SLIDER

Friday, July 4, 2014

Bikepacking Blitar Day-2 Holyday Yaay



Blitar Day 2  30 Juni 2014

Seharusnya hari kedua ini kita sudah gowes menuju malang melanjutkan perjalanan namun berniat menikmati liburan kita dan setelah menghitung budget dan juga menyadari banyak tempat yang belum kita kunjungi, maka kita pun memutuskan untuk tinggal di Blitar lebih lama satu hari lagi. Menikmati pagi hari di Blitar kita pun bangun cukup pagi, dan menikmati pagi hari di balkon hotel. Setelah bersiap dan berbekal peta wisata Kota Blitar yang sudah aku cetak sebelumnya, kita pun mencoba mengunjungi tempat - tempat menarik di kota Blitar. Tempat pertama adalah Klenteng yang terletak di dekat alun - alun namun tidak kita temukan, maka kita pun kembali mengunjungi museum bung karno. Kali ini kita pun masuk ke perpustakaan menikmati suasana sepi dari satu lantai ke lantai selanjutnya, kita juga mencoba ruang digital library dimana kita dapat melihat video dokumenter mengenai Indonesia dan Soekarno dari komputer yang terhubung dalam suatu LAN. Selain itu kita juga duduk membaca majalan yang menarik bagi kita. Setelah berlama - lama di perpustakaan. 
Kita melanjutkan ke museum Bung Karno yang berada satu kompleks dengan perpustakaan, di dalam museum berisi  lukisan - lukisan bung Karno dan Bung Hatta juga beberapa artikel koran dan foto - foto  tentang kegiatan mereka. 



Setelah puas menikmati museum bung Karno kita menuju obyek selanjutnya yaitu museum Peta dan Juga Istana Gebang, dalam perjalanan kita melewati Kebon Rojo   yang juga ada dalam list wisata di peta kita. Maka kita pun menyempatkan diri untuk menikmati taman kota yang terletak di daerah kompleks balaikota blitar. Di kebon rojo merupakan taman kota yang bisa dipakai untuk bersantai dan juga terdapat beberapa hewan penangkaran, selain itu juga ada juga yang menyewakan skuter untuk anak - anak bermain. 
kebon rojo


Setelah cukup menikmati kebon rojo untuk istirahat dan bernarsis ria, kita melanjutkan perjalanan menuju Istana Gebang  yang terlekak dijalan Sultar Agung nomor 69 Blitar. Istana gebang merupakan rumah dari orang tua bung karno sebelum menjadi Presiden RI. Berada di atas lahan seluas dua hektar terdiri dari bangunan rumah utama, gedung kesenian dan rumah penginapan untuk tamu yang berkunjung. Untuk masuk kedalam rumah yang sudah dijaga dari dinas wisata dan beberapa yang bersih - bersih kita cukup mengisi buku tamu tanpa membayar retribusi. Didalam rumah yang masih dirawat bentuk dan perabotanya kita akan dibawa menjelajah waktu saat Soekarno dan keluarga masih kecil hingga remaja. Menyusuri tiap sudut rumah, kamar dan perabotan merasakan angin semilir yang berhembus dari sela - sela jendela membuat ku teringat semasa kecil saat berkunjung kerumah nenek ku yang berada di Banyuwangi Jawa Timur. Didalam istanan Gebang kita pun dapat menemukan mobil kuno Bung Karno dan juga Sepeda Onthel yang dipakai untuk memboncengkan ibu Fatmawati. 
didalam rumah bung karno


istana gebang
Dari Istana gebang kita kemballi berburu Monumen Peta ,  kita sempat kebingungan menemukan monumen ini yang ternyata terletak di halam suatu kompleks sekolahan meskipun terletak di Pinggir jalan raya. Kita pun cukup bernarsis ria di Monumen Peta. Disekitar kawasan monumen ada  warung - warung penjaja es kelapa muda dan juga rujak dan krupuk sambel, tergoda dengan kesegaranya aku pun memutuskan untuk membeli rujak dan es kelapa muda yang dibungkus untuk berbuka nanti. Usai dari monumen Peta kita tidak langsung kembali ke penginapan, namun kita memutuskan untuk menikmati waktu ngabuburit di alun - alun kota blitar. 





