Ngomongin soal
kesukaan motret itu sama dengan kesukaan sepeda sudah lebih seperti kebiasaan
daripada hobi. Kalau ditanya kapan mulai motret jawaban nya akan sama kalau
ditanya kapan mulai suka sepedaan. " Dari kecil " meski dulu sewaktu
masih kecil seingatku atau seingatan
atas apa yang dikatakan oleh orang - orang akan diriku, bahwa saya itu suka
nangis kalau di foto. Dan beberapa foto saya waktu kecil itu pose nya nangis.
Tapi seingatku lho ini saya itu bukan nangis tapi pose kayak orang nangis
karena ga suka difoto .. Begitu sih.
Nikon D70 dengan Lensa holga
film kamera
buku nya udah lepek
Lho ga suka difoto
kok ngaku suka motret, lha begitulah saya. Memang lebih suka berada dibalik
lensa daripada didepan lensa, mungkin karena kurang pede hmmm . Terkadang heran
juga kalau ada yang bilang ga bisa motret, lhah kan tinggal jepret to?? Tapi ya
ada benernya juga sih saat melihat sendiri saudara yang ketika saya minta buat
ngambilin foto hasilnya itu ke crop semua ... :( atau blur atau juga miss fokus
:(. Apalagi ketika jaman dulu masih kamera film manual dimana kita harus seting
manual semua apeture, iso maupun exposure nya. Lhah bisa bisa gosong (istilah
over xposure dan ngeflare) atau malah
gelap gulita karena under exposure.
selalu tercangklong
Dua kamera tercinta
Sebelum punya DSLR
dulu motret itu ya Cuma pakai tustel pinjaman dari kakak jaman dulu masih pake
film dan untunglah sudah auto. Setelah
film mulai jarang mulailah berganti ke kamera digital sekali lagi ya pinjaman lah
buat bolang kemana - mana. Lalu berganti ke prosumer. Dan karena hape saya juga
jadul butuh beberapa tahun nabung buat beli handpone yang ada kameranya
dapatlah samsung corby yeaaah .. Lalu mulailah memotret pakai hape. Baru tahun
2009 saya mampu alias berani untuk beli (kredit) kamera DSLR yaitu kamera canon
1000D yang kemudian meski belum lunas saya jual buat beli nikon D70 :D
TLR Recesky
underwater saya
sebagian senjata
Semua kebisaan saya
mengenai memotret dan pengaturan saya pelajari melalui otodidak. Belajar
sendiri dari ngutek ngutek kamera sendiri. Ketika masih senggang banyak hasil
foto saya kalau dalam istilah fotografi itu sepertinya adalah Street fotography
dan juga Still Image. Jujur sih saya masih lemah dalam landscape dan satu
aliran yang saya sangat lemah yaitu motret model :D dan karena sudah mempunyai
soulmate dolan juga teman - teman yang suka difoto maka aliran motret pun
berubah seperti tukang poto event.
hasil kamera film dengan ricoh
hasil kamera film dengan Ricoh
Seiring waktu
berjalan kini saya sedikit mewujudkan mimpi atau khayalan saya yaitu membuat
film, maka saya pun menambah satu kamera lagi yaitu Canon Kiss X4 untuk merekam
Video. Dan beberapa hasil video yang saya hasilkan pun bukanlah film pendek
hanya video klip hasil kita gowes bareng - bareng. Dengan mempunyai kamera DSLR bukan berarti
sudah tidak cinta lagi dengan kamera film, karena bagaimanpun memotret dengan
kamera film mempunyai kepuasan tersendiri.
Beberapa jenis kamera pun saya gunakan, termasuk toycam. Ada Twin Lens
reflect nya recesky, kamera bawah air yang murah saja. Dan tetap setia dengan kamera film saya yaitu
Ricoh 500G.
saya dan kamera
meski sudah bertahun - tahun motret sepertinya saya ini masih bukan seorang fotografer deh ...
Jogja meeen akhirnya
kita sampai Jogja .. Horeeee tapi karena kecapekan malam itu, pagi itu kita
bangun bermalas - malasan. Hari minggu tanggal 4 Januari 2015, kita isi dengan
bangun siang. Meski semalam berencana mau main ke Pasar tumpah UGM tapi apa daya
kasur sederhana di penginapan ternyata cukup nyaman membuat kita terlelap.
Lebih dari pukul 6 pagi kita baru bangun bergantian menggunakan kamar mandi dan
sarapan dengan nasi Goreng yang disediakan oleh hotel (FYI meski kita Cuma
pesan 3 kamar dimana perkamar adalah jatah 1 orang tapi pihak hotel menyediakan
sarapan untuk kita bertujuh waaaow :D ). Dengan santainya kita makan itu pun
memberi waktu bagi Radit yang nanti akan bertugas sebagai road captain untuk
gowes Pakem terlebih dahulu bersama teman - teman Jogja.
