SLIDER

Thursday, February 2, 2012

Gowes Napak Tilas KedungJati



Gowes Kedua SHaun menyusuri KedungJati

18 Desember 2011

sebelum berangkat

Mas Nasir didampingi Lala memimpin doa sebelum berangkat

Setelah sempat mereyen shaun gowes ke BSB dan lolos dengan nyamanya,sepertinya sekarang waktunya untuk mereyen shaun untuk perjalanan lintas kota. Dan setelah membujuk miss nana untuk kembali bernostalgia bersepeda ke kedung jati maka event gowes bersama pun kembali di gelar dan di posting di grup diadakan pada tanggal 18 Desember 2011. Pada awal terbentuknya Bike to Work semarang beberapa anggota seperti om nasir, miss nana, mas tunggal, mas adi pernah gowes dari semarang ke kedung jati pada tahun 2009 pada tahun itu belum musim seli, sepeda mereka masih standard an mereka pun masih newbie di dnuia pergowesan. Dan dengan gagah berani dan ngos ngos an di akhir perjalan mereka berhasil gowes perdana tur dari semarang ke kedung jati. Maka demi mengenang perjuangan mereka dulu gowes nostalgia pun setelah 3 tahun di gelar kembali. Rencana karena tidak ada picku ataupun truck untuk loading kita akan menempuh gowes PP dari semarang-kedungjati-semarang. Karena mau naik kereta yang dulu ada pun sekarang sudah tidak ada.

So seperti biasa menjelang event tiba aku pun melipat shaun dan hijrah ke semarang, pada hari sabtu 17 desember 2012. Titik kumpul gowes adalah Minggu 18 desember di mabes jalan pahlawan jam 5.15am. so pada hari minggu sekitar pukul 5 lebih aku pun datang ke mabes bertemu dengan miss nana dan juga Tami yang ternyata sudah tiba lebih dahulu dengan alas an takut ketinggalan seperti waktu gowes Kudus terdahulu, ada juga peserta baru om Tuhu dengan tas ransel besar nya karena baru saja pulang dari luar kota. Tidak berapa lama muncul beberapa peserta yang lainnya, ada andra, dany, mas tunggal, om nasir dengan putrinya lala yang masih kelas 2 SD, Om topo dengan si Kecil Aan, kak yuni Dan lain lain. Asrul absen dan juga om iyan yang sekiranya mau bergabung tidak dapat bergabung. Setelah sekiranya tidak ada peserta lain yang akan bergabung, maka acara gowes pun dimulai dengan sedikit prolog mengenai gowes dan juga doa bersama. Ada kabar gembira dimana om nasir sudah mendapat kan truck untuk kita loading yang mengawal dari semarang sampai kedug jati, berita ini disambut dengan gembira oleh peserta lain terutama mas tunggal mengingat pada gowes ke kedungjati awal awal lalu dia sangat ngos ngosan ketika gowes pulang. Setelah berhitung ada sekitar 24 peserta yang mengikuti gowes kedungjati kali ini baik berupa seli, MTB juga balap. Maka gowes pun dimulai sekitar pukul 6 lebih dengan rute menuju pedurungan – mrangen – pertigaan .. – grobogan – kedung jati. Rute pedurungan mrangen adalah standra jalan raya kota semarang, jalan lebar penuh dengan kendaraan bermotor lain dan sedikit berlobang. Di pedurungan pak eko bergabung dengan kita. Memasuki mrangen beberapa anggota mulai tercecer karena om nasir dan putrinya memisahkan diri di pedurungan untuk suatu keperluan. Aku yang menjadi sweeper diminta tami berhenti dulu karena mau memompa ban sepeda kak yuni. Maka aku pun menemani tami dan kak yuni memompa sepeda. Disini kita terpisah dari rombongan tapi aku meminta mereka tidak cemas karena seperti biasa bila gowes tur maka rombongan depan akan menunggu yang belakang. Dengan sedikit mempercepat gowes kita mulai menyusul rombongan di daerah mrangen, di suatu pom bensin setelah rel kereta di mrangen aku melihat miss nana dan beberapa sepeda di pom bensin. Maka aku pun meminta tami dan kak yuni untuk berhenti, dari percakapan dengan miss nana sebagian rombongan sudah di depan. Tertinggal miss nana mas tunggal dan andra. Maka aku pun bergabung dengan miss nana dan mengkoreksi rombongan yang ada, ternyata masih ada 3 peserta dengan sepeda balap yang tertinggal di belakang karena ban pecah. Maka aku memutuskan daripada menunggu mereka yang tidak pasti akan menyusul atau kembali ke semarang, kuputuskan untuk terus gowes dan meninggalkan mereka toh mereka bersepeda balap jika ingin menyusul rombongan seli yang di depan pasti dengan mudah nya. Sebelum meneruskan gowes kita menunggu om nasir dan putrinya yang masih tertinggal di belakang. Hamper satu jam kita menghabiskan waktu di pom bensin, dan om nasir serta putrinya bergabung, kita pun kembali gowes menyusul rombongan yang di depan yang menunggu kita di suatu tempat. Setelah bergabung dengan rombongan kita pun melanjutkan perjalanan.

