SLIDER

Saturday, June 1, 2013

Cycling Euroasia - bersepeda lintas Eropa dan Asia




Adalah tema perjalanan Stephan salah seorang bikepacker dari Jerman yang saya temui ketika melakukan perjalanan dari Borobudur menuju Jogja.  Saat itu ketika akan meninggalkan Borobudur, saya melihat ada seorang bikepacker, kala itu tidakmenyangka bahwa dia adalah orang asing namun hanya bikepacker dari luar kota yang kebetulan mampir untuk melihat acara waisak di borobudur (cerita bisa dibaca disini ). Ketika sepeda mulai mendekat sedikit terkejut dan excited karena dia adalah orang asing, maka dengan percaya diri mulai menyapa dan bertanya mengenai asal dan tujuan. Dan perbincangan di atas sadel pun terjadi, dengan memperkenalkan diri bernama stephan dari Germany yang sedang bersepeda keliling eropa dan asia. Dan akan menuju muntilan untuk mengunjungi beberapa candi, karena mempunyai tujuan yang sama yaitu muntilah dan juga candi. Maka saya pun mengatakan akan mengunjungi candi mendut, sekayuh dua kayuh ternyata dia tidak tahu mengenai candi mendut dan setuju untuk bergabung dengan kita menuju candi mendut.


 



Di candi mnedut sambil menikmati dan melihat - lihat candi, kembali obrolan dengan stephan berlanjut, mengenai tujuan dia selanjutnya apakah kita akan berpisah dan dia lanjut ke jogja atau kembali bergabung. Tenyata stephan akan menuju muntilan untuk mengunjungi Ngawen temple seperti yang tertulis di petanya (peta yang dia beli di Jerman dengan berbagai petunjuk mengenai tempat wisata dan atraksi wisata kultural whaaaw :D). Wheleeh kita saja malah tidak tahu mengenai candi ngawen, karena timbul juga rasa penasaran, kita pun berinisiatif kembali bergabung dengan stephan, dan dia pun tidak keberatan. Maka perburuan pun berlanjut. Karena tidak ada papan petunjuk mengenai candi ngawen di sepanjang jalan yang kita lalui maka satu - satunya petunjuk adalah bertanya pada penduduk sekitar :p.







Sesampai di candi ngawen kita pun lanjut menuju Jogjakarta, disini kita mengantar stephan menuju Bikepackershop Indonesia cabang Jogja yang terletak di Pajeksan di kawasan Malioboro. Menurut teman kita bisa meninggalkan Stephan untuk menginap di sini yang juga merupakan rumah tinggal Bikepacker indonesia yaitu Pakjo. Namun sayang Pakjo sedang tidak ada dirumah, dan kita pun harus segera kembali ke solo. Maka kita harus berpisah dengan stephan. Agak berat hati karena sebetulnya kita masih ingin menemani stephan dan menunjukkan keindahankota Jogja daan Budayanya.  Maka kita pun berpisah, namun tidak lupa kita menuliskan nomor kontak dan tempat tinggal, just incase stephan akan mampir kekota kita nantinya. Dan kita pun berpisah, kita mengira perpisahan dengan stephan di Malioboro adalah benar - benar perpisahan dan mungkin tidak akan bertemu lagi.
  







Namun saya terkejut ketika beberapa hari kemudian tepatnya hari selasa malam, stephan menelpon saya dan mengatakan akan menuju solo besok pagi dan akan menginap di solo. Maka saya pun dengan senang hati menyambutnya. Beberapa  hal dimana saya merasa cocok dan memiliki banyak kesamaan dengan stephan adalah disetiap perjalananya stephan bukan hanya peduli seberapa jauh dia bersepeda tapi dia sangt peduli dengan budaya dan juga tempat - tempat wisata di kota yang dia lewati ("There is so many interesting place in Indonesia" begitu katanya), bahkan ketika di mendut dia menunjukan beberapa photo kepada kita karena dia ingin tahu acara apakah itu (saat itu dia melihat arak - arakan di suatu kota yang dia lewati), dia mencatat di buku kecilnya ("arak - arakan", "kotmil Quran", "Isro Miroj") ya jika dia tidak tahu dia akan meminta seseorangn mencatatkan nya di buku kecil untuk kemudian dia bertanya pada seseorang yang bisa berbahasa inggris untuk menjelaskan budaya  apa yang dia lihat. Dibeberapa tempat di petanya dia juga melingkari candi - candi sebagai tempat tujuanya :D i Love that :p. Dan sebagai seoarang cyclist stephan sangat sederhana, sepedanya standar sepeda turing biasa tanpa upgrade dan aksesoris lainya, bahkan stephan pun hanya memakai sandal gunung biasa juga helm standar tanpa glove, buff maupun aksesoris lainya :D.
   