Day 3 - Minggu 4
Januari 2015
Hari ketiga ini kita
awali dengan menambal ban pockie yang bocor, juga menyetel sepeda - sepeda kita
yang sudah menempuh lebih dari 100km. Pagi itu kita berdiskusi bagaimana
perjalanan hari itu. Dikarenakan dua cewek Tami dan Dwi harus keburu balik
semarang untuk belajar demi UAS esok hari, dan Dwi kembali kehilangan
kepercayaan diri jika harus gowes ke Solo secara cepat. Sempat terpikir kita
berpisah dari rombongan dan naik taksi ke Solo namun akhirnya kita teringat
teman kita mbak Sundari goweser asal klaten. Akhirnya setelah menghubungi mbak
Sundari untuk dicarikan Truk di Klaten yang ternyata tetangga nya sendiri kita
pun bernafas lega. Dwi dan Tami pun setuju untuk melanjutkan perjalanan kembali
hingga klaten.
Pukul 09.00 WIB
setelah semua bersiap dan radit pun telah datang menjemput kita, maka kita pun
bersiap melanjutkan perjalanan. Kita tidak langsung menuju selokan
mataram. Kita udah sampai Jogja meen
masak ga mampir Mallioboro, so sebelum menuju selokan mataram kita manmpir dulu
ke Jalan Mallioboro untuk nunut narsis. Dimana rombongan bermotor tidak
ikut narsis, namun menunggu kita di
jalan arah Janti. Jalan mallioboro memang selalu menjadi daya tarik para turis
untuk numpang narsis tidak ketinggalan pagi itu begitu kita tiba pun sudah
harus antri untuk bergantian berfoto di papan nama jalan Mallioboro. Setelah
puas berfoto kita melanjutkan perjalanan menuju nol kilometer dan jalan bintara
kulon masuk Istana Pakualaman dan Selanjutnya sudahlah rute jalan kita pasraha
saja sama road captai Radit yang memandu kita pagi itu, kita benar - benar di
blusukin di berbagai perkampungan di Jogja.
Dan akhirnya kita
pun muncul di daerah Janti, di Janti kita regrouping kembali dengan arwin dan denny pasukan bermotor
kita. Perjalanan pun berlanjut menuju
selokan mataram, menyusuri selokan mataram kali ini masih tetap dipandu oleh
Brindil, kita Cuma ngikut aja lah, tidak lupa foto - foto narsis :D. Checkpoint pertama kita kali ini adalah candi
Sambisari, kali ini radit membawa kita dengan rute yang berbeda dari rute Jisok
sebelumnya, kita memutar di desa - desa yang membawa kita muncul dari bagian
belakang candi Sambisari ... (duh rute nya Cuma RC yang tahu). Di candi
sambisari kita Cuma berfoto didepan papan nama doang hiks :( karena cuaca yang
panas dan terik, dan terburu - buru kita pun Cuma nongkrong di angkringan di
depan Candisari menikmati jajanan khas angkringan :D. Saat
diangkringan kita sambil menunggu om Tebe yang rumah nya dekat daerah
sambisari untuk bergabung dengan kita.
Setelah berkumpul
dan selesai mengisir perut, kita kembali melanjutkan perjalanan yang dikawal
oleh radit dan om Tebe. Menyusuri kembali selokan mataram dan menuju candi
Sari, disini kita kembali konfirmasi dengan mbak Sundari dimanakah titik temu
dengan pick up. Setelah selesai menikmati candi sari dan ngobrol. Kita kembali
melanjutkan perjalanan menuju klaten, kita tidak mampir atau mengambil rute di
daerah pramabanan karena sudah keburu waktu. Maka di Gerbang Perbatasan
prambanan Jogja pun, kita berpisah dari Radit dan Om Tebe yang akan kembali ke
Kalasan. Seda ng kita kembali melanjutkan perjalanan menuju Klaten. Di tengah
jalan kita berhenti di Pom Bensin, mendung yang sudah mulai menggelayut di
langit menyembunyikan terik matahari membuat kita sekalian bersiap menutup
panier dan bawaan kita dengan plastik masing - masing.