dalam perjalanan

kita tertib banget dalam perjalanan, karena jalan yang sempit :)

Tiba disuatu tempat kita pun istirahat dulu karena truk sudah tiba maka beberapa dari kita termasuk aku menaruh barang barang di truk. Maka kita pun melanjutkan perjalanan, rute masih jalan datar lintas kota yang kadang dilewati oleh kendaraan umum lainya. Di tengah jalan om nasir terpaksa loading menemani putrinya yang sudah kelelahan untuk melanjutkan gowes.



setelah melewati sekian tanjakan :)

Dany berusaha menaklukkan tanjakan :)

istirahat di tengah perjalanan

Sampai di pertigaan … kita mengambil araha ke kanan kea rah grobogan. Sempat terhenti ketika melewati rel kereta kita pun kembali melanjutkan perjalanan, dari pertigaan kea rah kedung jati trek berupa tanjakan dan tanjakan. Di awal kita sudah disuguhi tanjakan tajam panjang dan melengkung, aku dan shaun mampu melewati tapi sebagai sweeper aku menemani kak yun yang istirahat dan juga tami serta miss nana. Sembari istirahat dan mencari air tami pun seperti biasa menyantap bekal mie goreng nya. Setelah cukup mereka istirahat kita pun mulai melanjutkan menapaki tanjakan demi tanjakan kedung jati. Aku sempat mendorong kak yuni yang tidak mampu melewati tanjakan tapi dia lebih memilih untuk TTB, tiba disebuah warung kita berhenti dan kak yuni pun meloading sepedanya. Dan karena putri om nasir sudah ditemani kak yuni maka opm nasir pun kembali gowes. Miss nana harus berhenti sebentar karena merasa hamper pingsan, ini kutengarai karena dia belum sarapan dan snow white memakai panier (padahal sudah kuminta panier di taruh di truk tapi ngeyel) setelah cukup istirahat dan miss nana bilang mampu untuk lanjut, kita pun kembali gowes dengan tanjakan tanjakan yang ada. Awal awal tanjakan masih di sekelilingi oleh pohon pohon dari hutan yang ada, pemandangan trek ke kedung jati ini adalah pegunungan mengingatkan ku akan jalan di pracimantoro ketika dulu kita gowes ke pantai nampu. Namun disini lebih banyak tumbuhan. Setelah beberapa kilometer dengan puluhan tanjakan yang ada mendekati kedung jati kita berhenti di sebuah warung es kelapa muda dan mie ayam, kita bertemu om tuhu andra dan beberapa peserta lain. maka Kita berisitarahat dan konfirmasi kelompok peserta. Di sini dany menyempatkan sarapan mie ayam. Setelah cek dan ricek peserta yang ada. Dimana sudah tidak ada yang dibelakang dan yang lain sudah lebih dulu ke kedung jati. Maka kita pun melanjutkan perjalanan. Dari warung setelah 3 tanjakan kita diberi turunan tajam dan panjang meski setelah itu masih banyak tanjakan dan turunan yang ada. Memasuki kota kedung jati kita berhenti dan mampir dipasar karena beberapa peserta sudah tiba di pasar untuk mencicipi pecel gendar tapi karena aku tidak nafsu makan aku hanya duduk saja. Setelah selesai ngobrol dan istirahat kita pun menuju stasiun kedung jati puncak tujuan kita. Kita tiba di stasiun sekitar pukul 11 lebih.

