SLIDER

Saturday, February 18, 2012

Gowes Sangiran New Look



gowes to sangiran New Look - Visit The early Java Men

melanjutkan gowes menyambut HUT kota solo yang ke 267 pada tanggal 17 februari 2012 kemarin. maka aku memutuskan untuk gowes solo - sangiran pada hari sabtu tanggal 18 februari 2012. sangiran sudah lama menjadi tujuan gowes ku, namun tidak pernah ada kesempatan untuk bisa gowes kesana. sudah sering aku melewati sangiran jika naik kereta dari solo - ke semarang. dari jarak yang cukup dekat rasanya selalu ingin bisa gowes ke sana. maka ketika ada kesempatan aku pun mencoba untuk gowes ke sangiran.


pada hari sabtu 18 februari 2012, sekitar pukul 07.00 aku telah bersiap, tidak banyak membawa bekal hanya air putih saja. kemudian aku pun antri membeli nasi liwet di depan rumah untuk sarapan. setelah selesai sarapan aku pun mulai gowes ke sangiran. jalan yang aku tempuh dari rumah (laweyan), aku menuju brengosan ke bundaran manahan menuju jalan MT. Haryono yang menuju gilingan atau terminal, sampai di perempatan gilingan setelah terminal, kita akan melihat papan tanda penunjuk arah "sangiran 18km" di sebelah kiri perempatan maka dari perempatan kita pun belok kekiri ke arah nusukan. jalan piere tendean. dari nusukan kita ke arah palang joglo mojosongo, dari persimpangan rel kereta kita menyeberang dan mengikuti arah purwodadi, sekali lagi ada petunjuk jalan ke arah sangiran. setelah menyeberang rel kereta jalan kearah menuju sangiran sangatlah mudah kita tinggal lurus terus mengikuti jalan solo-purwodadi, tanpa harus bingung bingung bertanya jika ada percabangan jalan.



maka dari nusukan kita pun tinggal lurus terus mengikuti jalan solo - purwodadi ke arah gemolong. jalan solo - purwodadi adalah tipikal jalan aspal naik turun biasa saja, dengan 2 lajur. yang harus di perhatikan ketika melewati jalan solo - purwodadi adalah banyak nya kendaraan yang berebut untuk mendahului sampai mengambil lajur kanan, oleh karena nya kita harus waspada baik kendaraan yang di depan maupun di belakang, karena selain dilewati oleh bus lintas kota, banyak truk truk yang melebihi muatan yang melintas. karena jalan yang biasa saja dan lurus terus maka aku pun menikmati gowes tanpa harus banyak istirahat kecuali berhenti untuk mencari spot berphoto dan ke toilet di pom bensin gondang rejo.



dan juga ada sedikitgangguan telepon yang menyita waktu gowes. setelah menerima telepon dan berhenti untuk ke toilet. aku pun kembali gowes melanjutkan jalan, hingga tiba di terminal dan juga gondang rejo. disini aku melihat plat petunjuk "desa wisata dayu" karena penasaran aku pun ingin mampir kesana, tapi setelah bertanya pada penduduk sekitar katanya tidak ada apa apa, maka aku pun segera melanjutkan perjalanan menuju sangiran yang tinggal sekitar 2km lagi dari pasar. setelah sekitar 2 km gowes meninggalkan pasar kalioso kita pun tiba di gerbang "selamat datang di sangiran".


tentu saja gerbang ini baru, karena selama aku lewat sini waktu naik kereta yang terlihat hanyalah papan "sangiran 3 km". tidak lupa aku pun berphoto photo terlebih dahulu. dan ada yang menyebalkan dengan papan penunjuk kilometer, di jalan raya terdapat papan penunjuk arah ke sangiran kita harus masuk ke gerbang dengan jarak tertulis 3km, sedang pada bilboard satunya jarak yang tertulis adalah 4km -__-!! karena itu lah aku tidak pernah percaya dengan penunjuk kilometer karena aku sudah sering tertipu oleh nya di setiap bikepacking. jadi anggapalah dari gerbang sangiran menuju ke sangiran sendiri sekitar 3.5km.