bersama pengawal motor dan videographer
di depan candi sari
Dan betul tidak
berapa lama setelah kita menempuh jarak beberapa kilo hujan mulai turun hingga
memasuki kota klaten. Kita mampir ke warung sop khas Klaten di stadion dan
Hujan pun kembali deras mengguyur bumi, kita kembali mengisi perut dan
menghangatkan tubuh dengan sajian Sop Khas Klaten yang begitu terkenal sambil
menunggu kedatangan mbak Sundari dan Pick up kita. Setelah selesai makan tidak
berapa lama mbak sundari muncul dan juga pick up yang akan membawa kita. Maka
segeralah sepeda dan barang pun kita loading disini rombongan dibagi dua. Om DJ
kembali gowes melanjutkan perjalanan ke semarang dan ditemani oleh Arwin. Aku,
dwi, dan Tami dengan pick up kembali ke Kartasura dikawal oleh Denny. Maka kita pun berpisah.
para pengawal federal
bersiap sebelum hujan
mejeng dulu dengan mbak sundari
Diperjalanan pulang Hujan deras mengguyur tidak henti - hentinya hingga di kartasura, disini dwi dan etami menunggu bus kembali ke semarang, deny naik motor kembali ke semarang, setelah menunggu dwi dan tami mendapat bus setelah menunggu dwi dan tami kembali gowes dan lanjut kulineran di Solo. Dan aku dijemput oleh ayah dan Kakak dengan Mobil karena harus membawa 3 seli pulang kerumah.
Demikian perjalanan
kita di hari ketiga ini. Mengakhiri rangkaian
tiga hari perjalanan bikepacking kita, yang tentu saja penuh dengan
banyak cerita yang ingin disampaikan dalam perjalanan kerumah masing - masing.
Terimakasih kepada
semua teman - teman yang telah mau ikut serta dalam perjalanan kita kali ini,
juga teman - teman yang mau kita repotkan untuk masalah penginapan dan menjadi
penunjuk Jalan.
Baiklah mumpung saya
sedang mood untuk menulis Blog (bukan prposal :( hiks kapan ...??) yuk mari
lanjut. Jadi mlenjutkan tulisan piknik dengan sepeda kita yang cerita bagian pertama dapat dibaca di sini Gowes hari pertamadi hari kedua ini kita awali dengan Piknik ...?? Eerrr
Iya bener meski kita gowes keluar kota yang kita lakukan sebenarnya adalah Piknik!!
Kita gowes santai menikmati jalanan menikmati kulineran menikmati kebersamaan,
jarak dan speed mah ga masuk hitungan :p. Jadi setelah kemarin seharian kita
gowes dari pagi ampe malem, dan menginap di rumah Bapak Haji Achwan, kita
menikmati istirahat kita malam itu. Dan pagi hari kita mendapat suguhan kopi
panas .. Duh enak nya yang suka kopi. Sambil mandi kita pun ngobrol dan ngopi
di pagi hari, bercerita ini itu.
Sekitar pukul 8
lebih kita pun melanjutkan rencana untuk piknik ke Boroboduru, dimana kita
cukup berjalan kaki karena letaknya yang berdekatan dari tempat kita menginap
hanya sekitar 100 meter.
Day 2 - 3 Januari 2015
Piknik Borobudur and Ride to Jogja
#Check Point Candi
Borobudur
Pukul 8.20 WIB kita
bersama - sama menikmati liburan kita untuk piknik ke Borobudur, meski baru
pukul 8 pagi ternyata kawasan Borobudur pagi itu sudah ramai sekali dengan
dengan pengunjung baik rombongan bus maupun mobil dan kita sendiri rombongan
pesepeda :D. Untung kita tidak perlu antri banyak untuk membeli tiket karena
cukup diwakili oleh satu orang saja.
Jadi sebetulnya sih saya pernah berkunjung ke Borobudur waktu saya masih
sangat kecil, saking kecilnya juga tidak begitu ingat kecuali dari foto yang
mungkin jaman dulu itu adalah hal yang sangat langka karena Cuma ada satu eh
dua foto kayaknya. Dan kunjungan kedua saya adalah ketika saya dan miss nana
Gowes ke Borobudur untuk menghadiri perayaan Waisak di tahun 2013 Lalu, namun
karena saat itu bertepatan dengan waisak tentu saja Borobudur menjadi lautan
manusia dan saya pun tidak menikmati Borobudur dengan puas.
Candi borobudur
merupakan Candi terbesar di Indonesia, bahkan keagungan Borobudur telah menarik
banyak pihak bahkan dinobatkan sebagai situ warisan dunia oleh UNESCO. Richard
Gere juga Mark Zuckerberg dua tokoh dunia ini pun menyempatkan diri bermeditasi
di Borobudur.