monumen blitar


rujak krupuk blitar

aloon - aloon blitar

Sekitar hampir 4 sore kita kembali ke hotel untuk mandi dan berbuka dengan es kelapa muda dan rujak dan kerupuk sambal khas blitar. Untuk makan berbuka kita memutuskan untuk makan di warung seafood yang terletak sangat dekat dari hotel. Setelah dijamu dengan menu koloke dan capcay kuah yang segar kita melanjutkan berjalan kaki menuju alun alun dan benar - benar menikmati malam liburan kita di blitar, untuk selanjutnya kita kembali berisitirahat di hotel

BIKEPACKING BLITAR - Mimpi Yang tertunda



Ternyata sudah hampir 6 bulan saya bolos menulis untuk blog ini, gegara banyak kerjaan (menyebalkan).  Baiklah untuk kembali memulai mengisi blog saya mencoba untuk menulis mengenai liburan tahun ajaran 2013 - 2014 kemarin. 
Pada libur sekolah tahun ini kami (aku dan miss nana) mencoba untuk mewujudkan mimpi kita yang tertunda yaitu ber-bikepacking ke Blitar, sempat ragu - ragu karena kita berdua mengalami kesulitan keungan. Maka kita pun melakukan perencanaan yang matang, menghitung budget untuk menginap dan transport, setelah hunting sana sini dan juga googling yang berkepanjangan juga tanya kanan kiri dan saudara, akhirnya kita mendapatkan transrpotasi murah ke Blitar yaitu dengan menggunakan kereta ekonomi. Waktu yangn terbatas membuat kita harus menyingkat perjalanan menuju blitar.

di stasiun jebres

Day 1 (29 Juni 2014)

Dari solo kita berangkat sekitar pukul 1 malam dari stasiun Jebres, kereta sempat delay satu jam. Di keramaian mudik libur sekolah naik kereta membawa dua sepeda lipat tentu tidaklah mudah selain gerbong yang pennuh dengan penumpang, sehingga kita kesulitan menempatkan sepeda kita yang tentu akan menimbulkan masalah dengan pihak penjaga kereta. Untunglah meski sempat terjadi selisih masalah tidak diperpanjang dan kita pun tidak dipungut biaya atas sepeda kita. 


sepeda lipat di dalam kereta
Tiba di stasiun blitar sekitar pukul 6 pagi hari minggu tanggal 2 Juli 2014, kita pun menumpang mandi dan bersih - bersih di toilet stasiun yang cukup bersih nyaman dan gratis. Liburan kali ini juga bertepatan dengan hari pertama puasa ramadhan, maka puasa pertama saya pun sahur dengan sepotong brownies didalam kereta, dan hari pertama bikepacking pun harus kita lalui dengan puasa pertama.

stasiun blitar
Tujuan pertama kita di blitar ini adalah candi sawentar  yang terletak di kecamatan Kanigoro Blitar arah malang. Keluar dari stasiun pagi itu cukup sepi di jalanan kota blitar kita pun bertanya kepada orang - orang yang kita temui untuk mencapai candi Sawentar, menyusuri kota Blitar kita akan merasakan keberadaan Soekarno masih sangat kental di kota kelahiranya ini, baliho - baliho, pamflet, pamslfet bahkan patung besar Bung Karno di atas rumah orang. Menyusuri jalanan Blitar menuju Malang kita mendapati trek yang menanjak halus,

Candi Sawentar

Terletak di dusun Centong, desa sawentar kecamatan kanigoro, cukup mudah dicapai dengan bertanya kepada orang - orang meski tidak ada banyak papan petunjuknya.  Tiba di area candi sawentar kita dapat melihat hanya ada satu candi utama yang masih berdiri. Candi sawentar adalah salah satu candi hindu yang dulu dibangun untuk tempat sembahnyang dan bersemedi. Tidak banyak relief yang terpahat di badan candi. Saat itu ketika kita datang waktu masih sangat pagi sehingga mungkin tidak ditarik retribusi atau memang tidak ada karcis masuk, saat kita datang juga ada seorang ibu - ibu yang sedang membersihkan area (sungguh rajiin ya , padahal hari minggu pagi). 

