, menuju Negara. Trek dari Gilimanuk menuju Negara didominasi oleh Hutan dan lintasan Hewan. Namun naik turun Trek Rolling tidaklah begitu tajam. Kita sempat berhenti di Pasar Melaya, dan kebetulan sekali kita menyaksikan rombongan Upacara Ngaben.  Sempat diserang kantuk kita kembali melanjutkan perjalanan tanpa banyak bernarsis ria karena memang kita sadar jarak yang kita tempuh hari itu berkisar sekitar 140km. 







Kita tiba di Negara sekitar pukul 12 Siang, kembali kita beristirahat di pinggir jalan sambil menikmati pemandangan persawahan.  Naah selepas Negara menuju pulukan Trek Rolling semakin terasa naik turunya, ditambah lagi dengan hembusan angin yangn cukup besar, karena jalan yang kita tempuh cukup dekat dengan Laut. Apalagi setelah melewati perbatasan Kabupaten Jembrana, jalan rolling semakin tinggi bahkan tidak jarang kita harus menanjak bukit dengan jalan berkelak - kelok dan menanjak menuju kecamatan selemadeg hingga  krambitan. Bahkan hingga tiba di Tabanan pun jalan masih di dominasi trek rolling. 
legian dimalam hari

monumen bomb Bali Legian
Trek rolling mulai berkurang setelah kita meninggalkan kabupaten Badung dan memasuki kota Denpasar. Kita tiba di Denpasar sekitar pukul 18.00 WITA. Setelah bertanya - tanya kepada seseorang jalan menju pantai Kuta. Kita pun melanjutkan perjalanan.  Melewati jalan By Pass, hingga matahari telah berganti bulan, sambil sesekali mengecek GPS dan kadang karena tidak yakin kita bertanya pada seseorang. Tapi ternyata menanyakan arah kepada orang di Bali ternyata tidak lah mudah, karena mungkin kebanyakan adalah pendatang, sehingga kita pun mendapatkan petunjuk yang berbeda - beda sehingga membuat kita berputar - putar. Hingga akhirnya kita menemukan tempat menginap kita di daerah Poppies Lane II, Legian Bali sekitar pukul  20.00 WITA.  Setelah cek in dan menaruh barang di kamar, kita pun keluar untuk mencari makan malam dan menikmati Kuta yang memang akan sangat ramai di malam Hari terutama di Jalan Legian.

Day 3, Tuesday,  June 23 2015

Pagi ini kita telah bersiap, sesuai dengan itenari kita hari ini kita akan mengunjungi GWK dan juga pantai Pandawa yang terletak di selatan Denpasar. Kita mengambil rute Bandara Ngurah Rai, By Pass Ngurah Rai dan jalan Kampus Udayana.  Di jalan kampus Udayana ini kita sempat berhenti di suatu minimarket. Namun ternyata karena kecerobohan terjadilah suatu insiden, ketika kita keluar dari minimarket saya tidak lagi menemukan Pockie sepeda ku, udah clingak clinguk kemana masih ga ketemu juga. Bergegas aku menuju jalan, dan mengeksplor dari kejauhan aku melihat seperti bentu sepeda yang terjatuh. Segera bergegas aku menghampiri agak dekat aku tahu itu sepedaku. Dan aku sudah menduga ada sseorang yang berniat mencuri barang - barangku. Dan begitu aku cek , beberapa barang telah raib.

 


tanjakan menuju GWK

Aku pun segera kembali ke minimarket, sempat kulihat  dua orang yang duduk di depan minimarket tersebut tinggal satu orang, dan orang yang tinggal tersebut langsung pergi begitu aku mendekat. Di Indomaret aku bertanya kepada petugas untuk meminta ijin melihat rekaman CCTV. Petugas kemudian menkonfirmasi, namun untuk bisa melihat rekaman CCTV harus menunggu atasan yang memegang pasword. Aku pun meninggalkan nomor kontak untuk bisa dihubungi. 
Terduduk di depan minimarket, apa yang selanjutnya kita lakukan setelah kamera ku dicuri orang. Akupun memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan menuju GWK. Selepas pintu masuk kampus Udayana, ternyata jalanya menanjak tajam, banyak tanjakan tajam yang berkelok dan juga turunan. Hingga akhirnya kita tiba di GWK. Memasuki GWK kita sempat berfoto, namun ternyata tiba di depan pintu tiket, kita kehilangan mood untuk masuk kedalam, juga kehilangan mood untuk melanjutkan ke pantai Pandawa. Alhasil kita pun memutuskan untuk kembali ke pantai Kuta. 

penampakan si pencuri
Sunset di Pantai Kuta
Tiba di pantai kuta kita menikmati suasana pantai Kuta yang penuh dengan turis berjemur dan deretan pedagang yang menjajakan Beer. Hanya sebentar menikmati Kuta, aku ingin kembali ke penginapan saja. Untunglah setelah tiba di penginapan aku mendapat telepon dari petugas Minimarket, untuk memintaku datang jika ingin melihat rekaman CCTV. Semula kita ingin menyewa motor agar cepat, namun karena petugas nya tidak ada. Maka kita pun memacu sepeda kita kembali menuju jalan Kampus Udayana arah GWK. Setelah cross cek kejadian. Melihat pelaku dan melaporkanya. Setelah selesai sekitar pukul 17.00 WITA kita pun kembali menuju pantai kuta, untunglah kita masih sempat menikmati sunset di pantai Kuta.
Selesai menikmati sunset, dan kembali ke penginapan bersih - bersih. Kita kembali berjalan - jalan menikmati suasana Kuta di malam hari yang meskipun hari selasa terasa sperti malam minggu. Kita pun berhenti di suatu restaurant frenchise internasional menikmati suguhan Ice cream dan janjian untuk bertemu dengan temanku yang telah menetap di Denpasar. Kita pun ngobrol - ngobrol dan bertukar cerita mengenai pengalaman di Pulau Bali. Sekitar pukul 22.00 WITA kita kembali berjalan menuju penginapan.

Demikian secuil kisah kita di Bali selama beberapa hari, bagaimanakah nasib petualangan kita selanjutnya … akankah masih berlanjut setelah kehilangan barang. Atau kita memutuskan untuk pulang .. ???

To Be Continued …