Kali ini juga
bertepatan dengan liburan juga sehingga ramai pengunjung maka rasanya masih belum puas juga untuk
mengunjungi dan mengeksplore keindahan sudut Borobudur. Waktusudah menunjukan
sekitar pukul 10 Pagi kita pun sarapan di warung sekitar kawasan Borobudur,
kemudian kembali ke tempat kita menginap untuk packing dan bersiap melanjutkan
perjalanan menuju Jogja.
Setelah packing dan
bersiap kita pun melanjutkan perjalanan sekitar pukul 11 Pagi, meninggalkan
kawasan Borobudur kita pun mampir dulu ke Candi Mendut
#Check Point Candi
Mendut
Candi mendut hanya
terletak sekitar 3 kilometer dari Candi Borobudur , kita dapat melihat langsung
candi Mendut yang terletak tepat di pinggir jalan. Di dekat candi mendut
sebetulnya terdapat Vihara, namun karena keterbatasan waktu kita hanya masuk ke
candi mendut. Didalam candi mendut
terdapat 3 patung Budha yang masih lengkap dengan kepalanya dengan posisi
berbeda. Siang itu meski waktu belum menunjukan pukul 12 Siang namun perjalanan
dari Borobudur ditemani terik panas matahari yang menyengat. Bahkan kita pun
bermain di candi mendut harus menahan panas matahari yang begitu terik.
Namun ternyata terik
matahari begitu cepat berganti dengan Hujan yang begitu juga cepat datang dan
membasahi bumi, kita pun bergegas mencari tempat berteduh yang sangat terbatas
di daerah sekitar mendut. Disini miss Nana harus berpisah dengan rombongan karena
harus kembali ke semarang dikarenakan oleh Angie putri nya yang sakit. Dan Dwi
pun menjadi pemancal pengganti agar memudahkan miss Nana kembali ke Semarang
menggunakan Bus. Disaat liburan yang begitu padat seperti ini, untuk
mendapatkan bus saja susah apalagi membawa sepeda dan harus naik tidak dari Jogja. Maka dengan kesepakatan
dankepercayaan diri Dwi pun bersedia menggantikan miss Nana. Semangat Dwi!!.
Rombongan terpisah
dimana Arwin mengantar miss Nana ke terminal muntilan, sedang Aku, tami, Dwi,
Pak Djoko dan Deni terus melaju menuju Jogja. Kita mengambil jalan dari mendut
menuju Muntilan dibawah guyuran Hujan deras. Kita sempat berhenti sebentar untuk
membetulkan sadel Dwi dan melepas mantel hujan.
Di pertigaan gerbang kawasan Borobudur dan Jalan raya Magelang. Kita
berhenti dulu di supermarket karena Kaki dwi Kram. Setelah beristirahat
sebentar dan memulihkan semangat Dwi. Kita kembali melanjutkan perjalanan.
Semula kita berencana mengambil jalur Alternatif menyusuri candi Ngawen, namun
karena padatnya lalu lintas macet di sepangjang jalan dan kita tidak dapat
memotong, maka kita pun mengambil jalan utama.
Sempat berhenti lagi
untuk makan siang dan sore menikmati Kupat Tahu Magelang, dan disini kita
kembali berkumpul dengan Arwin. Setelah mengisi perut dengan Kupat Tahu yang
begitu besar Porsinya kita kembali melanjutkan perjalanan. Lepas dari Muntilan
trek didominasi dengan turunan kita pun menikmati turunan dan Dwi dan Tami pun
melesat di depan.
Kita memasuki Jogja
sekitar pukul 16.40 menuju UGM kita pun memutuskan lewat dalam kota saja, maka
waktu pun kita habiskan untuk kembali berfoto - foto. Bagaimanapun ini pertama
kalinya Tami ke Jogja dan naik sepeda. Tiba di UGM kita sudah di jemput oleh Radit seoarng federalist Jogja yang telah aku mintai tolong untuk membookingkan
penginapan sekaligus menjadi Road Captain kita esok harinya dikarenakan miss
Nana yang absen.
Setelah memuaskan
hasrat narsis di UGM dan menjadi bintang tamu dari orang - orang sekitar yang
sedang nongkrong. Kita pun menuju penginapan yang terletak di samping rumah
sakit Panti Rapih. Kita pun bergantian istirahat dan membersihkan diri. Untuk
selanjutnya menikmati Kulineran Jogja.
Sekitar pukul 19.00
WIB radit pun telah datang menjemput sambil menunggu yang lain bersiap kita pun
ngobrol ngobrol terlebih dahulu. Selanjutnya menunggu Revo Rizky Aditya, kita
pun langsung melanjutkan NR menuju kawasan mangkubumi untuk menikmati sajian
mie lethek khas bantul. Sambil bercengkerama kita lanjut menikmati angkringan
kopi Jos di sepanjang mangkubumi yang penuh sesak, dan akhirnya kita pun
memilih salah satu angrkingan di depan stasiun tugu.