Maka setiba di Solo, akupun mempersilahkan stephan untuk menginap dirumah. Disinilah perbincangan mengenai budaya masing - masing terjadi :D, stephan banyak bertanya mengenai adat dan budaya yang sangat berbeda dengan tempat tinggalnya. Dia juga tertarik dengan beberapa peralatan rumah tangga dirumah yang terbuat dari anyaman bambu :D dan dia sangat tertarik dengan "Karak"(kerupuk nasi) yang sedang dijemur ibuku (ibu saya membuat sendiri karak tersebut) dan dia sangat menyukai Karak tersebut ketika kusajikan padanya :D.  Terlebih dia sangat tertarik dengan tata cara pernikahan di Indonesia, kenapa pasangan pengantin berdandan seperti Ratu dan Raja, juga kagum dengan hubungan kekerabatan di keluargaku yang dia nilai sangat erat jauh berbeda di Negranya.
 

Setelah makan malam kitapun kembali berbincang mengenai petualangan dia dan rencana selanjutnya, stephan yang sangat menyukai gunung berapi berencana untuk Hiking ke Merapi Via selo (sepeda di tinggal di rumahku) namun karena tidak yakin akan cuaca yang tidak menentu maka rencana tersebut dibatalkan. Kemudian mencoba membahas jalur yang dia pilih untuk menuju timur apakah lewat utara atau selatan aku pun membantu sebisaku mengenai kondisi kedua jalur tersebut dan kebudayaan dari masing - masing kota maupun tempat wisata yang mungkin dia bisa kunjungi. Mendengan ceritaku tentang banyak tempat yang mungkin dia kunjungi stephan berencana memperpanjang kunjungannya di Indonesia, dia ingin kembali mengunjungi tempat -t empat yang dulu ia lewatkan ("Indonesia is a big country it has so many places and culture that are so beautifull it is worth visited") weeew :D



Maka keesokan harinya aku mengantar stephan berkeliling kota solo, dan mengunjungi toko buku (mencari peta lombok) namun karena tidak ketemu kita lanjut menuju kraton surakarta, para abdi dalem langsung menyambut kita karena melihat sepeda stephan yang fully loaded seakan tidak percaya bahwa orang ini melakukan perjalanan dengan sepeda :D, kita pun mendapat kehormatan parkir digarasi kraton :D (yang biasa untuk kereta kuda :p). Dan masuk kraton pun untunglah si Ibu penjaga tiket berbaik hati dengan memberi kita dua tiket domestik (untuk turis mancanegara beda harga biasanya :p).  Selesai berkunjung ke kraton stephan melanjutkan perjalananya, aku pun mengantarnya sampai perbatasan sukoharjo. Kita berpisah di diperbatasan, sambil tidak lupa aku menuliskan kontak teman yang bisa dihubungi di jawa timur, yang bisa menjadi petunjuk jalan atau tempat menginap karena stephan sangat ingin ke bromo.

 




Pertemuan dengan stephan kembali mengingatkan bahwa perjalanan jauh(bertualang)  adalah suatu kemewahan untuk memanjakan diri sendiri menikmati dunia dan keindahanya sesuai dengan passion kita masing - masing. Adalah suatu mimpi besar untuk bisa melakukan petualangan keliling dunia, tapi mimpi itu bukanlah apa - apa jika kita tidak tahu apa - apa tentang keindahan negeri sendiri :D masih  banyak tempat - tempat disekitarku yang masih belum sempat kukunjungi, jadi harus kembali menyiapkan sepeda untuk petualangan selanjutnya :D. Mengunjungi indahnya bumi pertiwi menulis lebih banyak agar orang - orang seperti stephan dari luar neger maupun dalam negeri lebih banyak lagi untuk mencintai negeri ini :D

Mari bersepeda menikmati dunia dalam setiap kayuhan

(Ananda Ranz 02.05.2013)

Untuk tahu lebih jauh mengenai cerita perjalanan Stephan bisa diklik disini 
atau kunjungi

1 comments:

  1. oh, you have written one special post about Stephan ...

    I just got message from Simbok (I believe she messaged you too) telling me that Stephan got sick, dengue fever :( hope he gets well soon.

    ReplyDelete