SLIDER

Saturday, December 31, 2011

Bikepacking Akhir Tahun TawangMangu






Bikepacking Mengahabiskan Menanjak Tawangmangu

Liburan akhir tahun sudah barang tentu aku ingin mengisinya dengan bikepacking, setelah semula aku dan miss nana akan berencana untuk gowes bikepacking ke pantai pantai di parangtritis ketika menyambut tahun baru nanti. tapi ternyata begitu melihat keindahan candi Cetho dan candi sukuh, miss nana merubah pikiran. dia ingin gowes ke cetho dan sukuh. weooooooow. aku yang dari dulu ingin gowes ke cetho tentu aku sambut dengan gembira. tapi tentu aku juga sudah tahu trek yang akan kita tempuh adalah tanjakan karena cetho berada di 1400m diatas permukaan laut. diatas gunung. aku pun menjelaskan tentang trek yang akan kita tempuh. setetlah meyakinkan miss nana. dan miss nana teguh pendirian nya akan gowes kita kali ini maka dimulailah berbikepacking ke tawangmangu.
mungkin sudah banyak orang yang gowes ke tawangmangun, tapi kita akan gowes menghabiskan hari mengunjungi tempat tempat wisata tersebut berurutan. agak gila tapi kita lihat saja :p rencana semula adalah kita berangkat tanggal 29 desember ke cetho kemudian turun dan menanjak ke tawangmangu dan hari berikutnya kita turun dan menanjak kesukuh kemudian turun dan kembali menanjak ke Tawangmangu untuk menghabiskan tahun baru disana, namun setelah berpikir daripada menanjang berkali kali aku memutuskan untuk menanjak Tawangmangu terlebih dahulu setelah mendapat hotel kita baru berkeliling ke cetho dan sukuh, mengingat itu adalah akhir tahun. taku kita akan kehabisan hotel.
maka seperti biasa aku jemput miss nana di semarang dan kita pun berangkat ke solo pada tanggal 28 desember 2011, setelah menghabis kan waktu disolo kita mulai perjalanan ketawangmangu pada tanggal 29 desember 2011, sekitar pukul 7 setelah bersiap. kita menuju warung soto yang ada di jalan bhayangkara untuk sarapan. seperti biasa miss nana membawa pockie dan aku membawa snowhite yang berbonceng panier yang kali ini lebih berat dari snowhite 10kilo??

hadeeeh.... selesai sarapan karena waktu menunjukan setengah sembilan maka aku berkata pada miss nana bisakah kita gowes agak cepat setidak nya sampai sikarangpandan karena aku tidak ingin kita kesorean karena menanjak tawangmangu bukanlah hal yang mudah, mengingat miss nana adalah seorang wanita berumur kepala 4. kita pun segera memacu sepeda kita menuju karanganyar, meski aku harus menggowes snow white dengan panier yang begitu berat. ternyata tidak begitu masalah, aku yang merasa gowes biasa ternyata meninggalkan miss nana dibelakang. dan miss nana pun sempat mengeluh "kamu jangan sprint terus mending aku pelan pelan dibelakang daripada ngejar terus" lhaa aku merasa ga sprint lho ya.. maka aku pun mengurangi kecepatan gowes..meski miss nana masih tetap dibelakang. dari solo menuju karanganyar jalan raya lebar dan lurus tidak ada tanjakan.
setelah melewati karanganyar menuju karangpandan trek yang ditempuh adalah menanjak, ya dari karanganya menuju karangpandan adalah menanjak meski halus tetap akan terasa menanjak nya, tapi tanjakan halus seperti ni masih bisa kulewati, meski dengan snow white yang berbeban panier barang barang kita selama 3 hari yang beratnya ga ketulungan.



aku masih mampu gowes melewati tanjakan tanpa perlu mengganti shiftgear snow white. pos yang kita tuju adalah terminal karang pandan, karena dari situlah aku mendapat petunjuk arah dari kakak ku jalan mana yang kita tempuh jika menuju cetho dan sukuh, dan jalan mana jika menuju tawangmangu. maka setelah melewati jalan menanjak sampailah kita di terminal karang pandan. tanpa menemukan mini market dan bekal minum kita sudah habis, kita bersyukur bisa sampai di terminal sekitar pukul 12. meski aku dan miss nana tidak lapar tapi tubuh perlu asupan makanan untuk melanjutkan gowes ke tawangmangu. kita pun memesan semangkok mie ayam untuk berdua. setelah makan dan membeli beberapa botol air minum kita pun melanjutkan perjalanan.


sekitar 600 meter dari terminal karangpandan rintik hujan mulai turun, aku dan miss nana sempat bingung mau terus atau kembali ke terminal untuk naik bus, taku jika hujan turun. aku yang mengira miss nana bilang terus (padahal dia bilang turun) terus menggowes ke atas, dan tidak lama hujan pun turun. untunglah di depan kita ada pos ojek yang tidak ada tukang ojek nya. kita pun berhenti untuk berteduh, hujan yang turun semakin deras. sekitar 40 menit kita menunggu hujan deras tidak juga reda. maka kita memutuskan untuk lanjut gowes jika hujan sedikit reda. meski berbahaya karena melihat saat hujan mobil dan bus yang melaju bukanya melambat tapi justru menambah kecepata apalagi saat berbelok dan menanjak adalah ancaman buat kit. maka setelah hujan tidak begitu deras kita pun melanjutkan perjalanan. karena panier tidak ada raincoat nya, maka aku menutup panier dengan raincover dari backpack ku. aku harus memilih salah satu sisi.
maka kita pun melanjutkan gowes melewati setiap tanjakan dan guyuran air hujan untuk menuju tawangmangu. cukup berat juga gowes menggunakan raincoat ditambah panier yang basah karena air hujan. maka aku tidak boleh bermanja tidak memindah shiftgear. mengingat aku harus gowes ke cetho dan sukuh esok harinya maka, di tanjakan selanjutnya aku harus pintar pintar bermain gear.







dalam guyuran hujan kita pun menapaki kilometer demi kilometer menuju tawangmangu, kadang berhenti sebentar meski diguyur air hujan. miss nana sempat kehilangan semangat ketika kita tidak juga menemukan tanda tanda berapa kilometer lagi akan sampai, dan melihat mobil yang menanjak yang berjalan diatas bukit diatas kita rasanya seperti tidak bisa melewati tanjakan tersebut apalagi dibawah guyuran hujan, ternyat begitu kita gowes kita pun dengan mudah melewati tanjakan yang ada.

hingga akhirnya kita pun tiba di terminal tawang mangau sekitar 4.45 sore, dan kita pun berhenti di masjid, untuk sholat dan miss nana berganti baju. setelah hujan sedikit reda kita pun melanjutkan untuk mencari hotel. ternyata setelah pasar tawangmangu kita diberi tanjakan jahanam gilaaa...untung aku masih bisa lolos disini miss nana tidak mau ngoyo mending TTB :p dan untunglah kita menemukan hotel diatass tanjakan tersebut sehingga tidak perlu gowes lebih ke atas lagi. tiba dihotel kita masih beruntung ada kamar, kita pun cek in dan menaruh barang (mengeringkan baju yang kehujanan). aku yang kelaparan terpaksa memaksa miss nana yang kecapekan untuk menemani turun ke arah terminal mencari makanan.

2 comments:

  1. masih pengen trekking dari tawangmangu ke candi sukuh ...
    entah kapaaaaaaannnnn ...
    terlalu banyak keinginan kesana kesini ... kemara kemari ...
    qiqiqiqiqiqiqi

    ReplyDelete