di pasar

di pasar

Tiba di stasiun adalah acara bebas kita pun beristirahat dan berphoto photo. Stasiun kedung jati adalah stasiun dengan arsitektur kuno jaman belanda. Sayang stasiun ini sudah tidak berfungsi lagi karena sudah tidak ada kereta yang berhenti di stasiun ini. Tapi dari rel yang ada staisuin ini masih dilewati kereta entah jalur mana. Dulu masih ada kereta dari kedung jati yang menuju semarang sehingga setiba di kedung jati kita bias naik kereta ke semarang. Setelah acara bebas dan berphoto ria tak lupa berphoto bersama mengabadikan gowes tur kali ini kita pun loading sekitar pukul 12 siang. Melihat miss nana yang tadi kelelahan dan udara yang sangat panas tapi tampak awan menggantung di cakrawala dan jam sudah jam 12 lebih. Maka aku memutuskan untuk tidak gowes pulang ke semarang. Kita semua loading dengan truk pulang ke semarangan.

di stasiun Kedungjati

di stasiun kedungjati

berjajar menuruti instruksi sang fotografer :)

Setelah memuatkan diri baik sepeda dan penunggang nya kita pun menikmati perjalanan pulang, tami tampak sangat menikmati perjalanan dengan tertidur di dalam truk. Tiba di semarang sekita pukul 2 kita pun diturunkan di pos masing masing. Aku dan miss nana turun di sampokong untuk kemudian makan siang terlebih dahulu. Aku baru sadar ternyata selama gowes dari semarang –kedungjati aku tidak makan apapun maka makan siang kali itu yang berupa nasi padang habis aku makan :p. dan tidak berapa lama hujan deras pun mengguyur bumi, tepat dugaan ku jika tadi kita gowes pp maka kita akan terjebak hujan karena beberapa dari kita tidak membawa jas hujan. Maka setelah makan siang seperti biasa aku menghabiskan waktu sampai travel menjemput untuk kembali pulang ke solo.

Well demikian satu lagi gowes tur bersama teman teman dan shaun pun terbukti enak enak saja dibawa gowes lintas kota meski banyak tanjakan menghadang dapat dilewati bahkan dibeberapa tanjakan aku tidak perlu untuk bermain shifter. Gowes tur memang selalu menyenangkan dalam trek seperti apapun, cuaca seperti apapun, Jarak sejauh apapun. Asal selalu solider akan kondisi teman teman gowes, selalu berkelompok untuk selalu bersama sama sampai kesatu tujuan yang akan kita capai gowes tur akan selalu menjadi hal yang mencandu. Ini bukan tentang ego atau secepat apa kita sampai tujuan tapi kebersamaan dalam gowes. So ready for the next destination for sure YESS!!!

the best bikingmate

WH5 13.02.2012

Downhill Delles







Downhill delles Menapaki lereng Merapi Delles/Menyusuri Kali woro

setelah sekian lama vakuum dari downhill maupun XC akhirnya pada tanggal 8 november 2011 aku mendapat tawaran untuk mengikuti downhill ke deles. tentu saja aku tidak menolak. downhill kali ini kita tidak akan menginap tapi berangkat minggu pagi dari solo untuk langsung menuju deles dan downhill. maka seperti biasa hari minggu pagi aku janjian bertemu da di depan pom bensi jongke, kita pun gowes menuju gawok. karena masih sekitar jam setengah tuju aku dan ida pun memutuskan untuk membeli sarapan dulu di nasi liwet dekat stasiun gawok. selesai sarapan kita langsung menuju markas RCC yang berada di seberang desa di staisun gawok. setiba di markas ternyata belum banyak anggota yang berkumpul maka kita pun menunggu anggota lain yang berkumpul. setelah memastika semua anggota telah datang, sepeda pun mulai di loading di pick up dan perbekalan beserta tool yang ada. setelah semua di loading, maka aku ida pak joko dan sebaian peserta lain naik ke defender (land rover milik paka fajar) untuk melanjutkan perjalanan ke deles. namun kita berhenti dahulu di kandang menjangan menunggu pak edi yang sedang menyusul. cukup lama kita menunggu pak adi hampir sejam. setelah pak edi muncul kita pun melanjutkan perjalanan. deles adalah salah satu lereng merapi yang bisa di capai dari boyolali dan klaten. dan rute kali ini kita ke deles melewati klaten. dari kota klaten kita mengambil arah jalan di samping poltabes. dari situ kita mengikut saja jalan yang mengarah ke deles dengan petunjuk jalan nya. tiba di deles, kita terus naik ke atas lereng. dengan tanjakan tanjakan terjal nya. untung 4wd land rover ini bisa dengan mudah di ajak bermanuver.