menuju sangiran menyusuri jalan kalijambe, tidak lah seramai jalan lintas kota. bahkan tidak ada truk maupun bus, dengan pemandangan pedesaan, sesekali anak kecil pun berteriak teriak terheran heran dengan sepeda yang kunaiki. jalanan kalijambe adad beberapa tanjakan dan turunan tiba di persimpangan sangiran dan menara pandang ada turunan curam dan lumayan panjang, yang tentu saja akan menjadi tanjakan curam jika kita kembali nanti.

dari persimpangan ini kita dapat belok dan menanjak jalan di sebelah kiri untuk mengungjungi menara pandang, kita dapat menonton film dokumenter tentang sangiran dengan membayar 50ribu dengan durasi sekitar 18menit. harga segitu kalau kita berombongan tentu tidak akan mahal, tapi jika sendiri hadeeeh.. tidak deh..dilantai atas ada menara pandang untuk bisa melihat pemandangan sekitar sangiran. atau kita dapat mengikuti jalan turun menuju sangiran, setelah menuruni jalan, setelah sekitar 500 meter ada persimpangan dengan papan petunjuk "sangiran 300meter" dimana kita harus belok ke kanan untuk menuju sangiran, maka kita pun mengikuti jalan pemukiman penduduk dan sampailah kita di sangiran.aku tiba di sangiran sekitar puku 9.30 dan untuk masuk ke sangiran aku membayar 2000 untuk tiket masuk dan 1000 untuk retribusi parkir sepeda, tertulis nya sih motor hehe habis jarang ada yang datang pake sepeda. tak apalah...petugas loket sempat bertanya keheranan, dari mana gowes nya?? ketika kujawab dari solo, "wah jauh ya" mereka pun pad kaget dan berdiskusi tentang seberapa jauh gowes nya.


ternyata sangiran yang sekarang sudah dibangun menjadi lebih baik, tidak hanya seperti bangunan museum kuno seperti waktu sekolah dulu, bangunan yang masih baru dan cukup mewah. di pintu masuk tertulis peresmian "15 desember 2011" wah itu baru beberapa bulan yang lalu, dan ketika di jalan menuju sangiran ternyata pak SBY datang ke sangiran pada tanggal 16 februari kemarin, makanya sekarang cukup ramai. setelah mengisi buku tamu aku pun di persilahkan menikmati wisata sejarah sangiran. arsitektur gedung sangiran berupa gedung dengan jalan melingkar di sisi nya untuk kita masuk menuju beberapa ruang pamer, jalan melingkar dibuat datar bukan berupa tangga agar kita mungkin tidak capek ketika mengitari sangiran. di sisi luar banguanan ada kios kios penjaja suvenir, dan juga ada pohon beringin besar tempat orang orang istirahat atau berkumpul. karena masih baru, jadi bangunan terlihat rapi dan bersih. ada beberapa satpam berjaga untuk memberi petunjuk arah dan juga menjaga keamanan tentunya. kita pun dapat dengan mudah melihat papan petunjuk untuk masuk ke ruang pamer 1.

di ruang pamer 1 kita akan melihat diorama beberapa fosil bebatuan, hewan, dan penjelasan - penjelasan nya. di pintu keluar kita dapa langsung mengikuti jalan menuju ruang pamer 2. banyak turis lokal maupun turis mancanegara yang datang mengunjungi sangiran pada hari itu. di ruang pamer 2 ada film dokumentasi tentang big bang terbentuknya tata surya, diruang pamer 2 memang lebih besar dari ruang pamer 1. meski diorama fosil lebih sedikit.





kita akan banyak melihat penjelasan tentang sangiran, terbentuknya tata surya, penyebaran manusia purba. kita juga melihat fosil fosil yang diletakan di tanah dan juga diorama manusia purba. dari ruang pamer 2 kita menuju ruang pamer 3. disini hanya ada diorama besar tentang kehidupan manusia purba. dari ruang pamer 3 perjalanan kita sudah berakhir. kita pun keluar di sisi lain bangunan, dimana menjadi tempat berphoto, untung aku berphoto lebih dahulu sehingga tidak perlu antri.sayang nya di dalam gedung tidak ada toilet, toilet terletak jauh dibawah di belakang kantin yang terletak di sisi yang berseberangan dari gedung utama, kita harus menuruni tangga untuk sampai ke toilet, hadeeeh udah kebelet jauh antri lagi .... ternyata menikmati sangiran yang baru menyita hampir dua jam waktu ku, ketika keluar jam sudah menunjukan 11.30, maka aku pun mampir di kantin sebentar untuk menikmati soto dan es jeruk. setelah makan, aku pun melanjutkan perjalanan pulang.