candi sawentar

Setelah puas mengunjungi candi sawentar, kita meninggalkan candi sawentar kembali ke kota, kali ini kita menempuh jalan lain atas petunjuk si bapak, namun karena sepertinya kita salah belok kita pun jadi tersesat dan menempuh jalan berputar - putar. rencana awal adalah kembali ke kota dan beristirahat karena semalaman berada di dalam kereta plus ini adalah puasa hari pertama, namun karena terbujuk rayu dan cerita si bapak di candi sawentar dan juga karena jam menunjukan masih pukul 9 pagi kita pun tergoda untuk menyambangi candi penataran setelah melihat plang papan petunjuk candi penataran di tengah jalan menuju Blitar. 



Dari perempatan jalan masuk candi penataran - malang, kita melanjutkan perjalanan mengikuti petunjuk menuju candi penataran yang ternyata cukup berputar - putar. Panas terik siang itu dan rasa capek setelah semalaman tidak dapat beristirahat di kereta membuat perjalanan sedikit lelet apalagi rasa kantuk yang tidak dapat kutahan.

Candi Penataran 

Letak candi penataran yang berada di kaki gunung kelud  di desa Nglegok dengan ketinggan 450 dpl tentu saja memberi kita rute menanjak dari bawah menuju candi penataran. Beberapa kali saya harus berhenti untuk memejamkan mata karena rasa kantuk yang sudah tidak dapat saya tahan. Tiba di candi penataran kala itu ternyata cukup ramai, meski tidak seramai yang kita bayangkan mungkin karena siang hari dan awal puasa. 

candi penataran

Memasuki kompleks candi penataran kita akan disambut dengan Arca Dwarapala, duaa arca penjaga. Konon sebelum disebut candi penataran, candi ini bernama candi palah, yang ditemukan oleh sir thomas Rafles. Candi palah merupakan candi pemujaan dewa Syiwa sebegai penguasa gunung. Saat miss nana menikmati kunjungan nya di candi penataran, aku yang sudah tidak bisa menahan kantuk pun memilih untuk tidur dibawah pohoh di pinggir kompleks. Hingga tenaga ku kembali dan kembali bergabung untuk menikmati keindahan candi Penataran.



Setelah cukup puas menikmati candi penataran kita memutuskan kembali ke kota, kali ini kita cukup mengikuti jalan menurun hingga membawa kita kembali ke Blitar. Ditengah perjalanan kita melewati makam bung karno yang sore itu cukup ramai pengunjung, maka kita pun memutuskan untuk mampir sebentar yang ternyata makam cukup ramai dengan orang - orang yang berziarah, karena hari cukup sore maka kita pun tidak berlama - lama di kompleks makam, tanpa masuk ke perpustakaan kita hanya berkeliling di sekitar kompleks museum Bung Karno untuk selanjutnya menuju pusat kota untuk mencari penginapan. 

gerbang makam bung karno




Setelah berkeliling mencari penginapan kita pun memutuskan untuk mencoba kembali ke arah stasiun karena waktu itu kita melihat hotel, dan setelah bertanya tarif permalam yang menawarkan diskon 20%, kita pun memutuskan untuk cek in di hotel Patria palace. Ternyata kita pun tidak menyesal dengan tarif sekitar 240.000 permalam kita mendapat kamar yang cukup luas, welcome drink untuk berbuka dan makanan sahur yang sangat lezat. Setelah membersihkan diri maka kita pun keluar untuk makan berbuka puasa, malam ini kita berbuka dengan bakso yang berada di dekat alun - alun yang berada cukup dekat dari hotal kita menginap.




To Be Continued ..

Monday, June 2, 2014

Gomingpay awal Juni Padas Keruk - Brown Canyon semarang

Minggu 2 Juni akhirnya merasakan kembali gowes minggu pagi, setelah sekian minggu Cuma nongkrong ga jelas karena harus mengurusi ini itu. Destinasi kali ini adalah sekitar semarangan juga, setelah mendapat ilham dari foto teman andra yang narsis di kawasan Grand Canyon lokal. Kita pun tertarik untuk kembali gowes memburu tempat tersebut. Ada dua petunjuk sebetulnya yang pertama adalah di daerah rowosari, tembalang, yang kedua ada di sekitar pucang gading semarang timur. 