memasuki pintu portal masuk ke lereng deles tanjakan sangat tajam telan menanti, kita berhenti sejenak karena pak edi mengendarai avanza yang tentu tidak cocok dengan medan off road kali ini. maka pak edi pun berpindah ke defender dan beberapa orang pindah ke pick up untuk memberi beban pick up agar bisa nanjak.


sekitar pukul 10 setelah tiba di puncak kita pun me nurunkan sepeda mengecek fungsi dan memakai peralatan dan bersiap untuk downhill. setelah semua siap kita pun berkumpul untuk mendengarkan pengarahan tentang trek kali ini. maka dimulailah downhill kali ini. mobil dan pick up diturunkan oleh gendut yang nanti akan menunggu kita dibawah. trek pertama menyusuri jurang dengan turunan vertikal membuat ku dan ida untuk TTb terlebih dahulu. setelah itu kita pun menyusuri trek turun perbukitan yang tembus di gerbang portal tadi. kemudian kita turun di lereng di perjalanan kita bertemu dengan beberapa pemuda yang mungkin sedang trekin juga kadang bertemu dengan mobil off road sar yang berkeliling. di beberapa spot tim berlatih untuk melompat, disini pak fajar sempat salah landing yang menyebabkan kaki nya cidera, tapi untunglah pak fajar masih bisa melanjutkan downhill.



trek delles kali ini berbeda dengan kopeng dan gunung maling, trek delles lebih banyak menyusuri bukit di atas sungai lembah kawah merapi jalan berbatu terjal dan dibawah sudah menanti sungai yang curam cukup membuat deg deg an, ditambah lagi suspensi bernard yang tidak bekerja menerjang bebatuan sungai cukup membuatubuh seperti dikoyak koyak.

setelah sekitar dua setengah jam kita menerjang trek bebatuan,menyusuri kali woro trek pun berakhir dengan jalan di sekitar perkampungan dan tembus di pasar delles. kita pun beristirahat dan menikmati mie ayam dan bakso. sekitar pukul 2 kita pun bersiap loading sepeda dan kembali ke solo, karena kaki pak fajar maka defender kali ini di setir oleh pak budi. karena kecapekan downhill kebanyakan peserta tertidur di mobil selama perjalanan pulang. sampai di gawok untunglah kita mendapat tumpangan dari pak fajar sampai gentan. dan kita pun gowes ke rumah