untuk pulang aku mengambil jalan kalijambe yang sama seperti tadi, dan tentu saja harus menaklukan tanjakan tajam tadi, tapi bukan masalah ternyata pockie enak enak saja dipakai menaiki tanjakan tanpa haru ganti shifter. ya tapi harus istirahata ngos ngosan dulu, setelah menarik nafas aku pun melanjutkan perjalanan, sampai di jalan raya, aku kembali menyusuri jalan purwodadi solo menuju pasar kalioso, pada pertigaan kalioso kita dapat kembali menyusuri jalan purwodadi - solo atau mengambil rute lain, yaitu menyeberang rel menuju arah simo, kemudian menyusuri kacangan.

aku pun tiba di solo sekitar pukul 13.00 kemudian menuju jalan slamet riyadi di depan hotel dana tepat nya untuk bertemu dengan pak jaka karena sebenar nya aku mendapat undangan untuk ikut karnaval MTB menjadi pengiring karnaval wayang. karena aku langsung ke slamet riyadi tentu saja aku berkumpul dengan komunitas downhill solo dengan menggunakan seli sendiri :p pak jaka sih oke oke saja hehehe... tapi setelah sekitar pukul 4 rombongan karnaval yang berjalan tidak juga muncul aku memutuskan untuk pulang saja, karena sudah mulas dan lapar he he he tiba dirumah sekitar pukul 4.30 aku pun mandi dan beristirahat.

sangiran yang sekarang adalah sangiran dengan wajah baru, bukan sangiran yang dulu yang hanya berupa bangunan gedung museum yang membosankan. so tentu saja sangiran bisa menjadi alternatif tujuan wisata jika hendak mengunjungi solo.

Sunday, February 5, 2012

Downhill apes Cemoro sewu





DOwnhill Cemoro sewu downhill penuh sungsepan

kalau gowes dengan seli meski bukan ahli tapi sudah banyak makan pengalaman. tapi kalau downhill masih untul bawang. meski sudah berkali kali ikut downhill tapi kalau trek baru tetep untul bawang masih anak kemarin sore. ditambah keadaan sepeda yang tidak mendukung bisa habis habisan jatuh bangun deh melibas trek yang ada.
tanggal 4-5 Februari 2012 kemarin RCC mengadakan tur downhill di cemoro sewu. aku pun mendapat undangan downhill. dengan adanya waktu luang aku pun bergabung. hari sabtu tanggal 4 februari 2012 jam 3 sore aku berangkat kerumah ida meski hujan belum juga reda, tanpa sempat mengecek keadaan sepeda dan membawa ke bengkel untuk di servis aku pede saja dengan bernard. kita pun kemudian di jemput pak jaka dan sepeda pun di loading. segera dari rumah ida kita meluncur ke sangkrah untuk mengambil sepeda pak yanto dan kembar, disini bergabung juga kembar (tidak tahu namanya tapi mereka kembar), hanya kembar berkacamata yang bergabung dengan kita untuk kemping sedang pak yanto dan kembar 2 menyusul besok pagi. setelah menunggu sekitar 1 jam kita pun kembali berangkat kali ini kita menjemput mbah godrong di palur. disini rombongan pick up pembawa sepeda dan rombongan defender berpisah, defender langsung menuju tawangmangu sedang pick up menjemput mbah gondrong. setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju tawangmangu. sekitar pukul 17 kita tiba di terminal tawangmangu. di terminal kita berhenti terlebih dahulu untuk menunggu pick up menyusul kita, tidak lupa kita berbelanja untuk keperluan kita kemping nantinya. setelah rombongan pick up datang. perjalanan pun dilanjutkna menuju cemoro sewu naik melewati tawangmangu. karena jalan menuju cemoro sewu adalah tanjakan, pick up harus berhenti dulu karena mesin terlalu panas. oleh karenanya rombongan kita yang naik defender naik terlebih dahulu. dengan guyuran air hujan yang semakin deras, dan malam hari yang gelap kita menanjak cemoro sewu dengan hati hati, hal ini diperparah dengan datang nya kabut yang tebal membuat pandangan hanya sejauh 1 meter. untunglah defender adalah tipe mobil land rover dengan perlengpakan lampu sorot di depan, sehingga membantu penghilatan untuk melihat marka jalan meski tetap tidak bisa melihat jalur. kita pun tiba di cemoro kandang sekitar pukul 8. kita berhenti sejenak untuk menunggu pick up yang sedang berjuang naik. karena hujan yang semakin deras kita pun memutuskan untuk berkemah di cemoro kandang saja.
kita berhenti di deretan warung yang sudah tutup. kita pun beristirahat dan memasang perlengkapan yang ada.
tidak berapa lama pick up pun datang, maka dimulailah kerja bakti memasang perlengkapan, dan menurunkan sepeda agar tidak kehujanan. sambil beristirahat beberapa teman menyalakan arang dan juga kompor untuk memasak air dan membakar makan malam. kita pun membakar lele untuk menu makan malam malam itu. setelah nasi dan lele matang. kita pun menikmati makan malam bersama seadanya. selesai makan udara malam semakin menusuk ditambah dingin nya hujan, beberapa teman sudah mulai tertidur dengan sleeping bag masing masing. karena aku tidak membawa sleeping bag maka aku memutuskan untuk tidur di dalam mobil bersama ida. ida tidur di jok belakang aku di jok depan. didalam mobil sedikit terlindung dari hawa dingin meski tidak 100% karena angin dingin masih dapat membuat tubuh menggigi aku pun berusaha istirahat meski hanya berselimut sarung.