Kitapun masing -
masing memilih minuman yang berbeda, ada Kopi Jos, ada susu cokelat hangat
untuk ku, dan juga wedang susu tape. Selesai ngobrol dan menikmati minuman kita
masing - masing kitapun melanjutkan perjalanan, dimana kini dwi digantikan oleh
Arwin sebagai pengendara sepeda. Kita menuju Tugu Jogja salah satu spot paling
favorit wisatawan, dimana Tugu Jogja ini adalah pertemuan garis imajiner antara Tugu, merapi, Kraton
dan parang kusumo. Dan tentu saja sangat penuh dengan pengunjung dimalam hari.
Setelah itu kita pun kembali ke penginapan untuk istirahat.
Sampai disini dulu
ya cerita hari ini, besok kita akan melanjutkan perjalanan ke solo dengan susur
selokan mataram .. See yaa ...
Seingat ku sih,
gowes jauh rame - rame, lengkap dengan pengawalan motor untuk logistik dan
dokumentasi itu ya tahun 2012 ketika mengikuti event srikandi Indonesia.
Setelah itu kalau gowes jauh ya Cuma berdua, logistik sendiri, dokumentasi
motret sendiri. Ga kebayang ternyata ada kesempatan mengalami lagi gowes jauh
alias bikepacking berame -rame dengan pengawalan motor. Lebih tepatnya sih
bikepacking bukan turing atau mungkin lebih tepat lagi kalau disebut bikepiknik
ya...?? Lha wong meski kita gowes jauh tapi tetep tujuan utama kita itu adalah
piknik dan kuliner kok ya, bukan jauh kilometer dan kecepatan sampai tujuan.
Jadi alkisah
darimana cerita ini berawal itu adalah ketika seorang teman yang mengungkapkan
keinginanya untuk gowes jauh sesekali dan menginap di suatu kota di luar kota.
Nhah sesekali juga untuk mewujudkan keinginan dan membuka kesempatan untuk
gowes jauh bareng Kita (nana&Ranz) haalaaah :p maka miss nana pun
memfloorkan rencana bikepacking diawal tahun 2015. setelah dibahas ini itu dan
kapan, siapa hingga hari H maka fix yang bisa ikut berbikepacking rame - rame,
adalah Tami, dwi, arwin, pak DJ, dan beberapa teman yang akan menyusul
nantinya. Tetapi tidak dinyana tidak disangka ternyata Arwin mengalami
kecelakaan seminggu sebelum rencana bikepacking kita. Untunglah dia pun
akhirnya tetap bisa ikut dengan naik motor. Dan rombongan pun bertambah dengan
ikutnya Denny yang bersedia membawa motor dan panier nya lengkap untuk tempat
logistik kita.
Ngepit Sak tekane
Dan tibalah hari H
pelaksanaan bikepiknik kita, rombongan semarang bawah berkumpul di tikum
Balaikota untuk selanjutnya menjemput beberapa orang di titik penjemputan.
Dalam rombongan kali ini aku, miss nana, tami, gowes menggunakan
seli, pak Djoko menggunakan federal, sedang deny menggunakan motor dan membawa
logistik, dwi membonceng arwin dan mereka adalah seksi dokumentasi.
Day 1, Jumat 2
Januari 2015
Pukul 5.30 kita
menuju Balaikota sebagai titik kumpul , disana ternyata telah menunggu Dwi,
Tami, juga david, tiba selanjutnya Denny. Setelah menunggu yang lain tidak ada
kabar kecuali arwin yang katanya akan menyusul karena harus melakukan sesuatu
hal, kita pun melanjutkan perjalanan melewati tanjakan rinjani dan bertemu
dengan om Djoko alias MR. DJ di seberang sekolah don bosco. Disini kita
berhenti sebentar untuk menunggu the sister Iin dan Yani, dan juga arwin yang
menyusul kita. Setelah berfoto - foto dan bergembira ria , kita pun melanjutkan
perjalanan dengan pengawalan Trio Uget - uget (David, Iin, Yani) hingga di
pertengahan gombel, kembali sambil istirahat kita pun berhenti lama memuaskan
hasrat narsis trio uget - uget. Hingga akhirnya merekan mengantar keberangkatan
kita dari taman tabanas.
gaya uget - uget
kita pun mencari sarapan, rencana awal adalah sarapan di Ungaran tapi jam sudah
menunjukan pukul 9 pagi perutku sudah ga kuat kalau kudu nahan ampe ungaran :D,
akhirnya kita sarapan soto Pak No di belakang pom bensin sukun.