Monday, January 30, 2012

KOpeng first Downhill with RCC





Kopeng My First Downhill with RCC

berpacu menyusuri hutan hutan bergumul dengan lumpur adalah impian ku sejak kecil. sedari dulu aku sangat senang dengan rally. ingin sekali bisa ikut rally, tapi uang darimana bisa beli mobil untuk rally. tapi perkenalan ku dengan pak jaka mulyana saat ikut gowes berbuka puasa bareng indosat membukakan pintu tersebut. pak jaka yang notabene adalah ketua RCC (Rattan Cycling Club) komunitas sepeda downhill di solo, menawariku jika aku ada nyali untuk ikut downhill jika RCC nanti akan downhill. setelah beberapa lama, akhirnya pak joko pun sms aku dan menawariku untuk gabung downhill di kopeng bersama teman teman RCC. maka aku pun menyambut dengan gembira, kita janjian bertemu di stasiun purwosari, hari sabtu tanggal 29/01/2011 kita janjian jam 1 siang setelah pak jaka selesai bekerja. aku pun datang dengan pockie ke stasiun. pak jaka yang melihat pockie langsung bertanya "kamu mau pake ini buat downhill??" aku pun menjawab "lha gimana pak?" akhirnya pocckie pun naik ke pick up pak jaka yang sudah ada sepeda mbah gondrong yang dulu aku pernah ketemu saat berbuka puasa juga. kita pun menuju marka RCC yang ada di gawok, di pajang kita menjemput Ida salah satu anggota RCC yang adalah cewek (cool) kemudian di Pajang kita kerumah pak fajar (ternyata pak fajar adalah suami dari yessita yang merupakan teman ku si seli solo) pak fajar tidak ikut, tapi kita hanya mengambil sepeda pak fajar (2buah), dan pockie pun terpaksa harus kutinggal di rumah bu yessita karena tidak memungkinkan untuk diajak downhill :p, melanjutkan perjalanan kita tiba di markas RCC. sambil menunggu teman teman RCC yang lain aku dan ida hanya menunggu :p sedang yang lain menyiapkan sepeda. pak jaka juga menyiapkan satu lagi sepeda extra. setelah rombongan datang sepeda pun di loading di pick up pak jaka. juga tidak lupa perlatan tenda dan lainnya. aku baru tersadar bahwa nanti kita akan kemping di kopeng (waduuh aku ga ada persiapan apapun). jam 3 sore kita pun mulai bernagkat, sebagian naik di pick up, dan sebagian lagi naik di landlover nya pak fajar. kita pun menuju kopeng.



di kopeng kita tiba pukul 5 sore dan teman teman mulai memasang tenda untuk kita menginap. kita pun bermalam di kopeng ground sambil berkumpu di tenda. pengalaman baru yang belum pernah kualami karena jujur ini adalah pertama kalinya aku kemping di hutan :p.





pagi harinya minggu 30/01/2010 kita semua bangun pagi, sarapan dan bersiap setelah membongkar tenda, kita pun melanjutkan perjalanan, untuk naik ke puncak merbabu, ketika memasuki desa di daerah ngaduman kita menghadi kendala karena jalan yang harus kita tempuh sedang di cor, sehingga tidak bisa dilewati. maka kita pun tidak bisa untuk terus lanjut ke puncak. maka kita pun berhenti kita mencari jalan untuk bisa kita mulai downhill. setelah mendapat trek. kita pun mulai membongkar sepeda. dan mengecek sepeda dan perlengkapan sebelum turun.
ini adalah pertama kalinya aku naik sepeda fulsus double disc brake agak gugup karena aku tidak ada persiapan apapun. dan juga merupakan pertama kali aku downhill, wew. sebelum turun kita berkumpul untuk berdoa dan sedikit petunjuk bagaimana mengendalikan sepeda dan apa yang harus dilakukan. setelah siap kita pun mulai turun menyusuri bukit.
jalan setapak yang kecil penuh ilalang, dan banyak jebakan lobang kita lalui bukit demi bukit kita turuni. membelah hutan, menyusuri hutan pinus, dan menyeberang sungai yang tanpa jembatan. sedikit berbahaya tapi memacu adrenalin. aku sempat terjatuh beberapa kali karena lobang yang tertutup ilalang tinggi. ada ketakutan juga kalau aku hilang di gunung ini :p . kadang rombongan berhenti untuk melakukan jumping di beberapa gundukan. pak jaka sempat terjatuh ketika melakukan jumping tapi bisa melanjutkan perjalanan. ketika menuruni jalanan desa kia (salah satu anggota termuda) juga terpeleset sayuran sehingga terjatuh



setelah turun beberapa puluh kilometer, kita tembus di jalan raya dan menuju trek selanjutnya yaitu sirkuit salib putih, disini trek lebih tertata antara gundukan dan trek yang dihaluskan buatan manusia. teman teman RCC menikmati beberapa jumpingan sedang aku dan ida yang masih newbie menonton dulu saja. setelah puas berloncat loncat. kita kembali melanjutkan trek, dan sampai di lapangan depan salib putih. disini kita istirahat di sebuah warung, tampak beberapa rombongan lain yang juga sedang beristirahat. karena hujan mulai turun dan pak jaka tidak bisa melanjutkan perjalanan, kita pun loading dan pulang ke solo.

