
Hari H pun tiba, sabtu tanggal 21/08/2010 aku naik joglosemar dari solo jam 12 siang menuju semarang, tiba di semarang jam 3 sore, lebih awal dari jam kumpul untuk loading yaitu jam 7. maka aku pun memutuskan untuk berputar putar sekitar semarang mengunjungi tempat - tempat yang kukenal dulu waktu kuliah.



karena sudah mengenal kudus dan sering berkeliling kudus juga, maka aku tidak begitu khawatir akan NR malam ini, lagipula NR malam ini adalah bersama KOMSELIS (komunitas Sepeda Lipat Semarang) kudus yang bukanlah kota besar pasti tidak akan makan waktu lama untuk bersepeda mengelilingi kota nya. tapi begitu bertemu dengan rekan - rekan lain di simpang tujuh, timbulah pemikiran aneh, mereka semua memakai Fulsus dan Headlamp. waduuuh memang kita mau NR kemana, tapi pemikiran tersebut kuhapus, mungkin ini kebiasaaan teman teman kudus untuk NR memang harus safety dan memang kebanyakan penyepeda di kudus adalah DOwnhiller secara di kudus adalah markas MOR29 Djarum.
Setelah beramah tamah, dimulailah NR malam itu, dari alun alun kita mengambili jalan arah jepara, menyusuri jalan hingga ke pinggiran kota yang merupakan perkampungan. kemudian berbelok ke jalan perkampungan, dan tembus ke jalan yang lebih sepi lagi, tapi malam itu terasa ramai karena peserta NR malam itu cukup banyak, aku berusaha tidak memisah kan diri dari rombongan seli. dari jalur yang di tempuh aku mengenalinya karena dulu aku pernah melewatinya, ini adalah jalur menuju pabrik djarum. ya memang jalan nya bukan jalan protokol, tapi jalan di pinggiran sawah. sesekali kita memasuki perkampungan penduduk, dan sering disambut dengan gembira dan keheranan warga warga sekitar. setelah beberapa lama dan beberapa kali memasuki perkampungan penduduk rombongan berbelok ke pematang sawah, semula aku tidak khawatir karena pematang tersebut berupa paving blok. tapi paving tersebut berhenti setelah beberapa ratus meter dan jalan pun berupa tanah.
okaaaay..rute yang cukup menantang kukira kita akan berbelok ke perkampungan dan kembali ke kota, sudah hampir sejam lebih kita masih saja menyusuri pematang, rombongan seli terpisah pisah karena beberapa peserta kudus saling mendahului kita. hingga jauh berlalu trek pun semakin berkurang, kita seperti berjalan di pematang yang tinggi dimana dibawah adalah semak2. jalan yang kita lalui hanya selebar 30cm untuk roda dan dikelilingi oleh rerumputan. hal ini di perparah tidak ada nya penerangan karena kita benar benar di hutan, penerangan kita peroleh dari lampu sepeda masing masing.
setelah beberapa jauh kita melewati jembatan tapi rombongan tetap terus sampai ujung pematang, disini rombongan menyalakan kembang api. ketika rombongan memutuskan terus (jalan pematang sudah habis). menuruni pematang yang licin. aku sudah terpisah dari rombongan komselis, yang kulihat hanya lampu om jo maka aku pun mengkuti om jo menuruni pematang. dari sinilah trek semakin parah, jalan berlumpur dan sempit, dan sungguh gelap gulita aku hanya mampu melihat kelap kelip lampu di depan karena itu lah aku tidak boleh ketinggalan, karena jalan tidak akan terlihat, beberapa kali ban ku harus selip dan terperosok dilumpur karena kurasa ini adalah trek untuk XC MTB,

setelah hampir 30 menit gowes dengan kecepatan penuh kita pun berhasil berkumpul dengan rombongan komselis, yang menuggu di pasar mayong. setelah istirahat sejenak kita kembali gowes dengan kecepatan penuh untuk kembali ke kudus karena sudah hampir tengah malam. untunglah kita masih di kawal beberapa om om dari kudus, dalam perjalanan yang ngebut kita benar benar sudah kecapekan menemukan suatu oase yaitu minimarket



maka segeralah kita berhenti dan istirahat minum. aku pun bercerita bahwa kita terbawa rombongan kudus ber XC ria ketika terpisah tadi.
setelah berisitirahat kita segera melanjutkan perjalanan karena kita telah ditunggu rombongan di depan kita, maka kita pun segera melanjutakan perjalanan ke menara kudus. setelah berphoto photo. kita lanjut lagi ke angkringan untuk makan malam mengisi perut yang sudah habis terkuras saat gowes tadi. perjalanan pun berlanjut kembali ke titik kumpul, untuku kembali me loading sepeda dan kembali ke semarang.


itu adalah NR pertamaku dengan Komseli dan juga pertemuan ku dengan komselis yang membawaku berkenalan dengan teman teman.

Trek NR kudus -mayong kita menempuh sejauh 35km