malam mulai larut, teman teman pun memutuskan untuk membuat tenda, dikarenakan tidak enak dengan pemilik warung keesokan paginya, maka mereka pun membersihkan warung dan membuat tenda di tanah lapang sebelah warug dan membuat api unggun dari rainting pohon dan kayu yang ada di hutan. aku pun mencoba melanjutkan istirahat, meski tidak tertidur pulas aku pun terbangun sekitar pukul 4 pagi. jam setengah lima aku dan ida memutuskan untuk bangun dan kita berjalan menuju kampung yang terleta sekita 2 kilometer dar tempat kita kemping untuk mencari TOILET!! melawan hawa dingin kita pun berjalan menyusuri jalan lintas kota yang sepi di pagi itu. akhirnya kita menemukan toilet di masjid dekat tower. kembali di tempat kemping aku lebih suka berada di depan api unggun untuk menghangat kan badan dan ida memasak untuk sarapan. beberapa anggota pun bangun untuk menghangatkan badan. sambil sarapan dan minum kopi di pagi itu. mentari pun mulai menyeruak kabut pagi itu, membuat langit sedikit lebih terang. kita masih menunggu kepastian dari rombongan gemolong yang berencana menyusul pagi itu. sambil menunggu sebagian dari kita pun berjalan jalan atau sarapan di warung yang sudah mulai buka. ketika berjalan jalan inilah aku menemukan toilet yang terletak tidak jauh dari tempat kita kemping yup diatas kita kemping ada pos pintu masuk untuk pendakian gunung lawu. letaknya cuma berjalan ke atas kita kemping hadeeeeeeeeeeeeeeeeh ... (udah jauh jauh tadi kita jalan 2 km).

