SLIDER

Tuesday, February 11, 2014

Gowes Menyusuri kebesaran Candi Ratu Boko dan Prambanan



Terkadang manusia sudah berencana tapi alam yang menentukan. Keinginan untuk gowes kembali ke Lasem sudah ada sejak tahun lalu, kembali menyusuri jalanan kota lasem dan ke vihara lasem memang sudah menjadi target liburan kita. Dan rencana itu kita matangkan pada 31 Januari 2014 bertepatan dengan moment imlek untuk bisa berkunjung ke tiongkok kecil didaerah pantura. Namun apa daya hujan yang merupakan berkah bagi teman - teman tionghua di minggu imlek terus menerus mengguyur kawasan pantura hingga menyebebakan banjir di beberapa kota di Pati, Kudus, Jepara bahkan semarang sehingga banyak titik - titik penghbung antar kota yang terputus karena banjir. 



monumen tenun klaten


Akhirnya kita pun pasrah selain untuk mengganti rencana alhasil setelah dibahas kita pun memutuskan untuk kembali mengunjungi kebesaran masa lalu didaerah klaten Yup tidak lain dan bukan kita ingin kembali menyusuri kebesaran candi candi di masa sanjaya yaitu Prambanan dan Ratu Boko tentu tidak lupa candi disekitarnya. Pada hari H, jumat 31 Januari seperti biasa aku dan ms. Nana janjian bertemu di solo dia naik bus patas dari semarang. Setibanya di solo sekitar pukul 9 kurang kita pun langsung lanjut menuju prambanan. Untunglah gowes kali ini tidak mampir di rumah makan jatayu :p karena aku sedikit bosan. Karena waktu sudah menunjukan sekitar pukul 12 siang Aku pun memutuskan untuk langsung ke hotel dulu untuk tanya kamar namun kita check in sekitar pukul 2 siang. Untu menghabiskan waktu kita memutuskan untuk kembali mengunjungi Candi sari yang terletak tidak jauh dari prambanan.candisari ini terletak 100 meter dari jalan raya prambanan Jogja kilometer 3, Ini sudah kali ketiga kita mengunjungi candi sari, pertama saat bikepacking ke purwokerto kedua saat Jisok dan sekarng yang ketiga, kita bisa lebih puas mengeksplor. 

di candi sari



menanjak ke sumber watu

Setelah puas menikmati candi Sari kita pun kembali ke hotel untuku check in. Istirahat sebentar sekitar setengah empat kita gowes menuju puthuk setumbunya prambanan yaitu situs sumber watu. Ternyata setiap sore hari dimalam minggu jalanan menuju sumberwatu cukup ramai dengan banyaknya anak muda yangn sekedar berhenti dan nongkrong entah ngobrol dengan menikmati pemandangan atau apa :D sebetulnya niat hati kita ingin menikmati sunset dari sumberwatu dengan melihat prambanan disore hari namun apa daya sekali lagi alam tidak mengijinkan mendung yang menggelayut membuat kita memutuskan untuk kembali turun. Ditengah perjalanan kita sempat terjebak hujan sehingga harus berteduh dulu disebuahh warung mie ayam saat aku membeli rica - rica cakar. Ternyata hujan berlanjut hingga malam hari alhasil kita pun hanya betah untuk beristirahat didalam kamar semalaman. Memulai aktivitas dipagi hari ms. Nana sudah membangunkan ku untuk mampir menikmati plaosan di paggi hari. Cuaca yang cukup cerah membuat kita betah di plaosan sambil menikmati hari dan tentu saja meghabiskan waktu untuk sekedar narsis. Sekitar pukul 8 pagi kita kembali kehotel dan menikmati sarapan yang telah disediakan, yaitu nasi goreng dan roti bakar. Selesai sarapan kita pun berkemas. dan melanjutkan perjalanan menikmati prambanan dan ratu boko. 


candi plaosan


pockieeeee



Tongsis :p







bandung bondowoso :p




safety first pake helm proyek
 Kali ini kita membeli tiket terusan dari prambanan seharga 45 ribu rupiah. Dengan shutle yang telah disediakan kita pun menuju ratu boko terlebih dahulu, menikmati candi yang merupakan reruntuhan istana yang hari itu cukup ramai pengunjung. Usai dari ratu boko sekitar jam 12 siang kita kembali dengan shutle menuju candi prambanan yang ternyata juga cukup ramai, namun berbeda saat terakhir aku ke prambanan kali ini kompleks candi siwa tertutup dikarenakan bangunan yang belum begitu stabil kita boleh masuk dengan berbagai persyaratan yaitu menggunakan helm proyek dan hanya dibatasi untuk beberapa pengunjung juga selama 15 menit saja. Puas mengitari areal Brahma (candi Prambanan) kita pun memutuskan untuk mengunjungi candi - candi disekitar areal prambanan dengan menyewa sepeda kali ini kita mencoba sepeda tandem :D meski sempat kikuk pada awalnya akhirnya kita pun menikmati perjalanan sepeda ini, kita mengunjungi candi lumbung, candi bubrah dan tentu saja tujuan utama kita candi sewu. Kita membatasi diri kita untuk berkeliling hingga sampai pukul 3 sore karena harus kembali gowes kesolo oleh karena itu ketika pukul 2.30 kita memutuskan untuk keluar dari areal prambanan setelah menbeli oleh - oleh untuk keponakan. 
Roro JOnggrang :p


kata tukang sewanya suruh naik tp takut

naik tandem kikuk

candi sewu


Kita pun kembali gowes ke solo, tidak lupa untuk mampir dulu membeli rica cakar. Dan sarapan yang terlambat yaitu nasi padang di pinggir jalan raya dekat prambanan. Usai makan sekitar pukul 4.20 kita langsung kembali gowes ke solo. Tanpa hambatan yang berarti kecuali perut ku yang ternyata kambuh karena telat makan dan diperjananan banyaknya truk pengangkut batu dan material lain yang berjalan lambat disebelah kiri sehingga membuat kita agak kesulitan. Dalam perjalanan kita juga sempat terhenti oleh rintik hujan yang syukurlah berhenti saat kita melintas, tiba di solo sekitar pukul 7 malam aku memutuskan untuk mampir terlebih dahulu di salah satu tenda kedai susu yang terkenal di kota solo untuk menikmati segelas susu cokelat hangat :D 

dipotret sama orang misterius ternyata om moko JFB

Tiba dirumah malam itu waktu kita gunakan untuk beristirahat.

0 comments:

Post a Comment