Karena andra dari semarang timur dan mendapat petunjuk arah dari semarang timur kita pun mengambil jalur semarang timur. Kali ini andra cukup beruntung karena jalur melalui rumahnya sehingga tidak perlu gowes 10 km menuju tikum. So kita aku dan ms. Nana maksudnya seperti biasa, setelah menuju tikum dibalaikota dan tidak ada lagi yang bergabung kita pun menuju pedurungan andra cukup menunggu di depan gang depan rumahnya daerah palebon raya (horee begitu pasti dalam hatinya. Dari palebon ternyata andra mengajak temanya (sang suami lebih memilih tidur setelah sebelumnya harus melek untuk gowes segowangi) yaitu mei -mei, teman dolan nya dari sebuah grup traveling. So cukuplah kita berempat yang kesemuanya adalah cewek (jika saya termasuk cewek ya).



Dari jalan majaphit kita menuju arah pedurungan kemudian setelah dijembatan kita berbelok kekanan menuju arah perumnas pucang gading, kemudian mengikuti  jalan menuju TVRI, mendekati pertigaan TVRI kita disuguhi tanjakan dari pertigaan TVRI kita mengambil arah kekiri mengikuti jalan menuju perumahan, dan terus ikuti jalan saja. Dengan mengandalkan GPS dari mulut ke mulut dan sedikit tersesat dan blusuk di pekarangan orang, kita pun akhirnya tiba di daerah yang dituju yeeeaah. 



Dan sebetulnya grand canyon lokal ini adalah Padas keruk yang merupakan bekas galian bukit untuk tanah urug yang masih digali hingga sekarang. (cukup miris sebetulnya) welll tapi kita pun seperti orang kota yang terkurung dalam pembangunan yang amburadul yang hanya melihat gedung jalan dan polusi setiap harinya, sehingga di suguhi pemandangan alam yang merupakan sisa galian pun kita dibuat takjub. Begitulah maka narsis fever pun melanda satu demi satu foto dijepret shutter pun bertambah dalam setiap jepretan (bakal cepet ganti shutter nih). Sepertinya kita lebih banyak menghabiskan waktu buat foto daripada buat gowes deh :p. 



Jadi begitlah setelah belum begitu puas berfoto namun kita harus segera kembali masih banyak spot yang belum kita eksplor masih banyak angle yang belum kita pakai buat foto. Dan ternyata dari rowosari maupun pucang gading kita menuju tempat yang sama "padas keruk".
Dan inilah hasil gowes narsis gomingpay kemarin ….

Saturday, May 31, 2014

Semarang Gowes Jemuwah Bengi (SEGOWANGI) #4


Segowangi sudah maksud bulan yang ke - empat lho yeaaaah. Bertepatan dengan bulan mei yang notabene juga bertepatan dengan bulan ultah kota semarang tanggal 2 mei. Kita pun menyelenggarakan segowangi dengan tema semarangan. Rute yang diambili pun menyusuri landmark2 kota semarang. Dari balaikota menuju thamrin dan kampung kali, petudungan dan kali ini kita ada session foto. Sesi yang pertama di tay kak sie. Dari tay kak sie kita menuju gereja blenduk dan sesi foto kedua. Dari gereja blenduk menuju jl. Imam bonjol, menyusuri  imam bonjlo kita berbelok ke jalan hasanudin, tapi kita tidak menyusuri hasanudin, di jembatan hasanudin kita berbelok menuju brotojoyo, menyusuri brotojoyo kita terus hingga krokosono, dan menuju pusponjolo. Dari pusponjlo menuju titik point foto ketiga yaitu sam poo kong.




Dari sam poo kong melalui kaligarang kita kembali ke tugu muda sekaligus sesi fot final yang merupakan wall of fame kota semarang yaitu lawang sewu. Peserta kali ini cukup lumayan, kembali banyak wajah baru, bahkan ada yang memboncengkan adiknya, dengan rute cukup jauh maka wajar jika ada beberapa teman yang memesihkan diri di tengan jalan. Tapi secara kesuluruhan meski tanpa snack gowes kali ini cukup membawa keceriaan eh ke narsisan bagi beberapa peserta. :D
berikut foto - foto segowangi #4