sekitar pukul 10 rombongan gemolong pun datang dan kita pun bersiap untuk downhill di cemoro sewu. setelah berkumpul dan mendengar pengarahan kita pun berkumpul. sekitar 18 orang peserta dari tempat kita kemping kita menuju tempat downhill dengan sepeda maka trek pertama ini adalah jalan beraspal, kita menyusuri jalan dari cemoro kandang menuju cemoro sewu, banyak turunan dan juga sedikit tanjakan. tiba di lokasi awal sepeda ku sempat masuk ke parit karena selip oleh batu. setelah semua peserta berkumpul, maka downhill pun dimulai, lintasan awal downhill adalah tanah lempung yang licin karena hujan semalam, elevasi turunan sekitar 20 derajat kemiringan dan pepohonan masih belum begitu rindang karena dekat jalan raya, disini sepeda ku sekali lagi hilang kendali dan akhirnya aku tahu bahwa stem handle bar bernard baut nya dol, sehingga membuat handle bar ku selalu goyang jika sepeda melaju cepat atau dropp off. hal ini lah yang membuat ku kehilangan kendali sepeda. ketika dibetulkan dengan mbah gondrong, baut sama sekali tidak mau mencengkeram, karena khawatir dengan keadaan sepeda aku memutuskan untuk loading saja tidak mengikuti downhill, tapi ternyata mobil pengangkut sudah berjalan. maka kuputuskan untuk melanjutkan downhill dengan syarat aku tidak boleh melaju kencang. kita pun terus menyusuri trek jalan sempit di tengah hutan, beberapa kali handle sempat serong. hingga tiba di titik kumpul pertama pak yanto memperbaiki stem meski masih dol, tapi tetap aku lanjutkan. rute trek awal ini masih berupa jalan setapak tanah lempung, meski di beberapa titik kita harus mengangkat sepeda karena pohon pohon yang bertumbangan dan semak semak yang lebat.

akar akar pohon yang menonjol dari tanah menjadi halangan di rute awal ini karena jika tidak melihat dengan kecepatan sepeda saat downhill kita dapat kehilangan kendali dan terjungkal. rute awal diakhiri dengan keluar jalan raya untuk berpindah ke rute selanjutnya, di rute selanjutnya trek masih berupa jalan setapak berupa tanah hitam dan berbatu banyak drop off dengan bebatuan besar disepanjang rute sehingga kita harus pinta pinta mengendalikan sepeda dan braking. aku menyusuri trek ini harus berhati hati karena ketika drop off handle akan serong dan membuat ku terjatuh, tapi karena ini berupa turunan bukit otomatis sepeda akan melaju kencang dengan sendirinya hampir 50km/jam. dan dengan kondisi tanah hitan yang licin membuat ban ku selip beberapa kali karena salah teknik braking. membuat ku dan sepeda terpeleset. kita harus berhenti karena membetulkan stem ku dan ada sepeda peserta yang ban nya bocor karena terkena serpihan kayu.







downhill pun dilanjutkan dengan tanah hitam dan berlumut semakin licin saja, bahkan kita menyusuri tebing dimana dibawah adalah jurang, trek kadang sangat berlumpur dalam karena hujan. setelah tanah lumut, trek dilanjutkan dengan jalan setapak yang tertutup rumput tebal, dengan elevasi turunan 30 derajat. trek ini sangat berbahaya karena beberapa lubang dan drop off tidak terlihat karena tertutup rumput tebal, aku sempat terjungkal dan membetur ranting pohon yang sedang di keringkan di pinggir jalan untunglah memakai helm full face yang melindungi kepalaku ketika terbentur, aku juga harus berterimakasih sama mbah gondrong yang bertugas sebagai sweeper yang harus selalu menjagaku karena dengan kondisi sepedaku aku tida bisa memacu bernard dengan terlalu kencang.