Monday, January 23, 2012

Fixie betwen a bike and a trend


Fixie mendengar kata ini semua pasti terbayang sepeda warna warni yang keren dan tanpa rem. well disini saya tidak akan menulis tentang apa itu fixie dan bagaimana sejarah nya. tinggal search saja pasti ketemu kok. so lanjuut yu ceritanya, sebelum fixie menjamur kayak koreng sekarang ini, aku mengenal jenis sepeda ini dari temen temen komunitas semarang. cukup awam sebetulnya tentang fixie. setelah dikasih tahu bahwa fixie itu adalah jenis sepeda fixed gear. dimana gear nya adalah tetap sehingga roda dapat dikayuh ke depan atau belakang, kalau jaman dulu sih doltrap. dan setelah ngobrol2 dengan seorang rekan yang juga bercerita bahwa ayahnya punya sepeda jadul seperti itu. maka mulailah aku tertarik dengan sepeda fixie ini. okaay deh awal mula adalah BMX ku yang akan kupermak menjadi fixie. jadi mulailah misi ke bengkel, dan bercerita tentang keinginan ku. setelah mengerti maka sang montir menyarankan untk cari sepeda lain yang lebih bisa buat di oprek dan doltrap. waduh ya okeylah maka aku pun pergi kepasar melihat lihat sepeda setelah nemu sepeda yang mungil dan tanya harga meski agak kemahalan dikit maka kubelilah itu sepeda, seharga 250ribu full bike dan doltrap seharga 4ribu rupiah.


setelah semua siap langsung deh kubawa ke bengkel langganan bengkel ngisor asem. well meski bengkel jalanan dan juga tidak tahu apa itu fixie, tapi begitu kujelaskan bahwa fixie itu sepeda yang bisa di gowes maju mundur, si montir langsung menjawab oh dikasih doltrap? so langsung deh sepeda di utak utek sama si montir, aku buang yang tidak perlu, dan doltrap pun dipasang. tidak berapa lama fixie ku pun jadi .. horeee .. sepeda sederhana ini sudah berupa "Fixie"...

melihat beberapa model dan gambar fixie yang ada, dengan rim lebar maka aku pun ingin mengganti rim sepeda ku dengan yang ber rim lebar.. cukup susah memang karena rim sepeda ku berukuran 24" maka aku pun segera ke pasar klithikan, mencari rim lebar 24' untunglah ada dan dengan tawar menawar rim itu kudapatkan seharga 100.000 rupiah. maka dengan sepeda ku segera kubawa rim dan sepeda tersebut kubawa ke bengkel, tapi karena rimi yang baru saja kubeli untuk ban ukuran 1.75 sedang ban sepeda ku berukuran 1.25, maka aku pun terpaksa harus ganti ban dalam dan luar dengan toal seharga 75ribu rupiah. so segeralah sekali lagi montir langganan mengoprek sepeda ku dan walaaa .. jadilah sekali lagi fixie ku dengan rim lebar ...

karena kulihat sepeda dan rim ku yang sangat mirip dengan fixie riu maka aku pun ingin mengecat sepeda ku dengan warna lain , setelah mendapat beberapa ide akhirnya aku putus kan untuk mengecat nya dengan warna hijau yang mewakili katak (julukan ku). jadi kubawalah fixie ku ke tempat cat langganan dan aku minta di airbrush dengan tulisan dan gambar. dengan total 130 ribu rupiah full bike.



maka jadilah fixie ku si kodok hijau yang kuberi nama "KAREN" yang diambil dari nama komputer plankton dari kartun spongebob kesukaan ku.

well mungkin fixie ku ini tidak lah semodel dengan fixie fixie lain jika dilihat dari ukuran frame dan tipe ban, juga sparepart nya. fixie ini juga tidak bisa untuk trick karena crank nya dan pedal nya yang over.

meski juga fixie ini sering mendapat ledekan, tapi toh ini tetap lah sepeda, dan sepeda yang masih bisa kukayuh. :D memang aku membuat fixie ini bukan untuk trend, bukan untuk trick, tapi sepeda yang bisa kugowes dan menemaniku kemana pun aku mau.




so kenapa harus selalu beriri hati dengan jenis sepeda yang ada, toh sepeda adalah tetap sepeda yang harus digowes.