Lumayan kali ini saya banyak foto nya
Usai sarapan kita
pun melanjutkan perjalanan menapaki jalanan menanjak sepanjang semarang -
ungaran dan seterusnya :p.checkpoint pertama piknik kita kali ini adalah Pagoda
Alokitesvara Watugong, setelah melihat -
lihat dan sedikit bernarsis ria kita melanjutkan perjalan, boleh dibilang kali
ini saya beruntung dengan adanya dwi yang dibonceng Arwin sehingga dapat
kuserahi tampuk kepercayaan Kameraku untuk memotret dan memvideokan perjalanan
kita yeaaah!! Dan ditambah lagi ternyata arwin juga mempunyai inisiatif membawa
kamera dan juga mendokumentasikan perjalanan kita yeaaah lagi !.setelah pasar
babadan melanjutkan perjalanan dengan tanjakan dan panas terik memasuki lemah
abang, kita berhenti di pom bensin dan sebntar juga di depan coca cola karena
gerimis kecil dan istirahat. selama dalam perjalanan rombongan selalu semangat tetap menjaga barisan tidak ada yang berusaha cepat - cepat atau terburu - buru, kita benar - benar gowes menyesuaikan kecepatan rombongan, dan tetap dalam satu barisan.
di Palagan
Memasuki ambarawa
pukul satu siang kita pun kembali istirahat untuk makan siang di satu rumah
makan padang. Perjalanan kita kali ini benar - benar santai dan penuh dengan
kulineran, hadeeeh keluar ambarawa pun kita kembali mencicipi serabi ambarawa
mengisi kekuatan untuk memulai mendaki tanjakan Jambu yang seperti tiada akhir
:D, ditanjakan jambu juga kita beberapa kali istirahat . Beruntung cuaca cukup mendukung perjalan kita kali ini
matahari tidak kembali bersinar terik hanya gerimis tipis yang kadang datang
silih dan pergi. Begitu santainya kita dijalan sehingga pukul 3 sore pun kita
masih belum beranjak dari Jambu :p hingga akhirnya kita pun memasuki magelang
sekitar pukul 5 Sore, kita mampir di Pom
bensin untuk istirahat dan Sholat bagi dwi dan tami. Selanjutnya kita pun
menuju Alun - alun magelang untuk Makan malam, di alun- alun kita sempat
bertemu seoarang federalist Magelang yang ternyata tertarik melihat kaos federal
yang dipakai om djoko dan tentu penampilan federalist nya. Setelah ngobrol kiri
kanan dan penuh tawa, kita kembali melanjutkan perjalanan kali ini kita Night
Ride menuju kawasan Candi Borobudur.
Tanjakan Jambu
Kita tiba di kawasan
candi borobudur sekitar pukul 9 malam setelah mampir ke minimarket untuk
membeli keperluan, kita langsung menuju tempat kita menginap yaitu dirumah
Bapak Haji kenalan dari Arwin yang dengan tangan terbuka menyambut kedatangan
kita. Setelah bersih - bersih dan diselingi ngobrol penuh canda tawa. Rasanya
perjalanan di atas sepeda dan motor selama 13 jam ini tidak begitu terasa,
capek itu hilang diantara canda dan kebersamaan kita semua, juga keramahan tuan
rumah yang sangat Welcome.
Malam itu pun kita
beristirahat untuk melanjutkan piknik keesokan harinya ke Candi Borobudur ...
Nhah pada tahun ini kita sudah menuntaskan perjalanan kita berburu candi di sekitar kota Klaten, maka sekarang fokus kita adalah kota Magelang. Sudah lama sejak kita bikepacking dan berburu candi, kita ingin menjelajahi kota Magelang dan menyusuri Candi – candinya. Aku dan miss Nana kali ini kembali
berpetualang tanpa sepeda, setelah bulan lalu kita menjelajah Gedong Songo
tanpa sepeda, bulan ini kita mendapat kesempatan untuk kembali bertualang tanpa
sepeda dengan mengikuti event yang diselenggarakan oleh Lopen Semarang untuk
menjelajah kota Magelang dalam event Blusukan Magelang #Kota1000Candi. Acara
yang dibatasi hanya untuk 30 peserta ini merupakan event kerjasama dengan
Komunitas kota Tua Magelang.
Sabtu tanggal 29
November aku dan miss nana tiba lebih awal dari peserta lainya sekitar pukul
06.30, sempat celingukan karena kita sama sekali tidak pernah mengikuti acara
seperti ini sehingga tidak mengenal orang orang yang lain untunglah ada Mima
dan Kiki yang merupakan teman ms. Nana di tempat nya bekerja, juga ada Tami dan
Dwi teman sepedaan kita, sehingga tidak begitu plonga plongo lah kita ini nanti
:D.