selain trek turunan, di sepanjang rute ditemukan trek menanjak yang membuat peserta haru TTB disinilah kesenanganku muncul aku bisa dengan mudah dan percaya diri menaklukan tanjakan. tapi tidak ketika elevasi tanjakan hampir 50 derajat kemiringan dengan kontur tanah lumpur kita semua pun harus TTB, menuntun sepeda ke atas di atas tanaha berlumpur sangat lah beraaat hadeeeh. sampai diatas kita pun melanjutkan downhill, melewati beberapa perkebunan dan ilalang yang lebat.
dihampir akhir rombongan terpisah aku mbah gondrong menyusuri trek lama dan rombongan lain ikut dipimpin pak yanto. trek aku dan pak fajar sama sekali tidak terlihat beberapa kali wajahku harus melibas pepohonan dan ilalang yang menutup jalur trek, hingga kita tiba di perbukitan dan kita pun menuruni perbukitan dengan elevasi 60 derajat dan tidak ada jalan hanya bukit rerumputuan. sepeda pun melaju dengan keepatan hampit 60 km/jam.membuat ku was was ketika berbelok. setelah turun sekitar 3 km kita tiba di jalan yang berupa makadam (jalanan yang terbuat dari batu batu yang disusun). trek turunan yang berupa makadam sangat menyiksa badan apalagi dengan bernard yang tanpa suspensi, turunan tajam membuat kita harus pandai pandai mengendalikan kecepatan sepeda dan mencari jalur agar tidak terpeleset bebatuan. kita pun menuruni makadam sekitar 2km. dan akhirnya kita tiba di jalan raya perkampunga. perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan di perkampungan, setelah 4jam menyusuri bukit sepanjang 30km hingga tiba di sebuah warung sekitar pukul 2. ternyata dari cemoro sewu kita downhill hingga plaosan magetan. di warung ini kita istirahat untuk kemudian sepeda di loading kembali ke arah sarangan untuk melanjutkan fase downhill di etape yang kedua. bisa dibilang etape pertama ini lebih cenderung AM daripada DH karena banyak nya trek uphill yang kita lalui selain juga trek turunan.

di daerah sarangan kita berhenti di jalan protokol menuju cemoro sewu untuk membongkar sepeda dan downhil menuruni perbukitan yang nanti akan tembus di pintu masuk sarangan. untuk etape yang kedua ini aku dan ida memutuskan untuk tidak ikut. mengingat kondisi badan dan sepeda. maka aku dan ida menunggu di tempat penjemputan.


sekitar 40 menit rute dengan sepanjang 7km akhirnya para peserta berdatangan. setelah semua berkumpul kita pun kembali meloading sepeda dan kembali ke cemoro kandang tempat pick up kita tadi. disini rombongan gemolong pamit pulang terlebih dahulu sedang kita harus berberes dan memindahkan sepeda dari pick up yang kita sewa di plaosan ke pick up kita. sambil berbenah kita menyempatkan makan di warung dekat kemping.
sekitar pukul 5 kita pun pulang menuju solo, tiba dirumah sekitar setengah tujuh.

n.b catatan rute trek cemoro sewu adalah mayoritas turunan dengan elevasi diatas 50 derajat kemiringan, dengan kontur tanah hitam dan lempung yang licin banyak. sebagian trek tertutup ilalang tebal. trek jalan setapak penuh dengan bebatuan terjal dan drop off sekita 4-50 cm ada beberapa drop off tajam yang bisa dinikmati juga. akhir trek berupa makadam yang sangat menyiksa sepeda tanpa suspensi.


ada beberapa cattatatan downhill kali ini.
1. stem bernard harus di ganti
2. selalu servis dan cek kondisi sepeda sebelum mengikuti downhill
3.harus belajar kontrol sepeda dan teknik braking
4. jangan terlalu berani drop off jika sepeda tidak memungkinkan
5. ketika jatuh tidak berasa tapi besok nya sakiiiit semua :D

Friday, February 3, 2012

Family Member


Sepeda dan Bersepeda kisah anggota sepeda ku

Dari 4 deret Motor yang ada dirumah tersisip 6 sepeda yang kesemuaya adalah punya ku. hmmmm entah dari mana aku mendapat turunan hoby bersepeda ini. di semua keluarga ku hanya aku yang mempunyai hoby bersepeda. meski adik ku pernah lebih dulu hoby bersepeda namun berhenti karena terjatuh. dari ingatan ku aku pertama kali mendapat sepeda adalah ketika berumur 8 tahun, memang keluarga ku bukan keluarga kaya. jadi sepeda adalah benda sangat berharga waktu itu. sepeda BMX berukuran 20 saat itu tanpa roda pembantu aku pun merengek minta diajari. karena kesibukan keluarga maka tidak ada yang sempat untuk mengajari.maka aku pun berlatih sendiri dengan menaiki sepeda melewati turunan yang ada di dekat rumah ;p hingga akhirnya aku pun bisa menaiki sepeda dengan lancar. tapi sayang nya aku harus berpisah dengan sepeda ini karena harus dijual :(
sekian lama aku tidak naik sepeda, aku mendapat kan sepeda ku yang kedua ketika SMP, kala itu kakak yang lebih dulu mempunyai sepeda mini selalu berangkat sekolah dengan bersepeda sedang aku diantar. kala itu aku yang pulang pagi tidak punya uang untuk naik bus dan recehan untuk menelpon di pabrik ayah, maka akupun memutus kan untuk jalan kaki pulang kerumah, jarak smp dan rumah kala itu 4 km. tiba dirumah keluarga sangat terkejut.hingga besok nya aku mendapat kan sepeda baru. sepeda MTB standar roda 24' dan akhirnya aku mulai bersepeda ke sekolah, sayang ini tidak berlangsung lama karena 6 bulan kemudian aku mengalami kecelakaan di tabrak motor yang mengakibatkan tulang ekor ku bengkok, sehingga dokter melarang ku untuk bersepeda. karena sakit nya aku bahkan tidak bisa duduk, tidak bisa sit up apalagi bersepeda hingga sekali lagi sepeda harus dijual lebih baik untuk membayar sekolah. maka aku pun tidak pernah bersepeda lagi.
aku berkenalan dengan sepeda setelah tahun 2007 karena melihat sepeda kakak ipar ku yang mangkrak dirumah, maka aku pun berinisiatif untuk membersihkan dan membawa nya ke bengkel. setelah kubawa ke bengkel maka aku pun mulai bersepeda kembali. hanya berkeliling kota atau kadang mengikuti funbike kalau ada uang.

selanjutnya ketika aku ingin mempunyai sepeda sendiri aku meminta ibu ku dengan uang yang ku punya menambahi sedikit untuk membeli sepeda maka terbelilah si hedy yang sering kupakai bike to work. selanjutnya ketika aku dapat rejeki aku membeli feby my BMX yang sering ku ajak kulakan dan bekerja. namun sepeda yang membawaku banyak cerita adalah pockie yang aku beli tahun 2009. sepeda lipat wimcycle inilah yang membawaku berkenalan dengan banyak teman dari berbagai komunitas dan kota.
setelah intermezo mari aku perkenalkan dengan keluarga kecil ku para sepeda yang menemani hari hari ku

1. Hedy
sepeda tipe : city Bike
Merk : Hedgreen
spek : roda 26x1.25 frame aloy, shift gear 6

2. Feby

sepeda tipe : BMX flatland
merk : wimcycle fire bird
spek : roda 20'x1.50 frame aloy single speed

3. Pockie

Sepeda tipe : sepeda lipat
merk : wimcycle pocket rocket
spek : roda 20x1.25, frame aloy, shift gear 6 speed

4. Karen

Sepeda tipe : fixie
merk : unknown
spek : roda 24x1.75 frame aloy, fixed gear doltrap

5. Bernard

sepeda tipe : MTB dual suspensi
merk : Le run Rave 1.50
spek : roda 26.x1.20, frame aloy, 11 speed, dual suspensi, dobel disc brake

6. Shaun

sepeda tipe : sepeda lipat
merk : Dahon Da bike
spek : roda 16x.1.20 frame high teen, 5 speed

7. Elena

dan tentu saja selalu ada kamera yang selalu mengabadikan setiap kegiatan bersepeda
tipe : DSLR
merk : NIkon D70 + Lensa 18-200 Tamron

itulah semua sepeda sepeda yang sering aku pakai untuk berpetualang. aku sendiri juga tidak tahu dari mana jiwa petualang ini muncul. hanya cerita bersepeda yang aku ingat adalah setiap tahun ketika kita mudik dari solo ke banyuwangi dengan kereta, disaat aku mulai mabuk ayah akan bercerita di setiap hutan dan pedesaan yang di lewati kereta ayah akan menunjukan tempat tempat yang dia lewati ketika bersepeda dari banyuwangi ke solo dengan kakak dan seorang temanya dan dengan uang saku sepuluh ribu rupiah. dengan naik onthel ayah memerlukan waktu 3 hari untuk sampai ke solo, sebagai anak kecil aku selalu membayangkan untuk bisa seperti ayah mudik dengan sepeda daripada kereta yang berjejal.
kini setelah aku mempunyai sepeda sendiri akankah ada kesempatan untuk bisa gowes dari banyuwangi ke solo seperti ayah ku dulu...adakah teman teman gowes yang sudi menemani??? :p