Setelah daftar
ulang kita pun memasuki bus dan berangkat sekitar pukul 8 kurang menuju
Magelang, didalam Bus untuk mengisi waktu maka panitia berinisiatif mengadakan
perkenalan dan bercerita mengenai masing – masing peserta yang mengikuti event
blusukan magelang kita kali ini. Dari rundown yang diberikan ada beberapa
tempat yang pernah kita kunjungi namun juga ada tempat yang sama sekali baru
yaitu #Candi_Selogriyo. Tiba di Magelang kita berhenti untuk menjemput teman
dari Komunitas Kota Tua Magelang yang nantinya akan menjadi Guide kita selama
di Magelang. Dari penuturan Mas Indra
(salah satu teman dari Komunitas Kota Toea Magelang) ada beberapa tempat yang
batal kita kunjungi yaitu Paroki karena romo Paroki sedang ada acara di
Semarang, juga tidak dapat masuk ke Museum Diponegoro karena penjaga pintu sedang layat (hadeeeh jadi ingat cerita kita ketika di
Lasem).
#Candi Ngawen
Tempat yang
pertama kali kita tuju adalah Candi Ngawen, candi yang terletak di desa Ngawen
kecamatan Muntilan ini dibangun pada masa peralihan masa Hindu ke Budha oleh
karenanya meski berupa Candi Budha gaya arsitekturnya sangat mirip dengan candi
Hindu. Ada beberapa keunikan di Candi Ngawen yang pertama adalah patung Singa
Penyangga yang terletak di setiap Sisi Candi, kemudian patung Jalan Air yang
merupakan gabungan dari beberapa binatang. Selain itu di Candi Ngawen ini
terdapat air yang terus menerus keluar dari bawah candi sehingga pemerintah
membangun saluran air di sekitar candi untuk mencegah Candi tersebut terposok
kebawah tanah. Pertama kali kita ke candi Ngawen pada tahun 2013 saat kita
bikepacking ke Borobudur (cerita dapat di lihat disini gowes waisak
)tanah disekitar candi Ngawen terasa sangat gembur dikarenakan air yang terus
mengalir dibawahnya dan rumput yang kita
injak juga terasa sangat tebal, namun sekarang rerumputan tersebut sudah di
uruk dengan tanah.
Candi Ngawen 2014
candi Ngawen tahun 2013
jalur air di candi ngawen tahun 2013
patung jalan air di candi ngawen
patung singa di tiap sisi candi ngawen
Tidak berapa lama
hujan pun turun meski kemudian berhenti namun sepanjang perjalanan kita di
Magelang hujan terus turun dan berhenti mengiringi perjalanan kita.
#Masjid Agung
Magelang
Destinasi kita
kedua adalah Masjid Agung Magelang , masjid yang terletak di samping Alun –
Alun Magelang ini merupakan masjid yang menjadi saksi sejarah dari Masa ke
Masa. Sambil mengetahui cerita mengenai Masjid Agung Magelang para peserta
dapat Melaksanakan Sholat Dhuhur, sedang aku dan miss nana menyempatkan
menikmati Kupat Tahu di salah satu PKL alun – alun.
Masjid Agung Magelang
aloon - aloon magelang
Setelah istirahat
sholat, kita melanjutkan perjalanan kali ini bus menyusuri Jl. Ikhlas dimana
terdapat banyak bangunan kuno, sambil mendengarkan penjelasan dari Guide
Komunitas Kota Toea Magelang yang menceritakan banyak kisah menerik mengenai
kota Magelang.
#Museum Diponegoro
Yup lanjut
destinasi selanjutnya adalah museum Diponegoro, dimana museum ini juga sering
dipakai sebagai tempat Resepsi pernikahan. Dan karena tadi sudah disebutkan
dimana si pembawa kunci sedang Layat ke Semarang maka kita pun tidak bisa masuk
ke dalam gedung museum hanya bisa menilik dari luar, namun kita dapat menikmati
suasana taman dan Gazebo di sekitar museum dimana pada jaman belanda dulu
tempat ini dijadikan markas oleh Belanda untuk melihat Pergerakan Pangeran Diponegoro
di malam hari.
museum diponegoro
LIngga Yoni yang masih utuh
Monumen UGM
Ditempat ini juga
terdapat monuman Universitas Gajah Mada yang ternyata dulu pernah ada di
Magelang, dan satu lagi didekat monumen UGM terdapat peninggalan Lingan Yoni
yang masih utuh, waah. Masih dibawah gerimis dan rintik hujan setelah
berkeliling museum kita kemballi melanjutkan perjalanan.