Thursday, February 2, 2012

Seli dan Transportasi





sepeda lipat adalah sepeda yang bisa di lipat "praktis" untuk bisa di bawa kemana mana. salah satu alasan kenapa memilih sepedda lipat adalah fungsi nya yaitu frame yang bisa dilipat sehingga ukuran nya menjadi lebih kecil untuk bisa dimasukan ke bagasi atau apapun apabila kita ingin membawa serta dalam perjalan kita.
itulah pula salah satu alasan aku membeli sepeda lipat agar aku bisa tetap bersepeda jika bepergian ke luar kota. dan dengan hobby ku itu maka pockie pun mempunyai banyak cerita dengan beberapa alat tranposrtasi yang yang bisa mengangkut nya selain aku gowes.
dan inilah dia cerita sepeda lipat versus alat transportasi lain

1. bagasi
bagasi adalah tempat terbaik untuk membawa pockie, baik bagasi bus, bagasi travel. biasanya pockie masuk bagasi ketika aku naik bus antar kota. terutama bus patas jurusan semarang. dan juga travel ketika akan pulang solo. jika kita mendapat kondektur yang menyebalkan kita bisa dikenai biaya tambahan untuk bagasi, untuk travel selama masih muat pockie tidak pernah dikenai biaya tambahan

2. back truck/pick up
well sebisa mungkin kalau gowes sih ga perlu loading sampai tujuan tapi ketika pulang disediain truck kenapa ga? mau truck mau pick up asal sepeda bisa masuk, ya ayuk monggo. kadang pockie tidak perlu dilipat tapi kalau memakan tempat ya harus dilipat. kalau ini sih biasa nya gratis jika dapat tebengan, tapi kalau gowes jauh biasa nya kita iuran untuk truk yang dipake loading untuk mengangkut ketika kita pulang

3. di atas jok
nah lho..kadang yang menyebalkan ketika kita naik bus antar kota baik patas maupun mini bus tidak menyediakan bagasi. makan terpaksa pockie harus nangkring diatas jok belakang atau pun bisa nangkring di kursi jok penumpang dengan nyaman. seperti saat bepergian ke kudus atau waktu ke jepara pockie dan snow white tertidur manis di jok penumpang.biasa nya kita akan dikenai biaya tambahan jika makan kursi penumpang atau dikenai biaya angkat2 kondektur

4 di bajaj
ya waktu hilang dijakarta tanpa tahu arah dan dimana kita berada terpaksa si pockie naik bajaj untuk menuju kota lama.kalau ini sih dihitung tarif jauh dekat nya

5 di atap
yup guys ga salah dengar jika kita bepergian di kota kecil dimana mini bus sudah terbiasa membawa banyak barang dari penumpang nya? (biasanya daerah pertanian dan pegungungan) kadang barang2 tersebut akan ditaruh di atas atap bus, maka pockie pun akan bisa nyaman nangkring diatas atap semoga tidak jatuh. jika bus terbiasa membawa beban kadang sepeda tidak dikenai biaya.

6 di bonceng
karena pockie bisa dilipat maka pockie sudah pernah beberapa kali dibonceng naik motor, iya karena waktu itu hujan deras. maka teman menyaran kan untuk melipat pockie dan dia akan membonceng kan pake motor.

7 naik kereta
solo - jogja, solo - semarang, solo -jakarta naik kereta membawa sepeda lipat. ya tinggal di lipat dan carikan tempat yang nyaman. ketika naik prameks dan banyu biru ke semarang tidak pernah kena biaya tambahan . ketika ke jakarta sempat di marahi pak kondektur sih, tp tidak kena denda untunglah

8special occasion
ya dalam keadaan tertentu dengan transport apapun sepeda ternyata bisa dicarikan spot spot untuk numpang
waktu aku bawa shaun karena bagasi travel penuh maka shaun terpaksa harus masuk ke mobil untunglah waktu itu aku duduk di depan maka dengan keadaan terlipat sepeda bisa di taruh diantara dashboard dan kursi.
pockie juga pernah naik kapal fery waktu menyeberang fery


RH-Jongke 25.01.2012