#Masjid Tiban
Nama asli masjid
ini sih Masjid Jami Baitul Muttaqinnamun lebih dikenal dengan sebutan Masjid
Tiban dikarenakan yang konon masjid ini Tiba – tiba muncul dan bergeser 200
meter dari tempat aslinya. masjid tiban ini masih bergaya arsitektur lama
dengan pondasi – pondasi Kayu yang besar, juga mimbar khotbah dan tentu saja
Bedug nya meski berukuran kecil namun kita dapat melihat bahwa kayu yang
digunakan sudah cukup tua. Begitu pula kulit yang digunakan.
Masjid Tiban
Bedug di Masjid Tiban
Kali ini kita cepat saja di masjid tiban,
selanjutnya kita menempuh perjalanan yang cukup jauh keatas bukit, dengan jalan
yang menanjak juga hutan hutan duuh rasanya asyiik jika kita gowes disini.
#Candi Selogriyo
Last but not least setelah menempuh
perjalanan panjang dibawah rintik hujan kita pun tiba di Candi Selogriyo,
karena bus tidak dapat masuk ke kawasan Selogriyo. Maka perjalanan menuju Candi
Selogriyo pun kita lanjutkan dengan hiking atau treking sejauh 3-4 kilometer. Dan
tentu saja menjadi lebih dramatis dengan berselimut kabut dan diguyur rintik
hujan. Kita pun memulai perjalanan menuju candi selogriyo dengan trek yang
menanjak hingga pintu masuk didusun campur rejo. Tiba di pintu masuk jalanan
sudah di paving namun perjalanan kembali kita lanjutkan di beberapa trek
sedikit sulit karena tanah berlumpur dan licin.
uugh masih jauh men
gerbang kawasan candi selogriyo
candi Selogriyo di tengah bukit
Candi Selogriyo terletak di lereng bukit
Giyanti dengan ketinggian 740 mdpl cukup unik. Ada sebuah bilik (garbagraha)
yang sudah kosong di dalamnya. Diperkirakan di tempat ini dahulu ada lingga dan
yoni sebagai bentuk lain dari Syiwa Mahadewa. Candi Selogriyo yang terletak di
kecamatan Windusari ini memang kecil namun menyimpan sejuta pesona hamparas
sawah terasering ditepian jalan setapak, gunung sumbing dan gunung merapi di
barat dan timur. Candi ini memang lebih terkenal di antara turis asing sebagai
tempat untuk menikmati sunrise.
Dicandi karena hujan sudah turun kita
memang tidak bisa leluasa untuk berkeliling melihat – lihat candi selogriyo. Maka
setiap peserta pun ada yang berteduh di joglo, atau dibawah pohon juga di
warung kecil disebalah candi, dimana kita menikmati sop Senerek sup bening
dengan wortel dan kacang merah yang khas, selain itu ada juga sayur bsawi hijau,
sambal tomat, tempe bacem dan aneka gorengan. Para pesertapun dengan lahap
menyantap makan siang yang telah disediakan. Dan satu lagi dicandi selogriyo
dibelakang warung ada mata air yang terus mengalir, konon bisa bikin awet muda
:p.
Selesai menyantap makan siang, dibawah guyuran
hujan kita pun mendengarkan kisah mengenai candi Selogriyo oleh Mas Indra juga
terdapat kuis kuis yang berhadiahkan pin candi selogriyo. Sekitar 2 kilometer
sebelah utara candi terdapat curug atau air terjun namun karena hujan yang
terus turun dan juga waktu yang semakin sore, maka panitia tidak berani membawa
kita kesana untuk ciblon (alias turun ke air mandi). Maka sekitar pukul 5 sore
kita pun kembali berjalan turun untuk kembali ke Semarang.
Kita tiba kembali di Pom Bensin UNDIP
sekitar pukul 8.30 malam dan kembali kerumah masing – masing. Haduuuh demikian
perjalanan kita seharian ini berkeliling alias blusukan Magelang
#Kota1000Candi, untuk pertama kali mengikuti event bersama orang yang tidak
dikenal dan diselenggarakan juga oleh orang yang tidak dikenal kali ini tidak
mengecewakan karena kita ternyata banyak mendapat pengetahuan baru juga
mengenal tempat yang sepertinya mustahil dapat kita jangkau dengan sepeda, but
Who Knows he he siapa tahu nanti kita mejeng dengan sepeda kita.
See you in The Next Adventure
WH05.06.12.2014
Kalau pusing baca tulisanya just watch my video down here